
πΏπΏπΉ MUTIARA ALFAQIRAHπΉπΏπΏ
" Jika kau bahagia dan teringat seseorang, Artinya kamu mencintai orang itu"
" Dan jika kamu bersedih dan teringat seseorang,
Artinya orang itu mencintaimu"
___βοΈ Ali bin Abi Thalib___
β ββ¦ββ ββ¦ββ ββ¦πβ¦ββ ββ¦ββ ββ¦ββ
04:30 pagi.
Tubuh Cindy menggeliat, menandakan sebentar lagi ia akan bangun, dan saat ia mulai membuka matanya, samar-samar matanya seperti melihat sesuatu. "Pak Rio?!" Gumamnya dengan mata membulat kaget, disaat matanya terbuka dengan sempurna, "Kenapa dia ada di sini lagi?!." gumamnya lagi tapi sedikit kesal dan ia pun hendak membangunkan Rio tiba-tiba ia teringat sesuatu..
"Astaghfirullah, kamikan sudah menikah?, hah, ternyata ini bukan mimpi? " Gumamnya dengan mata yang masih kewajah Rio, yang terlihat masih tertidur pulas dan kebetulan mereka tidur, dengan posisi miring saling berhadapan.
" Ma syaa Allah, ternyata pak Rio tampan ya kalau sedang tidur, alis tebal, bulu matanya lentik, hidungnya mancung dan bibirnya.." Cindy masih bergumam dengan jari telunjuknya menyentuh wajah Rio yang tadi ia sebut satu persatu dan di saat jarinya menyentuh bibir Rio, jantung Cindy berdebar kencang, dan ia langsung menarik tangan
"Kenapa berhenti?, apa kamu sudah puas melihat wajah suamimu yang tampan ini HM ada?" suara bass Rio yang terdengar serak ciri khas orang bangun tidur, membuat Cindy tersentam kaget, sekaligus malu karena ketahuan oleh Rio saat ia memandangi serta menyentuh wajah Rio.
Yaa, sebenarnya saat Cindy menggeliatkan tubuhnya, Rio sudah terbangun namun ia berpura-pura tidur, karena ia ingin melihat apa yang akan dilakukan Cindy bila melihat dirinya berada disampingnya Cindy, dan betapa senangnya iya saat wajahnya disentuh oleh Cindy.
"Good morning my little wife?" Kata Rio setelah ia membuka matanya, dan terlihatlah olehnya, wajah istrinya yang sedang memerah karena malu.
Seperti seorang pencuri yang telah ketahuan, Cindy langsung terduduk dan kemudian ia mengatupkan kedua tangannya. " Ma.. maaf pa..pak, sa.saya telah lancang." Kata Cindy tergagap, dengan wajah yang tertunduk, karena merasa telah melakukan kesalahan.
Mendengar perkataan Cindy, Rio bangkit dari tidurnya dan kemudian ia duduk berhadapan dengan Cindy. dan kemudian ia mengangkat dagu Cindy, dan otomatis pandangan Cindy mengarah ke Rio.
"Acha, kita sekarang sudah menjadi suami istri, jadi kamu tidak perlu meminta maaf karena telah menyentuh wajahku, karena semua yang ada di diriku ini adalah milik kamu Acha, jadi kamu bebas menyentuhnya Acha."Ujar Rio lembut dengan tatapan matanya yang juga lembut memandang Cindy. " Apa kamu paham sekarang HM?" Tanyanya lagi, dan di anggukkan pelan oleh Cindy.
"Ya sudah, karena sekarang sudah memasuki Subuh kita sholat dulu ya." Ajak Rio dan sekali lagi hanya di balas Cindy dengan anggukan saja.
"Ya sudah sekarang kamu pergilah mandi terlebih dahulu, soalnya kamu bau dari kemarin belum mandi" Ujar Rio sembari memincit hidungnya, untuk menggoda Cindy.
Mendengar perkataan Rio, wajah Cindy langsung memerah, "Eh, i.itukan salah, ba..bapak, ke..kenapa saya tidak di bangunkan." Balas Cindy yang kemudian ia langsung turun dan berlari ke kamarnya dengan wajah yang terlihat memerah membuat Rio gemas melihatnya.
__ADS_1
"Hahaha My cute lady, always makes me excited." (Wanitaku yang lucu, selalu bikin aku gemas)" kata Rio saat melihat Cindy ngacir meninggalkannya.
Sementara Cindy yang sudah berada di belakang rumahnya, " Jantung oh jantung ada apa dengan kamu kenapa detaknya semakin kencang sih!" Gerutu Cindy, "Ah, sudahlah sebaiknya aku mandi sekarang." Gumamnya lagi dan kemudian ia pun memasuki kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, ia pun membuka bajunya satu persatu dan saat membuka bagian bawahnya, ia tersentak melihat bercak merah yang ada di sana. " Loh, kok datang tamu, kayaknya kan Belum lama deh, aku kedatangan tamu." Gumam Cindy saat ia melihat pakaian bagian dalamnya.
"Ya sudah deh aku ambil softex dulu, " katanya dan kemudian ia bermaksud mencari handuknya ternyata ia lupa membawa Handuknya.
"Astaghfirullah, gimana ini, Aku lupa membawa handuk " Gumam Cindy yang terlihat bingung. "Aduh aku harus bagaimana, masa iya sih aku minta tolong sama pak Rio, apa kata dunia nanti, ah sudahlah sebaiknya aku mandi dulu" Gumamnya lagi, dan kemudian ia pun membersihkan tubuhnya dan setelah selesai ia kembali bingung.
