Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
SI GADIS TOMBOI.


__ADS_3

ೋ๑୨♦️ KALAM ULAMA♦️୧๑ೋ


"Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong dan berhati tulus. Jika dia pergi istri merindukan, jika dia ada, istri ingin terus berdekatan"


__Dr. Abdul Malik Al-Qasim__


❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦🌹❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅


Seminggu telah terlewati..


Azia yang telah sehat kini kembali ceria, dan ia juga sudah melakukan kegiatan sekolahnya, begitu juga Cindy, yang sudah mulai melakukan kegiatan di sekolah Meira, tapi dia sudah tidak menjadi bodyguard Azia lagi, karena Rio sudah meminta khusus oleh Daffin, tapi ia tetap di perbolehkan bermain dengan Azia, karena Azia yang memang sudah sangat menyukai Cindy.


Jam 12:30.


Seperti biasa, Sekolah IT, Ar-Rahman milik Meira, selalu membiasakan melakukan kegiatan makan bersama, setelah mereka melakukan sholat berjamaah Dzuhur tadi, agar murid-muridnya semakin akrab pada para teman-teman, dan para guru mereka, seperti saat ini mereka semua berkumpul di kantin sekolah, yang memang di sediakan tempat untuk mereka makan bersama.


Tetapi tetap Meira dan ke empat temannya selalu berada di meja yang sama, apa lagi semenjak Meira hamil ia akan sulit makan, makanya para sahabatnya selalu membawakan makanan yang sedikit Aneh agar ia mau makan.


"Kenapa ribet banget sih, jadi orang hamil?, makanannya harus aneh, baru deh Meira mau makan." Ujar Cindy saat melihat Meira makan nasi, namun pakai lalapan mangga muda, sampai para sahabatnya bergidik saat melihat Elsa yang makan keasaman, tapi tidak bagi Meira, ia seperti memakan ketimun yang segar.


"Jangan ngomong gitu Cin, bentar lagi Lo juga bakalan ngerasainkan?, secara lo kan udah nikah." Celetuk Elsa.


" Eh, emang gitu ya, kalau udah nikah harus hamil?," tanya Cindy polos.


"Iya iyalah, setelah menikahkan laki-laki akan tanam saham, dan setelah di siram setiap saat, tanaman akan subur dan jadi deh anak" jelas Santi membuat wajah polos Cindy terlihat bingung.


"Tanam saham di mana?, kok bisa jadi anak?." Tanya Cindy dengan wajah polosnya.


"Hah, Lo nggak tahu?, emang pak Rio belum tanam saham ke elo ya?" Tanya Dila penasaran.

__ADS_1


"Maksudnya?, sumpah gue gagal paham guys, dengan yang kalian omongin." Kata Cindy, membuat ke empat sahabatnya yang lain menepuk jidat mereka masing-masing.


"Wayooy...Gini nih, yang di katakan jantan tak bertelur, jadi dia mah nggak bakalan paham guys, hahaha." Celetuk Santi sambil tertawa geli melihat kepolosnya Cindy dan di ikuti dengan Tawaan temannya yang lainnya.


" Ho'oh tuh, ya gini nih, kalau punya teman nggak jelas, gaya seperti laki-laki, tapi nggk ingat kalau kodratnya adalah wanita, jadi ya gitu deh.. sedikit dodol jadinya." Celetuk Elsa sambil geleng-geleng kepala, melihat kepolosnya Cindy.


"Enak aja Lo, gue dibilang dodol, gini-gini gue paling tinggi nilai gue dari Lo pada ya, waktu di sekolah, bahkan gue juara umum lagi di sekolah kita dulu, di tambah lagi gue juga selalu juara umum di Silat, Jiu Jitsu, Karate, Taekwondo, untuk mewakili sekolah kita, jadi tarik ucapan Lo yang mengatakan gue dodol!" Bales Cindy yang terlihat tidak suka saat mendengar perkataan Elsa.


Ya itulah Cindy, Si gadis tomboi yang jago dalam segala bidang, hingga di masa ia masih sekolah ia di sebut anak yang Genius, namun karena keahliannya yang begitu banyak, membuat para teman laki-laki di sekolahnya jadi enggan mendekati Cindy, hingga Cindy jadi cuek dengan yang namanya laki-laki.


