
Beberapa bulan telah berlalu, kehamilan Meira tinggal menunggu hari saja, dan itu membuat Daffin harus selalu bersiaga karena ia ingin terus mengikuti proses kehamilan Meira yang ini, karena waktu ia hamil Twins, ia tak pernah tahu, makanya ia tak ingin melewatkan kesempatan ini.
"Sayang, apakah waktu kamu hamil Twins juga besar seperti ini?" Tanya Daffin karena ia melihat perut meira begitu besar.
"Iya mas bahkan besar ini deh Ira rasa." Balas Meira sambil ia memegang perutnya dan juga mengelus-elusnya.
"Hah?, apakah itu artinya kita akan punya anak kembar lagi sayang?" Tanya Daffin yang terlihat begitu penasaran.
"Ira nggak tahu mas, " Kata Meira apa adanya.
"Haiis, kamu sih nggak pernah mau di USG, kan biar kita tahu anak kita sayang." protes Daffin, karena setiap mereka memeriksakan kandungan, Meira nggak pernah mau untuk melakukan USG.
"Mas, Ira hanya ingin mengikuti proses kehamilan ini apa adanya, dan mengapa Ira tidak mau di USG, karena Ira ingin kelahiran anak kita akan menjadi kejutan yang terindah yang di berikan Allah kepada kita mas, jadi mas jangan marah ya.." Jelas Meira sembari ia memegang kedua pipi suaminya dengan tatapan kelembutan kepadanya.
"Mas Nggak marah kok sayang, Mas akan terima keputusan kamu kok, ya sudah ayo kita sarapan dulu, pasti anak-anak sudah menunggu kita di meja makan." Ujar Daffin sembari ia mengajak Meira melangkah menuju keluar kamar mereka.
"Baiklah Mas Ayoo " Balas Meira yang kemudian ia pun mengikuti suaminya menuju ke ruang Makan, dan benar saja, ternyata sesampainya di sana sudah ada dua bocah kecil sedang duduk manis di kursinya masing-masing.
"Assalamu'alaikum anak-anak Biyah." Salam Daffin ketika mereka sudah berada sana.
"Wa'alaikumus salam Biyah, Umah" Jawab mereka secara bersamaan.
"Maaf ya sayang, kalian menunggu lama ya?" Tanya Meira sambil ia duduk di sebelah Azia.
"Nggak kok Umah kami juga baru datang kok" Jawab Azmy santai.
"Iyakah?" Tanya Daffin juga.
"Iya loh Biyah, soalnya tadi Zia dan A'a Ami, main-main dulu sama para bibi tadi Biyah." Balas si comel Azia membuat Daffin tersenyum karena melihat wajah lucunya.
"Alhamdulillah, syukurlah nak, kalian memang selalu membuat Biyah dan Umah bangga, karena kalian selalu membawa kebahagiaan untuk siapa pun, apalagi untuk Biyah dan Umah, jadi terimakasih ya sayang, sudah membawa kebahagiaan untuk kami." Tutur, Daffin dengan wajah yang terlihat begitu bahagia karena ia telah memiliki Twins.
"Sama-sama Biyah, kami juga bangga menjadi anak Biyah dan Umah, " Kata Azmy dengan gaya dewasanya.
"Benar banget, Zia juga bangga loh Biyah" Sambung Azia dengan suara lengkingannya, membuat Daffin dan Meira tersenyum lucu melihatnya.
"Sudah sudah sudah, sekarang kita sarapan dulu yuk, " Kata Meira sembari ia mengambil makanan satu persatu untuk Daffin dan Twins,
"Oke Umah." Jawab ketiganya, dan setelah itu mereka pun mulai menikmati makanannya. dan di saat mereka sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba Meira terpekik..
"Aaakh!!"
Mendengar istrinya menjerit Daffin sontak kaget, hingga sendok yang ia pegang terlepas dari tangannya. " Ada apa sayang?." Tanya Daffin yang langsung menghampiri Meira, yang terlihat memegang perutnya.
__ADS_1
"Sakit Mas!." Jawab Meira singkat dengan suara yang tertahan karena menahan sakit.
"Ya Allah, sepertinya kamu mau melahirkan sayang ayo kita sekarang ke rumah sakit." Ajak Daffin yang kemudian ia langsung menggendong istrinya.
"Akh, mas Ira bisa jalan sendiri, Ira takut jatuh Mas." Protes Meira saat di dalam gendongan suaminya.
"Sssth, sudah jangan protes, kamu pasti sulit berjalan, " Kata Daffin yang kemudian ia langsung berjalan keluar menuju ke mobil mereka, dan di ikuti oleh Twins di belakang.
"Apakah Adik bayinya mau keluar A'a?." Tanya Azia saat mereka mengikuti kedua orang tuanya.
"Sepertinya begitu, sebaiknya kita berdoa saja, semoga Umah dan adik kita selamat dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi Umah kita." Jawab Azmy yang terlihat dewasa.
"Aamiin." Balas Azia, dan kemudian mereka semuanya pun memasuki mobil yang kebetulan mobil sudah di persiapkan oleh Rio, dan setelah semuanya sudah siap, Rio pun melajukan mobilnya dengan cepat, karena Daffin tidak tahan mendengar rintihan Meira, ia selalu mendesak Rio agar cepat mengemudi mobilnya. hingga tanpa terasa mereka pun sampai di depan pintu rumah sakit, dan setelah sampai Daffin langsung membawa Meira keruangan bersalin dengan di bantu para suster yang mendorong brankar.
Sesampainya di dalam, Meira langsung di baringkan di ranjang bersalin, Daffin yang masih setia memegang tangan Meira, akhirnya mengikuti proses kelahiran anaknya.
