(Im)Perfect

(Im)Perfect
keinginan yang aneh


__ADS_3

"Sayang, kamu masih ngantuk?"


Gerald membangunkanku, ketika ia sudah rapi hendak berangkat.


"Kak, kamu kok gak bangunin aku daritadi?"


Tanyaku masih mengantuk.


"Sudah, tapi kamu masih tetap tidur"


Jawabnya membuatku tak enak hati.


"Ya sudah, aku buatin sarapan dulu."


Kata ku menahannya agar tak langsung berangkat.


"Gak usah sayang, aku nanti beli aja. Kamu aja yang makan ya"


Dion mencium keningku dan segera berangkat, sedangkan aku melanjutkan tidur.


Aku bangun sudah siang, aku sangat lapar tapi kepalaku rasanya pusing untuk mulai memasak.


Akhirnya aku hanya membuat jus tomat dan roti. Baru kali ini rasanya jus tomat tidak enak bagiku.


Setelah mandi, aku hanya duduk di kamar tak mengerjakan apapun. Aku termenung memikirkan iga bakar didepan kantor dulu.


Kak, bawain aku Iga bakar nanti.


Aku mengirim pesan pada Gerald


Oke sayang


Jawab Gerald.


Pukul enam Gerald sudah di rumah dan membawa pesananku.


Aku makan dengan lahap.


"Kamu gak makan kak?"


Tanyaku pada Gerald.


"Emmm.. kenapa? kamu kurang?"


Gerald balik bertanya.


"Iya"


Jawabku malu-malu


"ya sudah habiskan, nanti saya makan yang lain".

__ADS_1


Jawab Gerald yang membuatku senang.


"Tadi emangnya kamu belum makan?"


Tanya Gerald padaku yang sibuk menghabiskan iga miliknya.


"Aku cuma minum jus tomat dan gak enak kak."


Jawabku mengingat.


"Kamu sakit mungkin. Nanti kita berobat ya"


Kata Gerald memprediksi.


"Gak kak, aku baik-baik aja. gak demam, gak flu. Cuma mungkin tadi tomat yang ku jus sudah gak bagus"


Jawabku meyakinkannya.


"Ya sudah kalo gitu"


Gerald akhirnya memesan nasi goreng yang berkeliling tiap malam disekitar rumah kami.


Setelah itu ia mengajakku tidur, sepertinya hari ini dia sangat lelah.


"Kak, kak bangun"


Aku membangunkan Gerald yang sepuluh menit lalu baru tertidur


"Kenapa sayang?"


"Cafe yang jual ikan asam manis deket kantor masih buka gak kak jam segini?"


Tanyaku.


"Masih sih kayanya. Kalo kamu lembur sampe malem aja dia masih buka kan? sekarang baru jam 9."


Ucap Gerald menjelaskan


"Yuk kita kesana."


Ajakku bersemangat


"Hah? sudah malam Mil, lagi pula saya sudah kenyang".


Tolak Gerald


"Aku belum"


Aku membujuknya


"Kamu gak salah? tadi sudah makan jatah saya juga loh."

__ADS_1


Gerald mengingatkanku


"Ya sudah deh"


Aku kesal lalu aku menarik selimut dan tidur membelakanginya.


"Iya ayo kita keluar sayang"


Akhirnya jurusku berhasil. Gerald menurutiku.


Sesampainya disana, cafe yang kami tuju sudah tutup, tetapi karyawannya terlihat masih membereskan meja.


"Sudah tutup Mil, besok ya"


Gerald mengajakku pulang


"Enggak ah, aku mau sekarang"


Aku memaksa.


"Kamu kenapa sih Mil? Saya gak enak sama pegawainya kan mereka mau beristirahat"


Gerald membujukku.


"Coba dulu kak plis"


Mohonku pada suamiku.


"Aduh, ya sudahlah saya coba"


Gerald mengalah. Aku mengikutinya di belakang.


"Mba, maaf saya tahu sudah tutup, tapi istri saya sedang ingin sekali makan ikan asam manis cafe ini."


Gerald menjelaskan pada pegawai cafe.


"Oh iya Pak jam operasional kami hanya sampai jam sepuluh, tapi karena istri bapak sedang hamil dan mengidam, saya minta tolong ke koki yang di dapur untuk membuatkan ya"


Ucap karyawan toko sembari jalan ke dapur.


"Sayang, kamu emang lagi hamil?"


Tanya Gerald tak sabar menunggu jawabanku.


"Enggak kok."


Jawabku mengingat waktu terakhir menstruasi.


"Tapi kamu ngidam?"


Tanya Gerald lagi, kali ini melihat ke arah perutku.

__ADS_1


"Enggak sayang, aku cuma lagi kepengen."


Jawabku tak mau menduga-duga takut Gerald kecewa.


__ADS_2