
Pagi ini kami sudah berdiri di dermaga yang sama seperti tahun lalu.
"Eh mas mba pasangan terfavorit tahun baru tahun lalu kan?"
Kata salah satu laki-laki yang kuingat dia adalah salah satu panitia yang sama di tahun lalu.
"Hehe bisa aja pak."
Kataku menjawab.
"Beneran mba. Oh iya sudah boleh naik ya mba mas"
Ucapnya memberitahu kami.
"Oke pak."
Jawab Gerald.
Kami masuk dan duduk di paling belakang. Tak lama kapal cepat ini sudah berangkat untuk menyebrangi kami.
"Kak, aku mual, ke belakang yuk "
Ajakku.
"Yang bener kamu? nanti tambah pusing. Sini tidur "
Kata Gerald menarik kepalaku ke bahunya.
"Udah kak masih pusing."
Aku memberikan alasan.
"Di luar kamu tambah pusing nanti liat air lebih jelas"
Gerald melarang.
"Tapi kan aku bisa natap langit, gak liat air yang nyeremin kaya gini"
Ucapku memaksa.
__ADS_1
"Anginnya kenceng loh Mil, ombaknya juga besar."
Gerald terus mengingatkanku.
"Ayo dong"
Aku berdiri menarik tangan Gerald.
"Tuh kan disini lebih enak"
Kataku sambil menengadah ke langit.
"Mily, mily, mba,mba"
Suara Gerald dan orang-orang di speadboat memanggilku.
Aku sudah berada di tengah laut. Aku tak tau cara menyelamatkan diriku sendiri, sampai Gerald datang dan menyelamatkanku sebelum aku tak sadar.
"Tenang Mil, kamu akan baik-baik aja"
Kata Gerald sambil membawa dan mengangkatku ke atas perahu.
Orang-orang memanggil suamiku yang hilang setelah menolongku.
Aku yang lemah dan ketakutan tiba-tiba bangkit dan melihat ke sisi kapal.
"Kak, Kak"
Teriakku karena tak melihatnya.
"Tolong cari suami saya pak"
Aku menangis dan memohon kepada orang-orang yang ada di kapal.
"Nanti ya mba, ombaknya kencang sekali. Kami juga tak mau ambil resiko"
Kata salah seorang awak kapal.
"Saya aja yang turun"
__ADS_1
Tiba-tiba bapak yang tadi menyapaku di dermaga bersedia mencari Gerald.
15 menit ia kembali dengan tak menemukan apa pun.
Geraldku hilang.
Mereka membawaku kembali ke dermaga dan menenangkanku. Aku tak jadi berlibur dengannya. Aku akan menunggu tim SAR membawa pulang Gerald.
Hari sudah gelap, mereka memintaku pulang dan akan melakukan pencarian esok hari lagi.
Tadi siang aku menghubungi orangtua dan mertuaku. Mereka datang malam ini menjemputku dengan membawa Edward.
"Ed, papa Ed"
Aku memeluk dan berbicara pada Edward yang tak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Gimana ceritanya Mil?"
Tanya ibuku dan mami Gerald.
Lalu aku menjelaskan semua yang ku alami, termasuk mengapa aku terjatuh, aku baru sadar ada seseorang yang mendorongku dari belakang dengan kencang sehingga tubuhku jatuh ke dalam air.
"Kita pulang dulu ya Mil"
Bujuk ibu.
"Enggak, Mily mau nunggu Gerald disini aja bu."
Tolakku sambil melamun.
"Mil, pulang dan berdoa itu lebih baik. Mami percaya Gerald baik-baik aja. Dia perenang handal kok dari kecil."
Perkataan mami membuatku kuat dan percaya Gerald baik-baik saja.
Maka ku putuskan untuk pulang. Besok aku akan kembali lagi.
Baru kali ini rumahku ramai, keluargaku dan mami Gerald menginap disini. Kalau Gerald ada, dia pasti senang melihat keluarga kami berkumpul.
Tapi sayangnya rumah ini ramai karena kehilangan Gerald.
__ADS_1
Ku peluk foto Gerald, kamar ini sepi tak ada Gerald di sampingku. Biasanya Gerald sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.