"Aduh, gimana ini, apa aku pakai baju yang tadi saja ya, " Gumam Cindy dan kemudian ia bermaksud mengambil baju yang tadi yang ia taruh di ember tempat pakaian yang kotor. " Ya Allah sudah basah, aku harus bagaimana sekarang" Kata Cindy sambil berjongkok dengan wajah yang benar-benar kebingungan.
Sementara Rio yang berada di dalam kamar, ia membaringkan tubuhnya kembali, setelah kepergian Cindy tadi, dan karena Cindy belum juga kembali ia pun bangkit "Kenapa Acha belum kembali?, ya sudah aku lihat saja kebelakang" Gumamnya dan kemudian ia turun dari ranjangnya lalu ia melangkah keluar dari kamarnya dan menuju kebelakang, tempat kamar mandi Cindy berada.
Sesampainya di depan pintu kamar mandi, Rio mengetuk pintunya, " Acha, masih lamakah, waktu subuh sudah hampir habis, nanti kita ketinggalan waktunya loh!" Seru Rio, yang berada di luar kamar mandi.
"Astaghfirullah, aku harus ngomong apa ini sama pak Rio?" gumam Cindy yang terlihat sudah panik karena mendengar panggilan dari Rio.
"Acha, kamu dengar aku?, apakah kamu baik-baik saja di dalam?" tanya Rio yang masih berada di luar kamar mandi.
"I.iya pak, saya baik-baik saja!" Seru Cindy dari dalam.
"Eng, itu pak, saya lupa membawa handuk." Bales Cindy dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh Rio.
"Kenapa tidak bilang dari tadi Acha?" tanya Rio lagi.
"Maaf pak, saya malu." balas Cindy.
" Haiis!. ternyata kamu masih menjaga jarak padaku ya Acha!, apa kamu tidak memahami perkataanku yang tadi?! ", Tanya Rio yang terlihat sedikit kesal, karena Cindy masih belum paham dengan perkataannya tadi.
"Maaf pak." bales Cindy singkat
"Hah!, ya sudah tunggu sebentar aku akan mengambil handukmu." kata Rio sembari ia berjalan melangkah kembali menuju kamar Cindy, dan tak berapa lama iya kembali lagi dengan membawa sebuah handuk kimono berwarna pink.
"Acha ini handuknya, bukanlah sedikit!" Seru Rio lagi setelah ia sudah berada di depan pintu kamar mandi, dan tak berapa lama pintu terbuka sedikit.
"Mana pak?" tanya Cindy dengan hanya mengulurkan tangannya yang keluar dan Rio pun langsung memberikannya. "terima kasih pak." kata Cindy yang kemudian ia kembali menutup kamar mandinya. dan tak berapa lama dia kembali membuka pintu kamar mandinya, dengan tubuhnya yang sudah tertutup dengan handuk kimono warna pinknya.
__ADS_1
"Saya sudah siap pak!" kata Cindy dengan wajah yang tertunduk.
"ya sudah kamu tunggulah di kamar." kata Rio sembari ia memasuki kamar mandi juga dan hanya dibalas anggukan oleh Cindy dan kemudian ia melangkah menuju ke kamarnya.
sesampainya di kamar Cindy langsung menuju ke lemari pakaiannya dan Ia seperti mencari sesuatu.
"Waduh gawat, ternyata aku lupa membeli pembalut, aku tidak ingat stoknya sudah habis, bagaimana ini" gumam Cindy yang terlihat bingung.
"Apanya yang bagaimana?" Kembali lagi suara bass Rio mengagetkan Cindy yang sedang kebingungan.
"Aakh!...Iis bapak kebiasaan banget sih ngagetin saya!" Protes Cindy yang memang ia terlihat kaget sekali hingga dengan spontan, ia berteriak, karena saat Rio bertanya, ia tepat di belakang Cindy dengan wajah sedikit berada di telinganya.
"Maaf, maaf Acha, telah membuat kamu kaget, aku tadi hanya heran kamu mencari apa sih, sampai kebingungan gitu?." Tanya Rio penasaran.
"Eh, anu pak..eng itu.." Cindy tampak ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu.
"Ya sudah nanti saja di jawabnya, sekarang kita shalat jama'ah dulu ya." Ajak Rio
"Maaf pak, saya nggak bisa sholat." Ujar Cindy sambil menundukkan wajahnya.
"Apaa!, jadi selama ini kamu tidak pernah sholat?" Tanya Rio kaget.
"Eh, bukan itu maksudnya pak." Kata Cindy yang ia pun mulai bingung gimana jelasinnya pada Rio.
"Lalu apa?" Tanya Rio semakin bingung.
"I.itu, saya kedatangan tamu pak, jadi saya tidak bisa sholat." Jelas Cindy dengan wajah tertunduk.
"Apa?, jadi kamu menganggap aku sebagai tamu, hingga kamu tidak bisa sholat karena ada aku iya Acha?!" Tanya Rio yang mulai kesal, karena mendengar kata tamu dari mulut Acha.
"Eh, bukan itu pak, maksudnya." Balas Cindy yang terlihat ia semakin bingung cara menjelaskannya.
"Lalu apa Acha?, jangan membuat aku bingung." Kata Rio, yang terlihat penasaran.
"Itu maksudnya.. saya kedatangan tamu bulanan pak." Balas Cindy dan ia kembali menundukkan wajahnya karena malu.
" Oh..Eh, Apa?!"
__ADS_1
***********
Jangan lupa tinggalkan penyemangat buat Author ya, dan juga berikan VOTE,nya ya ππ please ππ Syukron π.