(Im)Perfect

(Im)Perfect
Kerja


__ADS_3

Baru jam 08.00 , tanteku sudah menelpon.


"Mil, Kamu gak sibukkan?"


tanya tante kepadaku


"Enggak, tan. Ada apa ya?"


Aku balik bertanya.


"Butik tante butuh karyawan tambahan untuk dua bulan ini aja sampe lebaran. Kamu mau gak?"


Semua Fashion store memang mendadak jadi ramai mendekati hari raya besar.


"Ya mau dong taaann. Mulai kapan?"


Aku memang antusias jika berhubungan dengan pekerjaan. Aku tak betah berlama lama di rumah.


"Besok ya Mil."


Jawab tanteku membuatku girang bukan kepalang.


Aku bersiap merapikan cv dan lamaran. Walaupun outlet itu milik tanteku, tetap saja aku harus bersikap sama dengan karyawan lainnya jika di tempat kerja.


"Ngapain Mil?"


tanya ibuku melihat anak perempuannya mondar-mandir memikirkan apa saja yang harus dibawa besok.


"Aku besok kerja di butik tante Jen, Bu"


Aku mengatakan pada Ibu sambil berjingkrak.


"Oh ya baguslah jadi jatah belanja beras ibu berkurang . Kalo kamu dirumah aja malah makan mulu"


Kata ibuku meledek.


Aku tak membalas perkataan ibu. Aku teringat Dion. Aku mengirim pesan padanya. Setelah lama loss contact.Terakhir ya sepulang dari villa itu.

__ADS_1


"Dion sayang, besok gue kerja dong. Mau kasih selamet gak?"


Aku memberitahu dengan antusias.


Ia tak membalas. Memang dia pebisnis sibuk. Yang kudengar belakangan malah dia menambah pekerjaannya lagi. Ia menjadi marketing di salah satu perusahaan swasta ternama.


Entahlah anak itu untuk apa ia bekerja pagi ke pagi.


Esoknya, Aku datang satu jam sebelum outlet buka. Aku diajarkan tentang profil produk oleh manager toko ini langsung.


Aku mudah memahami detil produk hingga harga.


Pagi ke siang outlet hanya dikunjungi beberapa pembeli.Tapi menjelang malam, kami kewalahan menghadapi customer yang semakin padat. Tapi aku sangat menikmati kegiatanku disini.


Sudah satu minggu aku disini. Makin hari makin ramai, karena hari raya makin dekat.


biippp. Ponselku bergetar kubuka dan kubaca pesannya.


Maaf M gue baru sempat ngasih kabar. selamat ya semoga lu betah di tempat kerja lu. Lu apa kabar?


Pesan Dion.


Setiap hari ini yang terjadi sampai aku lupa namanya mengurus diri sendiri. Tapi ini begitu ku syukuri.


Tak terasa sudah dua bulan aku disini. Besok setelah hari raya, aku akan menganggur lagi.


Aku mengirim pesan di grup ku bersama Grace, Olin dan Ria.


Aku : Guys, minggu depan ketemu yuk. Gue libur.


Grace : Iya yuk. Ada yang mau gue obrolin.


Olin : oke. Gue minta izin dulu sama bos gue.


Ria : Baiklah..Gue bisa.


Diantara kami hanya aku dan Olin yang sudah bekerja.

__ADS_1


Ria dan Grace hanya mengikuti jadwal kami. Mereka berdua sudah berencana untuk kuliah dulu.


Sedangkan aku akan mulai mencari kelas karyawan. Dan Olin tak ada niatan ke jenjang yang lebih tinggi.


Siang ini aku dipanggil ke ruangan HRD. Aku tahu hari ini kontrakku berakhir. Pak Gerald kepala HRD memberiku secarik kertas yang harus kutandatangani.


Kubaca dengan seksama "Pengangkatan karyawan tetap"


"Pak, ini salah kertas"


Aku menyodorkan kembali kertas itu pada pak Gerald.


"Gak kok. saya sudah benar."


Jawab Pak Gerald dengan senyum tipisnya


Kalo saya perhatikan si bapak ini keren juga, masih muda dan tampan.


"Bu Lea, suka cara mu menservice customer."


Pak Gerald menjelaskan bahwa bu manager lah yang membuatku masih disini.


Aku menandatangani surat pengangkatan tersebut.


"Pak, mau saya traktir gak?


Ucapku menggodanya. Aku begitu senang diangkat jadi karyawan tetap. Tapi tak ada orang untuk berbagi kesenangan itu. karena iseng kuajak saja bapak Hrd keren ini.


"Boleh."


Dia menjawab diluar dugaanku. Aku kira akan ditolak.


"Di cafe Queen ya pak. Eh tapi saya lembur hari ini."


Aku baru ingat akan menggantikan temanku yang izin. Sedangkan Pak Gerald jelas-jelas tim office.


kerjanyapun hanya sampai sore.

__ADS_1


"Ya gapapa saya tunggu."


Jawab Pak Gerald dengan senyum tipisnya lagi.


__ADS_2