
Aku menemui Rysa di pinggir kolam, belakang penginapan.
"Jangan sok kecakepan lu, Mil"
Kata Rysa sinis.
"Gue gak ngerasa gitu"
Jawabku.
"Munafik lu"
Rysa terus mencercaku.
"Lu kenapa? masih suka sama Jero? Cemburu?"
Aku bertanya dengan tenang.
Aku pikir kalau Rysa mengakuinya, aku akan membantu mengembalikan hubungan mereka
"Gue cemburu sama lu? gak level"
Kata Rysa sambil mendorong ku ke dalam kolam kedalaman tiga meter.
Aku melambaikan tanganku, aku sungguh tak mengerti caranya berenang. Aku panik, aku melihat Rysa menyuruhku naik, ia tak tau bahwa aku tak dapat berenang.
Seketika aku tak melihat apapun lagi segala sesuatu gelap.
Aku membuka mataku, kulihat Jero memberi napas buatan dan menekan dadaku. Aku memuntahkan air dari mulutku.
"Mil, bangun Mil"
Kata Jero sembari terus memberikan CPR.
"Jer.."
Aku menanggapinya lemas, namun sekuat tenaga aku memberi tanda bahwa aku sudah sadar.
Kemudian Jero menggendongku ke kamar dan merebahkanku. Ia meminta Anna membantuku mengganti pakaianku yang basah.
"Mil, kan tadi udah aku bilang jangan ikutin Rysa"
Kata Anna lembut mengingatkanku.
__ADS_1
Aku hanya terdiam kemudian teringat lagi akan kejadian di dalam kolam tadi. Aku sangat takut.
Selesai menggantikan pakaianku, Anna memanggil Jero kembali untuk masuk.
"Kita ke rumah sakit sekarang."
Jero berbicara padaku. Namun aku tetap terdiam, aku masih trauma atas kejadian tadi.
Jero mengantarku menggunakan taksi.
Aku masih terdiam, tak berbicara apapun, mataku kosong. Jero memelukku di dalam mobil dan terus meminta maaf.
Selesai pemeriksaan, Jero mengajakku kembali ke penginapan.
"Kamu tidur disini aja."
Jero merebahkanku di sofa.
Aku tidur dan ia di sampingku menjagaku dari kejahilan Rysa.
Pagi hari Anna sudah menyiapkan teh hangat untukku.
"Kamu udah baikkan Mil?"
Aku menggangguk.
"Rysa mana?"
Tanyaku pada Anna. Karena semenjak kejadian semalam aku tak melihatnya.
"Ia pulang dengan Banyu. Jeremy marah besar, ia menampar Rysa dan mengusirnya".
Anna menjelaskan.
**
Kami pun segera pulang, aku naik ke motor Jero dan ia menarik tanganku agar memeluknya.
"Mil, maaf ya semua gara-gara gue"
Jero meminta maaf.
"Gak Jer, ini karena gue. Hubungan lu sama Rysa malah makin ngejauh."
__ADS_1
Kataku.
"Bagus. Udah keterlaluan itu orang"
Jero terdengar masih marah.
Kami sampai dengan selamat kerumah. Setelah kejadian itu, aku murung tak seceria biasanya bahkan di rumah aku menjadi berbeda.
**
Jero mengantar ku kerja pagi ini. Sesampainya disana aku turun dan tetap bungkam. Bayangan air di kolam itu tak bisa ku lupa.
Aku masuk ke ruanganku dengan muram. Bahkan bu Lea yang biasa mengajak bercandaku, tak ku tanggapi.
Aku tak berbicara dengan siapapun seharian ini.
Sore hari tiba, Jero sudah datang untuk menjemputku, kali ini ia tidak bertengger di motornya menungguku naik, namun turun menjemputku di pintu karyawan.
"Masih kepikiran Mil? Masih trauma?"
Tanya Jero melihatku murung.
"Maaf ya Mil, gara-gara gue, lu jadi kena siram air panas dan tenggelam di kolam"
Setiap bertemu Jero selalu menyalahkan dirinya.
Bruuaakkk
"Lu bisa gak jagain mily? Kalo gak bisa, balikin ke gue"
Gerald memarahi Jero setelah memberikan bogem mentahnya.
Aku tak tahu ternyata ia ada di belakang kami dan mendengar percakapan kami.
Jero hendak membalas, namun ku cegah.
"Pulang Jer, gue mau istirahat."
mintaku pada Jero.
"Saya anter kamu."
Gerald menarik paksa tanganku dan membawaku masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1