"Baiklah Ibu, jalan bayi sudah terbuka dengan sempurna, sekarang ikuti aba-aba dari saya ya, " Kata sang bidan mengasih instruksi pada Meira dan di anggukkan oleh Meira.
Dan persalinan pun hendak di mulai di awali basmalah Meira
بسم الله الرحمن الرحيم
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah”.
dan setelah itu ia mulai mengikuti instruksi sang bidan, bila ia di suruh mengejan ia pun langsung mengedan sambil mengucapkan.
“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya.
Setelah ia mengucapkan itu langsung terdengar suara tangis bayinya..
Oek..oek..oek..
"Alhamdulillah, bayi kita perempuan sayang.." Ucap Daffin saat ia melihat seorang bayi perempuan di pegang oleh sang bidan dan langsung di serahkan pada susternya.
"Dok ada yang mau keluar lagi!.." Seru Meira yang terdengar ia sedang menahan sesuatu.
"Ma syaa Allah, cepat dokter istri saya mau melahirkan lagi!" Seru Daffin setelah mendengar perkataan Meira.
"Baik Pak." Ujar sang bidan, yang kemudian kembali lagi Meira mengedan dan kembali terdengar suara tangisan bayi lagi..
__ADS_1
Oek .Oek .Oek..
*Alhamdulillah, bayinya laki-laki sayang kita tenya mendapatkan Twins lagi.." Ujar Daffin yang terlihat haru setelah melihat bayi kedua yang keluar..
"Iya Mas, Alhamdulillah.. tapi ini ada yang mau keluar lagi mas!" Seru Meira lagi..
"Hah?!, Ada lagi?, Dokter cepat lihat kata istri saya ada yang mau keluar lagi." Seru Daffin yang terlihat panik..
"Baik pak." Kembali lagi Meira mengedan dengan satu kali edanan kembali terdengar..
"Oek .Oek..Oek..."
"Alhamdulillah..kita mendapatkan bayi laki-laki lagi sayang.." Ujar Daffin yang kini air matanya tidak bisa terbendung lagi, saat melihat bayi ketiga telah lahir.." Tidak ada lagikan sayang?" Tanyanya setelah ia melihat sang bayi ketiga.
"Tidak ada lagi mas, itu yang terakhir." Kata Meira yang suaranya terdengar lemah.
"Alhamdulillah, terimakasih Sayang kamu sudah memberikan tiga mutiara lagi untuk Mas, kini mutiara mas menjadi lima, hiks.. terimakasih Sayang.. hiks." Ucap Daffin dengan wajah yang sudah di penuhi Air mata, lalu ia mengecup kening Meira begitu lama..
"Sama-sama mas, Ira sangat bahagia, semoga kita bisa menjaga dan mendidik mereka ya mas." Kata Meira yang terlihat haru. " Sekarang pergilah azankan anak-anak kita mas " Lanjut Meira.
"Iya sayang," Balas Daffin yang kemudian ia kembali mengecup kening Meira, dan setelah itu ia pun pergi ke tempat bayi mereka berada, sesampainya di sana Daffin kembali terharu melihat ketiga bayi yang ada di hadapannya.
" Terima kasih ya Allah, benar kata istri hamba, engkau telah memberikan kejutan terindah untuk kami, terimakasih ya Allah" Ucap Daffin dengan suara bergetarnya, yang kemudian ia pun mulai mengadzani kedua anak laki-lakinya dan kemudian mengkomatkan anak perempuannya.
____
Seminggu telah berlalu, Hari ini adalah hari kebahagiaan untuk Daffin dan Meira, karena hari ini mengadakan syukuran untuk menambalkan Baby tripletsnya. yang ia beri nama Untuk anak perempuannya bernama (Azhura Aulia Husna, ) dan kedua bayi laki-lakinya bernama. (Azkha Amir Fadhil. serta Azzam Amar Fadhillah).
Suasana syukuran begitu meriah, karena selain mengundang para sahabat dan keluarga, Daffin juga mengundang anak-anak yatim, dan sebagai bentuk rasa syukur Daffin ia juga menyantuni mereka dan bahkan ia berjanji akan menanggung kehidupan mereka, bahkan ia ingin membangunkan panti asuhan pada mereka.
Acara berlangsung dengan penuh hikmat, dan kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka terutama Twins yang terlihat senang karena memiliki tiga orang Adik, apalagi Daffin dan Meira kebahagiaan mereka terasa begitu lengkap.
"Terima kasih sayang, terimakasih Twins kalian telah datang membawa kebahagiaan untuk Biyah, semoga kebahagiaan ini tak akan pernah hilang hingga di akhirat nanti" Ucap Daffin dengan penuh rasa haru dan kemudian ia memberikan kecupan satu persatu dari Meira, Twins dan Baby tripletsnya.
"Aamiin, Sama-sama Biyah." Jawab Meira dan twins secara bersamaan dan kemudian ketiganya memeluk Daffin dan di sambut oleh Daffin dengan penuh kehangatan..
"Thank you my wife, thank you my children, I love you all very much" ( terimakasih istriku, terimakasih anak-anakku, aku sangat menyayangi kalian semuanya)." Ucap Daffin dengan penuh tulus, dan akhirnya mereka Berbahagia...
━━━━━━•⊰❁💖.END.💖❁⊱•━━━━━━
Alhamdulillah, Akhirnya Author bisa menyelesaikan novel ini, semoga para Readers puas akan akhir cerita ini,
__ADS_1
SYUKRON ya guys, yang sudah mengikuti novel Author, semoga kebahagiaan yang ada di Novel Anak Genius TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN. juga akan menular pada para Readersku Tersayang🥰😘, Aamiin, sekali lagi Author mengucapkan terimakasih atas dukungannya selama ini.. SYUKRON Zajilaan 🙏😊