
Hampir tiap hari Dion menelponku tapi tak pernah sekalipun menceritakan tentang Mel. Hanya sesekali bilang jika Mel main kerumahnya atau sebaliknya. Aku menghargai privasinya. Jadi tak pernah aku bertanya.
Hubungan mereka berjalan sudah 1 tahun lebih. pasangan yang harus ku tiru. tidak pernah kudengar cerita mereka bertengkar.
Di sisi lain ada juga Ria teman baikku yang hampir selesai berjuang. Hari ini Felix membawa kado berukuran besar sepertinya memang buat Ria. Karena hari ini Ria berulang tahun.
Ria baru sampai depan pintu hendak masuk ke dalam kelas. Felix mencegah Ria masuk dan bertanya,
"Ria mau gak kamu terima cintaku?"
Kami sekelas terkejut. Ria berjuang dan tidak sia-sia. Bukan hanya perasaannya terbalas tapi tindakan memalukan yang pernah menimpanya mengenai isi suratnya, seakan dihapus oleh Felix dengan kejadian ini.
"iya dong, aku mau"
Jawab Ria dengan muka memerah.
Aku senang dan terharu.
Aku teriak "Mau juga digituin"
"Sama siapa?"
Tanya Lana menggoda
"Gatau Lan . Tar gue cari dulu"
Jawabku tanpa berpikir.
"Lu mau digituin?"
__ADS_1
Bisik Dion sambil tersenyum geli mendengar teriakanku tadi.
"Jujur sih enggak Yon. Gue maunya berdua aja biar romantis"
jawabku sambil berkhayal.
Ah akhirnya Ria mendapatkan pangeran impiannya. Aku sebahagia itu padahal aku saja sampai saat ini masih sendiri.
Bagusnya itu terjadi sebelum kelulusan.
Aku membayangkan jika setelah lulus belum terbalas perasaan Ria. Sudah pasti makin sulit Ria mendekati Felix.
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah. Kami ada jadwal ekskul paskibra. Aku, Grace, Ria, Felix dan Firman duduk dikelas menunggu adik-adik kelas kami yang tergabung dalam tim ekskul ini keluar dari kelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, kami menggoda pasangan baru yang sedang kasmaran. Ternyata secara tidak sengaja kami melukai hati seseorang. Lala adik kelasku yang tergabung dalam tim kami menangis.
Firman mengistirahatkan pasukan. Aku mendatangi Lala yang memilih berdiam dikelasnya saat istirahat. Dia terlihat sangat murung.
Tanyaku pada Lala.
"Kak, boleh Lala izin gak ikut latihan hari ini?"
Lala meminta izin dariku.
"Loh, kenapa La? Lala sakit?"
Tanyaku bingung.
"Enggak kak."
__ADS_1
Seketika Lala memelukku dan menangis.
Lalu ia menumpahkan airmatanya di pundakku. Ku sentuh punggungnya dan kurasakan kesedihannya amat dalam walaupun aku tidak mengerti apa yang membuatnya seperti ini.
"Kak, Lala itu dari awal masuk tim paskibra, dia naksir berat sama Kak Felix"
Rika sahabat karib Lala mendatangi kami membawa air mineral untuk Lala.
Aku tidak tau harus bersikap bagaimana. Aku sedang ikut berbahagia terhadap hubungan Ria dan Felix tapi aku juga ikut sedih mendengar Lala berharap perasaannya dibalas oleh Felix.
Felix, pesona apa yang lu punya sih? Kenapa bisa banyak pengagum lu bermunculan.
Aku berpikir keras mengingat apa yang mereka sukai dari Felix.
Wajah pas-pasan, Nilai pas-pasan, cuma lucu doang kok poin tambahnya.
Aku mendatangi sepasang merpati yang sedang jatuh cinta ini, ku ceritakan mengenai Lala.
Felix pun terkejut.
Ku ajak Felix menemui Lala. Sedangkan Ria kuminta melatih adik kelas bersama Firman.
Aku memberi kebebasan Lala untuk mengungkapkan perasaannya. Mungkin dengan begitu dia akan puas. Aku harap pun Felix dapat mengakhiri harapan Lala.
Ya bagaimanapun aku tetap memihak Ria.
Dia berjuang lebih lama.
Perempuan jaman sekarang kok jadi pejuang pecinta?
__ADS_1
Aku tak habis pikir.
Mungkin dewasa nanti mereka akan senyum-senyum sendiri mengingat kejadian ini.