(Im)Perfect

(Im)Perfect
Positif


__ADS_3

"Pagi sayang"


Sapa Gerald sembari mengecup keningku.


"Pagi"


Jawabku lemah.


"Kamu sakit?"


Tanya Gerald khawatir.


"Cuma kurang enak badan aja kak"


Jawabku agar ia tak cemas.


"Berobat ya"


Ajak Gerald.


"Enggak mau, aku cuma butuh tidur"


Tolakku.


"Ya sudah saya kerja dulu, nanti kalau ada apa-apa langsung hubungi saya ya Mil"


Kata Gerald


"Sayang, jangan kerja. izin dulu hari ini"


Mintaku melarang ia bekerja.


"Ada pelamar yang harus saya interview hari ini sayang"


Gerald menjelaskan.


"Berikan pada tim mu."


Aku memaksa.


"Saya akan buatkan teh dan roti bakar dulu untukmu, kemudian berangkat"


Jawab Gerald sambil berlalu ke dapur dan kuikuti.


Huwekk huweekk


Aku memuntahkan seluruh isi perutku saat Gerald membuat roti bakar yang aromanya sangat kuat.


"Kamu kenapa Mil?"


Gerald memijiti punggung dan leherku.

__ADS_1


"Gak tau, kamu jangan masak apa-apa. Aku gak kuat baunya"


Kataku meminta.


"Baik, saya akan pesan makanan saja. Kamu mandi Mil, Saya antar berobat ya"


Ucap Gerald.


"Gak kak.. aku gak mau kemana-mana, cuma pengen di rumah sama kamu"


Permintaanku semakin aneh.


"Ya sudah saya telepon Richard dulu"


Katanya seraya mengambil ponselnya.


Setelah sambungan terputus, Bu Lea yang baru saja menyelesaikan cuti melahirkannya, menelpon suamiku.


"Ya bu ada apa?"


Gerald bertanya.


"Tolong di loud speaker ya Ger, saya mau bicara sama kamu dan Emily"


Kemudian Gerald menuruti permintaannya.


"Hy Emily sayang apa yang kamu rasain? tadi sewaktu Gerald menelpon Richard, kebetulan aku berada di ruangan Richard. Kemudian dia menceritakan kalau kamu sakit"


Jelas nya padaku.


Jawabku.


"Kamu muntah nyium bau masakan?"


Tanya nya


"Iya bu, kok tau?"


Tanyaku heran.


"Saya udah pernah di posisi kamu, sayang"


Ucap Bu Lea kepadaku.


"Gerald, ajak Emily sekarang ke rumah sakit."


Bu Lea menyuruh Gerald


"Bilang sendiri bu sama Emily, dari kemarin saya sudah mengajaknya, tapi selalu ditolak"


Gerald mengadukanku

__ADS_1


"Mil, nurutlah ya sama suamimu. Sekarang berangkat. Sepagi ini dokter obgyn banyak yang praktek"


Bu Lea menasehatiku.


"Iya Bu Lea kesayangan Mily"


Jawabku sembari mematikan sambungan telepon.


Kami memilih rumah sakit terdekat dengan rumah, aku datang dan mengantri di depan poli umum.


"Ibu keluhannya apa?"


Tanya dokter


"Mual muntah dan sering pusing Dok"


"Ada keluhan lain?"


"Tidak ada dok"


"Terakhir menstruasi kapan?"


"Seminggu sebelum menikah dok, kira-kira akhir bulan desember"


Kataku mengingat. Lalu aku diberi tabung kecil untuk menampung urinku.


Setelah itu dokter memanggilku kembali.


"Selamat ya Pak Bu, Bu Emily positif hamil. Untuk lebih jelasnya saya rujuk ke poli obgyn ya."


"Saya punya anak Dok?"


Tanya Gerald dengan wajah sumringah.


Lalu kami pindah ke ruangan dokter kandungan yang menjelaskan lebih detil.


Gerald terus menerus mengelus perutku dan mencium dahiku berulang-ulang sembari berkata "Makasih ya Mil, kamu udah sempurnain hidup saya."


Selesai pemeriksaan Gerald langsung mengajakku ke sebuah Mall.


"Kita mau ngapain kesini kak?"


"Mau belanja keperluan anak kita nanti Mil"


"Astaga kak masih lama. Kata orangtua dulu pamali."


"Serius begitu?"


"Iya"


"Tapi kita udah terlanjur kesini, saya juga sudah izin dikantor"

__ADS_1


"Ya udah kita belanja bulanan aja "


Akhirnya Gerald mengurungkan niat awalnya karena sebuah mitos.


__ADS_2