"Iya Sorry, lo memang hebat dan Genius dalam segala hal, tapi kenyataannya lo dodol kan dalam percintaan, ayo ngaku, pacaran aja enggak pernah lo." Ujar Elsa, membuat Cindy langsung terdiam.


"Hahaha, langsung diam kelakap neng? " ledek Dila dan ia pun tertawa lucu melihat Cindy cengengesan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Hehehe, iya sih gue akui, gue nol dalam hal itu, karena menurut gue itu hal yang tidak penting dalam hidup gue." ujar Cindy mengakui apa adanya, melihat Cindy para teman-teman jadi pada ngetawain dia.


"Kalian tahu kisah Julaikah dan Nabi Yusuf?, Lihatlah, Julaikah saat ia mengejar-ngejar Nabi Yusuf, justru Allah menjauhkan Nabi Yusuf, darinya, dan ketika Julaikah, mengejar Allah, malahan Allah memberikan Nabi Yusuf kepada Julaikah, jadi kalian jangan terlalu bangga karena memiliki pacar, karena belum tentu itu yang akan Allah berikan pada kalian, jadi apakah dari sini kalian paham maksud ana?" Sambung Meira lagi.


"Iya Mei, kami paham, terimakasih atas pencerahannya." Kata Dila yang terlihat malu karena sudah mentertawakan Cindy dan bahkan tadi tertawanya paling nyaring di antara mereka.


"Bagus!, sekarang sudah waktunya anak-anak masuk, sekarang ayo kita lakukan tugas masing-masing." Tegas Meira, yang kemudian ia bangkit dari duduknya, dan Akhirnya para temannya mengikutinyq dari belakang. dan mereka pun melakukan tugas mereka masing-masing.


Karena sistem pengajaran di sekolah IT, Ar-Rahman, mengikuti program pondok pesantren, membuat para murid sekolah itu pulang, sehabis Ashar, begitu juga para guru-gurunya.


Kini sekolah sudah mulai sepi, tinggal beberapa orang saja yang ada di sana karena menunggu jemputan dari para orang tuanya.


Termasuk Meira, Azia dan Azmy yang masih berada di sana karena sepertinya jemputan mereka belum kunjung datang, Namun tak berapa lama muncullah mobil Mercedes Benz berwarna hitam memasuki gerbang sekolah, membuat Azia berloncat-loncat kesenangan, beda dengan Azmy yang terlihat slow.


"Biyah, datang..Biyah datang.. Biyah datang.." Soraknya kesenangan, dan apalagi saat melihat Daffin turun dari mobil membuat Azia langsung berlari ke arah Daffin dan langsung di tangkap oleh Daffin dan di angkatnya ke atas membuat Azia. tertawa kesenangan.

__ADS_1


"Wah, seperti Anak Biyah, tambah besar nih, soalnya sudah mulai berat." Goda Daffin saat mengangkat anaknya keatas.


"Iya dong Biyah, kan sebentar lagi Zia mau punya Adik" Balas si kecil dengan wajah comelnya..


"Hum, udah besar kok masih minta di gendong Biyah." Sindir Azmy dengan gaya sok dewasanya sambil melipat kedua tangan di dadanya.


"biarin week, bilang aja A'a Ami iri sama Zia." Bales Azia sembari ia menjulurkan lidahnya.


"Siapa yang iri, A'a mah udah besar jadi nggak mau lagi digendong Biyah." Kata Azmy dengan gaya cold nya.


"Eh, sudah sudah kok jadi pada bertengkar sih sekarang kalian masuklah kedalam mobil kita akan pulang sekarang" Kata Daffin pada Twins.


"Oke Biyah, " Jawab mereka serentak, dan kemudian keduanya sama-sama hendak masuk namun berhenti karena Rio bertanya pada Azia.


"Azia, Aunty Cindy mana kok nggak ada?" Tanya Rio pada Azia.


"Tadi Zia lihat aunty Cindy lagi sholat uncle, " Balas Azia


"Oh, Eh.. apa?!..Autiy Cindy sedang Sholat Zia?" Tanya Rio, yang sepertinya ia ingin memastikan kebenarannya pada Azia, karena entah kenapa, ada perasaan senang yang muncul di hati Rio.


" Iya loh uncle, Aunty Cindy sedang shalat." Kata Azia mengulang perkataannya tadi.


"Eh, humm." Rio tersenyum nackal..


Bersambung lagi yeee .😉😁


_____________________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya Yee guys 😉🙏.

__ADS_1


__ADS_2