
"Eheemm.."
Gerald mendehem.
Aku tak sadar dia berada di belakangku, aku juga tak tau apakah ia melihat pesan dari Jero.
"Eh dari kapan kak disitu?"
Tanyaku.
"Daritadi sebelum kamu membaca pesan dari Jeremy"
Katanya datar.
"Ada apa kak?"
Tanyaku lagi.
"Nanti jam sepuluh datang ke kantor saya. Ada berkas yang harus kamu tandatangani Mil"
Jawab Gerald dingin.
Toko sudah mau buka, kusadari aku belum membalas pesan Jero tadi.
Aku juga bingung harus membalas apa.
Kalau aku mengiyakan, Aku tak jadi membalaskan dendam untuk tidur .
Karena belakangan ini banyak kejadian yang membuatku begitu kelelahan.
Tapi kalau aku tolak, aku juga akan kesepian di rumah sendirian.
Apa lebih baik aku tidur dikamar Olin?
Lamunku yang disebabkan toko begitu sepi hari ini, mungkin karena semua orang sudah berlibur keluar kota.
Tak terasa sudah pukul sepuluh, aku bergegas pergi ke kantor HRD.
Ku ketuk pintu ruangan Gerald. Dia mempersilahkanku masuk.
"Ada apa ya kak?"
Tanyaku cemas, karena aku merasa tidak berbuat kesalahan.
"Ini di baca dahulu terus tandatangani"
Kata Gerald sembari menyodorkan selembar kertas.
...Surat Persetujuan...
Saya yang bertandatangan di bawah ini
__ADS_1
Nama : Emily Anandita
Umur : 18 tahun
Tgl lahir: 02 Januari
Menyatakan bersedia menghabiskan cuti bersama dengan
Nama : Michael Gerald
Umur : 28 tahun
Tgl lahir: 02 Januari
Untuk berlibur di Floating Cottage kepulauan seribu. Selama Tiga hari dua malam,
terhitung sejak tanggal : 31-12 till 02-01.
Persetujuan ini tidak dapat ditolak.
Yang bertandatangan dibawah ini,
Emily - Gerald
Aku membalik lembar persetujuan tersebut, seraya meminta penjelasan dari Gerald.
"Itu kan udah jelas Mil"
"Kok mendadak sih kak?"
"Ya sudah sekarang telepon ibumu, minta izin lalu tandatangani surat ini."
Perintahnya.
Aku menelpon ibu meminta izin dengan sedikit berbohong, ku katakan aku akan pergi bersama beberapa teman kerja. Agar ibu mengizinkan dan tak mencemaskanku.
"Sudah di approve kan?"
Tanya nya yakin karena mendengarkan percakapanku dan ibu.
"Iya kak, tapi Sisca kan masih sakit. Masa tega ninggalin dia."
Kataku keberatan.
"Sisca udah ditangani Richard, Richard sendiri yang minta agar kita memberikan mereka berdua waktu untuk saling mengenal."
Kata Gerald meyakinkanku.
"Aku masih ragu kak. Sisca kan begitu karena kita"
Aku masih merasa bersalah.
__ADS_1
"Orang memilih jalan hidupnya bukan karena pengaruh orang lain,Mil. Tapi karena dirinya sendiri."
Kata Gerald menceramahiku
"Aku belum tau kak, masih tak enak hati sama Sisca"
Jawabku bimbang.
"Saya boleh tanya sama kamu? lebih baik Sisca sama saya yang sudah pasti tak serius mengurusnya atau Sama Richard yang sudah pasti memperhatikannya dengan tulus?"
Tanya Gerald memberikan pilihan padaku.
"Sama Kak Richard"
Jawabku memilih yang terbaik untuk sisca.
"Terus saya sebaiknya sama siapa?"
Tanya Gerald menggodaku.
"Gerald sama Emily"
Jawabku kembali menggodanya dan dia diam, terkejut karena rayuannya kutanggapi.
Aku menandatangani Surat persetujuan dari Gerald. Dan segera memberikan jawaban pada Jero bahwa aku tak dapat memenuhi undangannya.
"Mil, besok kita berangkat pagi sekali. Kamu nginep dirumah saya aja ya, rumah saya kan lebih dekat dengan dermaga?"
Tanya Gerald padaku. Aku masih berada di ruangannya.
"Ah masa aku nginep di rumah cowo? gak ah"
Tolakku.
"Ya nanti saya tidur di sofa, Mil. Kamu tidur di kamar saya"
Jelas Gerald.
"Gak Mau!"
Tolakku keras.
"Serius Mil, kita harus sampe dermaga jam enam. kalo dari rumahmu, saya harus bangun jam berapa?"
Tanya Gerald yang kemudian membuatku tak enak hati.
Dasar Mily, sudah ditraktir liburan masih saja banyak mau. Hatiku menyalahkan logikaku.
"Oke deh. Tapi di rumahmu ada siapa?"
Tanyaku lagi.
__ADS_1
"Saya hanya tinggal berdua dengan Richard,Mil."
Jawab Gerald.