(Im)Perfect

(Im)Perfect
Pernikahan


__ADS_3

Hari yang kami tunggu telah tiba, Aku mengenakan gaun pengantin putih berbentuk A-line dengan off shoulder membuat bahuku terlihat. Rambutku yang sedikit melewati bahu ku biarkan terurai dan sedikit ku curly , lalu pada kepalaku, ku pakaikan hiasan jewel crown headband yang menawan tetapi tetap memberikan kesan simpel.


Sedangkan Gerald memakai kemeja wings collar yang berlapis tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu. Menambah kegagahannya.


Kami berjalan bersama ke altar. Gerald dan aku mengucapkan janji suci, sehingga hari ini kami resmi menjadi suami istri.


Gerald mengingat keinginanku untuk makan malam bersama setelah pemberkatan. Namun karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk menggantinya menjadi Lunch wedding reception.


Kami mengundang beberapa kerabat dekat termasuk Olin, Grace, Ria serta Richard.


Kami bersukacita bersama menikmati hari ini.


Semua yang hadir tak lupa memberikan kami ucapan selamat ulang tahun.


"Dapet kado apa dari suami, mil?"


Tanya Ria


"Ciye suami sekarang ya bahasanya"


Kompak Grace dan Olin.


"Ini"


Ku tunjukkan cincin yang tadi Gerald pasangkan di jariku.


"Belum, itu hadiah pernikahan. Hadiah ulang tahunmu nanti di rumah ya"


Kata Gerald menyanggah omonganku.


"Terus lu kasih apa Mil ke kak Gerald?"


Tanya Olin


"Nanti malem lah hadiahnya"


Aku memberi kode kepada tiga sahabatku. Mereka mengerti benar apa maksudku.


"Nanti mami mau cepet punya cucu ya Ger, Mil"


Mertuaku menyambung


"Haha nantilah mi, Gerald mau berduaan dulu sama Emily."


Kata Gerald menolak.


"Oh gak bisa, mami sudah terlalu lama nunggu kamu pilih istri. Sekarang mami disuruh nunggu lagi punya cucu"


Ucap mertuaku memaksa Gerald.

__ADS_1


"Iya Mil, jangan ditunda-tunda, ayah juga mau punya cucu."


Ayahku pun ikut mendukung mami Gerald.


"Ya doain aja ya mi, yah, bu"


Kataku kepada orangtua kami.


Kami larut dalam percakapan yang panjang. Tak lama, mertuaku harus berangkat lagi menuju bandara. Ia orang yang sangat sibuk sejak dulu. Itu yang membentuk Gerald menjadi pendiam seperti saat pertama kali kami bertemu.Ia hanya tak pernah tau kepada siapa harus bercerita.


"Mil, mami kirim kado langsung ke rumah kalian ya"


Kata mertuaku berbisik.


"Gak usah repot-repot mi"


Ucapku tak enak hati.


"Gak apa, terima aja. Mami titip Gerald ya. makannya diatur. Tolong di masakin aja tiap hari, jangan kasih Gerald makan sembarangan"


Pesan mertua kepadaku dan aku menyanggupinya.


Aku dan Gerald pun pulang ke rumah baru kami. Sesaat seluruh tamu berpamitan.


"Aku lelah"


Aku langsung rebahan di kasur pilihanku.


Gerald menggodaku dan membuatku tertawa.


"Ya,, ya,, aku tau..aku mandi dulu kalo gitu"


Aku pamit untuk membersihkan diri.


"Ya, sayang".


Jawab Gerald mesra.


Selesai mandi, kami berbincang di dalam kamar.


"Oh iya kak, tadi mami bilang kado sudah diantar. Kado apa ya?"


Tanyaku mungkin Gerald tau.


"Saya juga belum tau, oh iya ini hadiah untukmu dari saya. Selamat ulang tahun Emily ."


Gerald mengkaitkan sebuah kalung di leherku dengan liontin berbentuk huruf M.


"Kok M ?"

__ADS_1


Tanyaku tak paham.


"M untuk eM-Mily. atau M untuk Michael Gerald"


Jawabnya.


"Thank youuuu"


Ucapku bahagia.


"Katamu mau kasih saya hadiah malam ini? yuk sekarang"


Kata Gerald sembari membuka kemejanya. Ia salah paham dengan maksudku.


"Ih bukan itu."


Kataku menertawakannya. Lalu berjalan mengambil sesuatu di dalam koper.


"Ini. Happy birthday Gerald"


Aku membalas ucapan selamat yang mirip dengan ucapannya tadi padaku.


Ia membuka isi kado tersebut.


"Thank you kadonya. Tapi kenapa tadi kamu kasih kode ke teman-teman mu?"


Tanya Gerald bingung.


"iya seminggu yang lalu waktu beli jam ini, aku mengajak mereka dan minta pendapat."


Kataku menjelaskan kode tadi siang.


"Oh... Jadi tidak ada kado seperti yang aku pikirkan?"


Tanya Gerald lagi.


"iya ada nih"


Aku mencium bibir tipis Gerald dan ia membalasnya.


"Selanjutnya gimana?"


Tanyaku pada Gerald yang ia jawab dengan ketidaktahuannya juga.


"Aku tanya Olin dulu sebentar"


Aku mengambil ponsel dan mencari nama Olin di kontakku.


"Eh apa-apaan sih kamu? malu tau. Udah kita nonton aja dulu contohnya"

__ADS_1


Gerald melarangku dan menarik ponselku.


Lalu kami berdua menonton film beradegan dewasa dikamar.


__ADS_2