(Im)Perfect

(Im)Perfect
Hukuman


__ADS_3

"Sudah jam 23.00 anak-anak. Yang mau kembali ke villa untuk istirahat silahkan ya. Kecuali Emily, Ria, Felix, dan Eric"


Pak Indra memberi pengecualian pada kami berempat.


Mungkinkah beliau melihat Eric menghabiskan sayuran milikku? Lalu kenapa dengan Ria dan Felix?


Aku bertanya dalam hati


Kami berempat dipanggil Pak Indra untuk mendekatinya.


"Jangan bohongi bapak. Bapak liat tadi Felix membantu Ria menghabiskan sayurannya kan? Begitu juga dengan Eric dan Emily. Bapak lihat. Sekarang, sudah tau kan harus ngapain?"


Penjelasan dari pak Indra diikutin pertanyaan.


"Pak, saya aja. Kan saya yang gak habisin. Eric gak salah"


Aku keberatan dengan keputusan Pak Indra.


"Gapapa pak. Justru saya aja. Emily tadi masih makan, saya yang ganggu karena saya masih laper pak"


Jawab Eric membelaku agar tak dihukum.


"Gak bisa. Kalian bekerjasama untuk hal yang sudah bapak larang. Kerjakan sekarang"


Perintah Pak Indra tak bisa di elak.


Kami berempat mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di taman. Taman ini diperuntukkan untuk semua penyewa villa. Jadi kami memunguti sampah bukan hanya milik kami, tapi juga semua penyewa villa yang tak kami kenal.


"Ecieeee balikan bisa kali"


Ria dan Felix menggoda kami.


Aku dan Eric canggung mendengar ledekan mereka.


"Yank kesebelah sana yuk"


Ria mengajak Felix menjauhi kami.


Aku tau, dia pasti sengaja meninggalkan aku danEric berdua.


"Makasih ya Ric tadi bantu gue abisin sayuran. Dan sori jadinya lu kena hukuman."


Aku mengawali obrolan dengannya.

__ADS_1


"Kan tadi gue bilang gue laper. Bukan bantuin lu"


Jawab Eric ketus.


Aku tidak mau lagi mencoba memulai obrolan dengannya.


Aku fokus memunguti sampah.


"Waktu itu kenapa gak dateng ke danau?"


Tiba-tiba Eric bertanya membuatku bingung harus menjawab apa.


"Gue gak bisa. Gue udah bilang ke Lana"


Jawabku jujur.


"Iya artinya lu yang nutup hubungan ini dengan gak baik-baik ya Mil?"


Dia bertanya atau menuduh, aku tak tau.


"Iya maaf."


Hanya itu yang dapat kukatakan.


Eric berasumsi sendiri.


"Udahlah Ric, udah lewat."


Aku memberhentikan obrolan ini.


Aku tak mau Eric tau kejadian waktu aku mengejarnya. Ini akan berdampak buruk bagi hubungannya dengan Ara.


Aku pergi menjauhinya ke sudut taman yang lainnya.


"Aaaarrgghhh"


Aku berteriak terkejut melihat ular di hadapanku.


Ular itu melihatku seakan menantang.


"Ada apa?"


Eric mendengar teriakanku dan mendekat kearahku.

__ADS_1


"Itu ular, Ric"


Tangan kananku menunjuk kearah ular itu berada dan tangan kiriku sibuk memeluk tangan kanan Eric.


Aku sungguh ketakutan bukan mencari kesempatan.


Dengan tenang Eric mengulurkan sebuah kayu panjang ke arah ular tersebut dan mengarahkan sang ular untuk mengikuti kayu dan dilepas ketika sampai ke kebun kosong yang agak jauh dari vila.


Aku masih menggenggam satu tangan Eric selagi ia menggiring ular nyasar tersebut.


Keringat ku berkucuran di tengah malam sedingin ini.


Kami menyaksikan ular memasuki area perkebunan dan hilang ke dalam semak.


Eric memelukku dalam dekapannya.


"Tenang Mil. ularnya udah pergi"


Aku terdiam dan membalas erat pelukannya. Ketakutanku melebihi rasa gengsiku.


Jujur ini pelukan pertamaku dengannya, waktu pacaran dulu kami tak pernah seberani ini.


Eric membawaku kembali ke area taman sambil merangkul ku.


"Udah kamu duduk sini aja. Aku lanjutin dulu pungutin sampah"


Kata Eric sembari mempersilahkanku duduk.


Aku buru-buru bangkit dari dudukku melanjutkan hukuman tadi. Sedikit lagi selesai.


Sikap Eric kembali dingin. Aku pun tak peduli, aku segera menyelesaikan agar tak bertemu ular lagi.


"Udah bersih Ric. Gue balik ya ke kamar"


Aku pamit kepada Eric.


Mataku mencari Ria tapi tak ketemu. Letak Villa kami paling jauh menyusuri jembatan kecil dan melewati turunan terjal yang disamping kanan kirinya pepohonan.


Pihak sekolah menyewa 6 villa terpisah di dalam satu komplek ini. Satu villa terdiri dari dua kamar yang tediri dari delapan siswa.


Duh merinding juga jalan kaki sendiri. Parah Ria, bucin sih bucin tapi temen jangan ditinggal.


Gerutuku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2