
"Felix ngelamar gue dong"
Ria memberitahukan kabar bahagia ini kepada kami bertiga di rumahku. Ria dan Olin sedang mengunjungiku.
"Kapan balikannya?"
Tanya Grace yang kami ajak mengobrol lewat aplikasi tatap muka online.
"Enggak pake balikan, dia tiba-tiba dateng ke rumah ngelamar gue."
Kata Ria bahagia
"Terus rencananya kapan?"
Tanya Olin.
"Dua bulan lagi. Lu dateng ya Grace. Pas mili nikah lu rela dari surabaya kesini. awas giliran gue nikah gak dateng"
Jawab Ria berujung ancaman terhadap Grace.
"Iya asal kirimin tiket pulang pergi, kemarin kan Mili ngirimin. Lu tau lah kantong gue, kantong anak kuliahan."
Kata Grace meminta.
"Iya tenang"
Jawab Ria
"Yah, nanti pas sesi foto-foto gue gendut dong?"
Tanyaku pada mereka.
"Hahaha iya Mil, perut lu baby bumpnya belum muncul, tapi lu makin gede"
Kata Olin menertawakanku.
Kandunganku baru menginjak tiga bulan, perutku belum terlihat membesar, namun berat badanku terus bertambah karena nafsu makanku yang tinggi, belum lagi Gerald selalu menuruti kemauanku yang aneh-aneh.
"Dua minggu kedepan kita ketemuan lagi deh, di rumah Olin aja ya. Rumah lu kejauhan Mil. Gue mau kasih kalian kain seragam. Khusus buat lu Mil, gue tambah setengah meter. Tenang aja."
__ADS_1
Kata Ria meledek.
"Jahat lu semua"
Kataku sambil terus mengemil apa saja yang ada dihadapan kami.
Tak lama Gerald pulang.
"Hay semua, ni saya bawain makanan"
Gerald membawakan banyak makanan.
"Oh pantes Mil tambah seksi body lu, Kak Gerald begini manjainnya"
Kata Olin sambil menanggapi bawaan Gerald.
Gerald menghampiriku dan mencium keningku serta menyapa bayi di perutku didepan semua teman-temanku.
"Kalian lanjutin aja ya, Saya ke kamar dulu"
Ucap Gerald seraya meninggalkan kami.
Ria mulai mengkhayal sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Ngarep"
Jawab Grace ketus.
Kami berbicara banyak hal dari mulai kehamilanku, rencana pernikahan Ria, Pacar baru Olin dan kuliahnya Grace di Surabaya.
Pukul sepuluh malam mereka pun pamit pulang.
Aku dan Gerald masuk ke kamar setelah mengantar mereka mendapatkan taksi.
"Sayang, dua minggu kedepan aku izin ya ke rumah Olin. Kita rencana mau rumpi disana sekalian bahas rencana weddingnya Ria"
Kataku meminta izin.
"Jangan sayang, kalau mau kumpul disini aja. Kamu juga kan lagi hamil jangan kemana-mana."
__ADS_1
Ucap Gerald menolak keinginanku
"Kamu bisa gak kasih alesan lain, selain kehamilan aku yang kamu jadiin alesan supaya aku gak bisa kemana-mana?. Aku kan bosen"
Aku protes.
"Iya, saya gak mau kamu ketemu Jeremi"
Jawab Gerald sambil memelukku.
"Ya sudah kan tinggal ganti tempat ketemunya. Di rumah Ria nanti aku bilang ke mereka"
Kataku.
"Jangan dulu sayang, tunggu anak kita lahir ya."
Jawab Gerald yang membuatku semakin kesal, mengekangku karena aku hamil.
Aku berbalik badan membelakanginya. Lalu Gerald turun dari tempat tidur dan mengambil laptopnya dan mengerjakan sesuatu disampingku sambil terduduk.
"Sayang, liat deh kamar bayi kita nanti kaya gini ya?"
Tanya nya membuatku tak jadi marah.
"Kok warna pink?"
Tanyaku setelah melihat gambar kamar bayi di layar laptopnya.
"Ya terus? kamu mau warna apa?"
Dia balik bertanya
"Kita kan belum tau jenis kelaminnya apa. Jadi menurutku soft blue aja. Netral kan?"
Jawabku pada Gerald.
"Iya sih, tapi kalo jadinya soft blue lagi, itu bukan berdasarkan gender tapi emang kemauan mamanya."
Ucap Gerald sembari menciumi pipiku.
__ADS_1