
Sudah dua bulan aku menjalani hubunganku yang hambar dengan Jero. Dan sudah dua bulan juga aku berhadapan dengan Gerald tapi tak pernah bertegur sapa atau sekedar mencoba mencuri pandang padanya.
Kadang aku hanya melihat Sisca yang keluar masuk ruangan Gerald sekedar mengecek.
Mil, sabtu minggu free kan? Ikut gue ya touring sama anak-anak.
Jero mengirim pesan padaku.
Oke
Aku menyetujuinya, sebetulnya hari sabtu aku ada kelas karyawan. Tapi tak apalah aku izin sekali-kali.
**
Sabtu pagi, Jero menjemputku di depan gang. Kemudian kami bertolak ke titik kumpul dimana beberapa teman Jero sudah berkumpul. Aku dan Jero pun bergabung menunggu beberapa yang masih belum datang. Tak lama kulihat Rysa berboncengan dengan Banyu, pacarnya yang membuat ia meninggalkan Jero.
"Kok lu bawa cewek, Jer?"
Tanya Rysa keberatan.
"Emang ada ya aturannya gue gak boleh bawa cewe?"
Sahut Jero.
Aku tak mau ambil pusing, ini memang masalah hati mereka. Dimana mereka masih sama-sama saling mengharapkan.
Aku berjalan menjauhi perdebatan.
"Mil, jangan dianggep ya omongan Rysa"
Anna salah satu dari mereka datang memberi perhatian.
"Haha thanks ya. Gue baik-baik aja kok"
Jawabku.
Aku, Jero dan rombongan memulai perjalanan kami. Pemandangan di kanan kiriku sungguh menyejukkan mata. Mengusir penatku selama bekerja.
"Lu suka Mil ?"
Tanya Jero.
"Banget"
__ADS_1
Jawabku.
"Nanti abis maghrib kita berenti untuk istirahat, besok siang kita jalan pulang. Lu capek gak?"
Jero bertanya lagi.
"Enggak kok."
Jawabku lagi
"Oh iya jangan dekat-dekat Rysa nanti"
Katanya mengingatkanku.
Pukul tujuh kami sampai disebuah penginapan, aku sekamar dengan rombongan perempuan.
Lagi lagi Rysa berulah.
"Lu pojok sana nanti tidurnya ya."
Dia mengatur.
"Terserah"
Aku dan Anna melihat-lihat pemandangan disekitar sini, sungguh asri dan menenangkan. Kudengar suara jangkrik bersahutan.
Lalu kami kembali ke penginapan dan duduk di ruang tamu yang kosong.
"Mil, Mil bisa main gitar gak?"
Tanya anna padaku.
"Bisa, kenapa?"
Tanyaku kembali.
"Iringin aku nyanyi ya"
Katanya semangat sembari menyerahkan gitar kepadaku
Suara Anna cukup bagus dan enak didengar. Lalu kemudian satu persatu teman Jero datang dan ikut bergabung bersama kami. Mereka sungguh menyenangkan kecuali Rysa tentunya.
"ini ceweknya siapa sih?"
__ADS_1
Kata salah satu diantara mereka.
"Jeremy"
Anna menjawab.
"Kenapa bro? jangan macem-macem"
Jero datang dan memberi ancaman sambil tertawa. Lalu ia menarik tanganku untuk ikut dengannya.
"Makasih Mil bisa gabung sama temen-temen gue"
Kata Jero padaku.
"Gue yang makasih sama lu, gue jadi punya teman baru"
Kataku pada Jero.
"Mil, belum ada sedikit juga perasaan buat gue?"
Tanya Jero serius.
"Lu udah lupain Rysa?"
Tanyaku balik.
Jero hanya diam dan menunduk.
"Jer, udahlah tugas gue disini ya cuma buat Rysa cemburu kan? terus dia nyesel dan balikan lagi sama lu?"
Tanyaku mengingatkan niatnya.
"Sory Mil buat lu masuk ke hubungan gue dan Rysa"
Jero meminta maaf.
Aku pun tak marah, karena niat kami berdua sama. Hanya saja Jero tak tau tentangku dan Gerald
Aku dan Jero kembali lagi bergabung dengan yang lain.
"Mil, ikut gue"
Arysa berbisik padaku.
__ADS_1
Anna memegang tanganku saat aku berdiri hendak mengikuti Rysa. Dia menggelengkan kepalanya, mencegah agar aku tak mengikuti kemauan Rysa.