(Im)Perfect

(Im)Perfect
Tanda cinta Gerald


__ADS_3

"Mil, bisa ke balkon sebentar?"


Tanyanya padaku.


"Takut kak udah gelap banget"


Jawabku.


"Sebentar aja. saya mau ganti baju"


Minta gerald


"Oh oke, jangan lama ya nanti kalo ada hiu atau flying dutchman gimana?"


Tanyaku


"Haha gak ada Mil, itu cuma film"


Kata Gerald meyakinkanku agar tak takut.


Aku duduk di salah satu kursi menghadap ke kerumunan tadi.


Gerald bersimpuh di kakiku dengan membawa kotak kecil yang di dalamnya terdapat cincin.


"Mil, selamat ulang tahun ini kado dari saya untukmu"


Tutur Gerald.


"Maaf kak aku gak bisa nerima kado kaya gini"


Tolakku halus


"Ini bukan cuma kado Mil, ini tanda cinta saya untuk kamu, tolong kamu jaga dan terima ini"


Kata Gerald.


"Masa orang nyatain cinta maksa?"


Ledekku pada Gerald yang tak mahir mengutarakan perasaannya pada seseorang.


"Mil, saya cinta sama kamu, maukah kamu terima cinta saya?"


Tanya Gerald dengan benar.


"Nahh gini, mau kak"


Aku masih meledek sekaligus menerima Gerald.


Aku berdiri dan Gerald memasangkan cincin ke jari manisku.

__ADS_1


"Makasih Mil udah mau jadi bagian hidup saya."


Tutur Gerald.


"Terimakasih juga kak udah milih aku jadi yang pertama semoga juga terakhir.. daaaaannn makasih juga udah nambah sejarah ditanggal ini. Ulang tahun kita dan hari persemian hubungan kita."


Kataku pada Gerald.


"Ya Mil, tahun depan kita nikah ditanggal yang sama ya"


Mimpi dan doa Gerald yang disampaikan padaku.


"Amin kak"


Aku menutup dan mengawali hari dengan bahagia.


"Kak, masih main laptop? Ayo tidur"


Aku mengajak tidur Gerald.


"Iya kamu duluan."


Serunya.


"Enggak mau, aku tungguin aja"


Ancamku.


Jawab Gerald.


"ciye sekarang udah manggil aku sayang"


Godaku yang turun mendekatinya, seketika ia langsung menutup laptopnya


"Iya iya, ayo tidur"


Akhirnya ia mengalah.


"Kamu ngerjain apa sih tiap malem? liat dong"


Paksaku sambil menarik laptop dari tangannya.


"Sudah, ayo tidur"


Dia merangkulku untuk tidur.


Kami berdua merebahkan tubuh kami diatas kasur , lalu saling berhadapan.


"Kak, ini bantal gulingnya aku taruh sini ya"

__ADS_1


Aku sibuk menyusun dua bantal guling berjajar ditengah kami.


Lalu menyelimuti tubuh ku dan Gerald dengan selimut yang sama.


"Selamat tidur kak"


Aku berkata padanya.


"Selamat tidur Mil."


Jawabnya seraya menggenggam tangan kananku.


Kami tertidur dan terbangun tetap pada posisi yang sama, yaitu tangan kami saling bertautan.


Alarmku berbunyi menandakan sudah pukul lima.


Aku bangun dan ku matikan suara alarm yang sangat berjasa padaku, tetapi ada kalanya sangat mengganggu seperti saat ini.


"Kenapa tidur lagi ?"


Tanya Gerald yang sedikit membuka mata melihatku tertidur lagi.


"Mau tidur aja hari ini sebelum check out."


Kataku sambil memeluk perut Gerald.


Bantal pemisah sudah tak ada diantara kami. Semalam dengan tidak sadar kuambil satu dan Gerald mengambilnya satunya juga.


"Oh gitu, nanti jam tujuh ikut sarapan?"


Tanya Gerald


"Enggak"


Jawabku sambil menggeleng dan makin mengencangkan tanganku memeluk Gerald, seakan mengajaknya untuk tidak pergi sarapan juga.


"Ya sudah"


Kata Gerald sambil membalas pelukanku. Lalu ia mencium rambutku.


Kami melanjutkan tidur kembali. Rasanya cukup bagi kami dua hari kemarin mengelilingi pulau kecil ini dan berfoto disemua tempatnya.


Matahari semakin tinggi, memancarkan sinarnya kewajahku melewati celah-celah kayu.


Aku dan Gerald masih berpelukan.


Kuciumi pipinya berulang ulang agar ia terbangun.


"Genit kamu"

__ADS_1


Gerald bangun dan tersenyum melihat tingkahku.


__ADS_2