(Im)Perfect

(Im)Perfect
Kelas 3


__ADS_3

Aku pun menelpon Dion


"Dion, maaf gue baru bangun"


Dion membalas perkataanku dengan mengajak bertemu di mall tengah kota.


Aku pun mengiyakan. Sekalian menghilangkan suntuk memang baiknya aku mencari suasana baru, kalau dikamar terus bisa habis stok air mataku.


Dion sudah sampai dan duduk menungguku di salah satu resto dalam mall. Aku datang dan Dion melambaikan tangan memberitahu keberadaannya. Dion seperti biasa, penampilannya sederhana Jeans panjang, polo shirt putih dan sepatu keds. Aku juga memiliki penampilan yang hampir sama dengannya. Aku mengenakan kaus biru, Jeans biru, dan sepatu keds serta tas selempang kecil.


"Hy M, mau pesen apa?" tanyanya mengawali obrolan.


"Minum dulu aja Yon" jawabku tanpa berpikir lagi.


"Lu baru bangun langsung kesini. Udah bisa gue pastiin lu belum sempat makan" Analisa Dion terhadapku memang betul.


"Iya gak laper" Aku lupa sedang berbicara dengan manusia super overprotective.


"Yudh gue pesenin" Sembari dia jalan ke meja kasir memesan dan membayar.


Tak lama waitres membawakan 1 paket nasi dan ayam bakar serta 2 Es jeruk.

__ADS_1


"Tuh makan M" Dion menyodorkan sepiring nasi kepadaku.


Aku tidak perlu membantah. Panjang nanti ceritanya berdebat sama sahabatku ini.


Selesai makan Dion menginterogasiku.


Akhirnya ku ceritakan mengenai Eric kepadanya mulai dari 10 hari Eric menunggu jawabanku dan kejadian kemarin siang.


Dion diam dan mengambil napas panjang.


"Jadi selama ini lu umpetin semuanya dari gue?" protes Dion yang sudah kuduga akan terjadi.


"Ya Yon. Udah terjadi juga. Lu mau marah juga ke gue?" Tanyaku pasrah.


"Iya bawel. Btw, Meli tau lu udah pulang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Gak. Kan gue kesini khusus buat lu. Dia gak perlu tau. Gue mau istirahat aja seminggu ini sebelum mulai sekolah. Capek juga gue disana bantu di pabrik dan di toko" Keluh Dion padaku.


Aku sedikit terbantu dengan keberadaan Dion. Dion selalu bisa membuatku merasa lebih baik.


"Eric nya emang gak baik, M. Bukan salah lu kok" Kata Dion meyakinkanku.

__ADS_1


"Sekarang lu cari pacar baru ajalah biar gak inget-inget dia" Dion memberikan solusi yang menurutku memang harus aku lakukan.


Sekolah dimulai. Aku sudah jadi siswa kelas 3 disekolah yang sama dengan teman-teman yang sama. Semua naik kelas termasuk Nando. Patokan kami hanya Nando. Jika Nando naik kelas, kami yakin semua pasti naik kelas.


Selama libur dua minggu, aku dekat dengan teman rumahku. Namanya Reza, orangnya sesuai kriteriaku sih. tinggi tegak dan berisi. Dia memang atlit taekwondo. Sekolahnya jauh dari sekolahku. Tapi hari ini tak disengaja dia berpapasan denganku dijalan.


"Bareng yuk" Reza mengajakku.


"Oh oke" aku menyutujuinya. Karena untuk jalan sampai ujung gang lumayan memakan waktu.


Tapi ternyata Reza mengantarku sampai sekolah. Kemudian Reza bergegas melanjutkan perjalanan ke sekolahnya. Sebelum masuk, kami sempat bertukar nomer handphone.


Aku mengirimkan pesan terlebih dahulu kepadanya ucapan terimakasihku karena dia sudah berbaik hati mengantarku.


Reza, Makasih ya udah nganterin gue. Emily~


Isi pesan singkat pertamaku padanya.


Lana datang disebelahku dan bertanya


"Siapa tadi tuh Mil? nah gitu dong udah ada yang baru".

__ADS_1


Oh iya kelas kami tetap menggunakan ruang kelas yang lama. Karena Jurusan IPA dibawahku banyak peminatnya tahun ini. Jadi menggunakan kelas yang lebih besar.


Letak duduk kami pun tak kami ubah. Lana tetap di kananku dan Dion disebelah kiriku.


__ADS_2