
Kami akhirnya selesai makan malam. Karena hari ini adalah malam tahun baru, pihak penyelenggara mengundang salah satu band beraliran pop untuk mengisi live music di panggung dekat Resto.
Aku ikut bernyanyi, Kulihat Gerald mengarahkan kamera ponselnya kepadaku.
"Kamu ngapain sih kak?"
Aku menurunkan tangan Gerald yang jelas-jelas sedang merekamku.
"Pelit kamu, Mil"
Tutur Gerald.
"Ada yang mau request atau mau nyanyi?"
Tanya sang vokalis kepada semua yang hadir.
Gerald mengangkat tangan dan berlari ke arah panggung. Lalu segera kembali ke sampingku.
"Aku kira mau nyanyi, gak tau nya cuma pesen makanan?"
Ledekku bercanda, aku tau ia merequest lagu pada vokalis yang bersuara merdu di depan.
"Saya akan menyanyikan lagu yang di request Ka Gerald untuk Ka Emily"
Kata Sang vokalis membuka pembicaraan agar semua penonton ikut bernyanyi..
Come up to meet you, tell you I'm sorry
You don't know how lovely you are
I had to find you, tell you I need you
Tell you I set you apart
Tell me your secrets and ask me your questions
Oh, let's go back to the start
Vokalis tersebut menyanyikan lagu the scientist dari band kesayangan Gerald, apa lagi kalau bukan coldplay.
"Kamu tau arti lagu ini Mil?"
Tanya Gerald sambil melihat mataku.
"Kalau gak salah, ini kaya orang yang habis putus terus nyesel gitu kan?"
Kataku sambil berpikir makna lagu ini seperti tak cocok untuk kami.
"Iya, tapi kalau saya sebelum putus aja udah nyesel mau ninggalin kamu"
__ADS_1
Katanya tersenyum membuatku cemas
"Kamu mau kemana kak? Mau tinggalin aku? Terus ngapain kamu kasih harapan ke aku?"
Tanyaku marah.
"Bukan Mil, justru saya harus merasakan menyesal dulu sebelum berpikir untuk pisah sama kamu. Kamu gak mau saya tinggal ya? Kamu takut ya?"
Jelas Gerald yang kemudian menggodaku.
Kembang api bermunculan di langit menandakan sudah pukul 00.00
Kami menyaksikan keindahan ini berdua sambil duduk di tepi pantai.
"Selamat tahun baru Kak Gerald. Semoga impianmu ditahun ini tercapai. Amin"
Seruku sambil bertepuk tangan.
"Selamat tahun baru Mil."
Gerald mengucapkan hal yang sama.
"Kak, ke kamar yuk. Duduk di balkon"
Aku mengajak Gerald pindah tempat melihat kembang api.
"Mau ngapain Mil?"
"Mau telepon keluarga, telepon temen-temen juga ngucapin tahun baru. Kamu enggak?"
Kami mengobrol sembari berjalan.
Aku menelpon satu persatu orang yang kutuju, tak terkecuali Dion. Tapi ia tak menerima panggilanku.
Trinng..Trinnggg.
Kulihat panggilan video dari Dion. Kuangkat dengan penuh kegembiraan.
"Hayyy Dion sayaaanngg.. happy new year. Jaga kesehatan"
Kataku kepada Dion.
"Hay M, Selamat tahun baru juga, Jaga kesehatan dan jaga diri."
Dion mengucapkan kalimat itu lagi.
"Lu tahun baruan sama siapa Yon?"
Tanyaku pada Dion.
__ADS_1
"Sama keluarga aja, M. Lu sama siapa?"
Dion bertanya balik.
Kuarahkan camera ponselku ke Gerald.
"Sama bapak HRD."
"*Kak, kenalin ini sahabatku Dion"
Mereka berdua sama-sama tersenyum diujung bibir.
Aku lupa mereka berdua benar- benar kembar. Pendiam, tertutup, dan hanya bisa cerewet kalau sama aku.
"Oke M, gue matiin ya vcnya ,gak enak ganggu."
Kata Dion yang kutanggapi dengan lambaian tanganku.
"Siapa itu Mil?"
"Dion sahabat ku kak"
"Yang pelukan sama kamu dimobil itu?"
Tanya nya lagi.
"Iya"
Jawabku polos sambil mengambil ciki kentang yang dipegang Gerald.
"Masih mau peluk lagi?"
Tanyanya lagi Sambil berdiri dari kursinya
"Yaampun kak, cemburu? Sini sini aku peluk biar impas"
Aku memeluk Gerald dari belakang.
Dan Gerald memegang tanganku
"Masuk yuk Mil, dingin."
Ajak Gerald, sepertinya aku berhasil membuatnya berhenti cemburu.
Gerald mengeluarkan laptop dari ranselnya.
"Kamu ngapain sih kak liburan gini masih urusin kerjaan?"
Aku memprotesnya.
__ADS_1
"Sudah kamu tidur duluan sana."
Perintahnya padaku.