Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MENJADI BODYGUARDNYA TWINS.


__ADS_3

**โ—Žโ…โ€โฆ|| ๐ŸŒนKALAM ULAMA๐ŸŒน ||โฆโ€โ…โ—Ž**


TEKAD YANG BAIK BERBUAH PAHALA


Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'dy rahimahullah berkata,


ุฅุฐุง ู‡ู… ุงู„ุนุจุฏ ุจุงู„ุฎูŠุฑ ุซู… ู„ู… ูŠู‚ุฏุฑ ู„ู‡ ุงู„ุนู…ู„ ูƒุชุจุช ู‡ู…ุชู‡ ูˆู†ูŠุชู‡ ู„ู‡ ุญุณู†ุฉ ูƒุงู…ู„ุฉ


"Apabila seorang hamba telah bertekad melakukan sebuah kebaikan kemudian dia tidak mampu untuk melakukan perbuatan tersebut, maka akan ditulis tekad dan niatnya sebagai sebuah kebaikan yang sempurna."


๐Ÿ‘‰Syarah al-Arba'in An-Nawawiyah 26๐Ÿ‘ˆ


๐Ÿ’ โœฅ.โ–.โœฅ โ• โ•๐Ÿ’  โœฅ.โ–.โœฅ ๐Ÿ’ โ• โ• โœฅ.โ–.โœฅ ๐Ÿ’ 


Mendengar ucapan seorang pria, ke empat preman yang sedang berhadapan dengan Kyai Abdurrahman langsung menoleh ke sumber suara dan terlihatlah seorang pria menggendong seorang anak kecil.


"Anda siapanya Ustadzah kecil?" tanya Jarwo, penasaran.


"Saya adalah Ayah kandungnya" Ujar pria itu yang sudah di pastikan dia adalah Daffin.


"kalian sudah menculik anak saya dan itu artinya sayalah yang akan menghukum kalian apakah kalian mau menerimanya?" tanya Daffin lagi.


"Kami tidak akan menyenangkan atas perbuatan kami Dan itu artinya kami akan menerima hukuman yang Anda berikan kepada kami" Ujar Jarwo yang nampak pasrah.


"Bagus!, kalau begitu sekarang kalian ikut lah dengan ku, untuk menerima hukuman kalian!" Ujar Daffin dengan tegas, sembari ia melangkah menuju ke mobilnya dengan Azia yang berada dalam gendongannya


"Baiklah pak!" bales Jarwo lagi.


"Baiklah, sekarang Marilah ikut bersama kami" Ajak Kyai Abdur.rahman


"Baiklah Pak Kyai" setelah mendapatkan jawaban dari Jarwo Kyai Abdurrahman menyusul Daffin yang kini sudah berada di dalam mobilnya sementara Jarwo dan teman-temannya ikut masuk ke dalam mobil mereka sendiri,


Setelah mobil yang membawa Daffin dan Kyai Abdur Rahman mulai melaju, tak lama mobil para preman pun menyusul mereka.


karena jalan yang memang sangat sulit untuk di lalui karena banyak bebatuan di sana hingga membuat mereka sedikit melambat.


Dua jam sudah berlalu, Akhirnya mobil Daffin dan mobil preman itu, memasuki kawasan kampung santri dan setelah mobil terparkir dengan sempurna di depan rumah Kyai Abdurrahman Mereka pun turun dari mobil Dan disambut oleh Bunda Meira serta Azmy.


Melihat Azia yang sedang dalam gendongan sang ayah, Azmy langsung meminta Daffin untuk menurunkan Azia, Daffin pun menuruti ke inginan putranya, dan ia pun menurunkan Azia dari gendongannya, setelah Azia di turunkan Azmy pun langsung memeluk adiknya.

__ADS_1


"A'a Amy, Zia kangeen hiks" kata Azia dan langsung memeluk Azmy dengan erat.


"A'a juga kangen sama Dede Zia hiks, hiks " Bales Azmy yang langsung menyambut pelukan sang Adik, dan akhirnya mereka saling berpelukan melepaskan rasa rindu.


Melihat kedua bocah yang begitu miripnya, saling berpelukan, membuat keempat preman yang berada di dekat mereka saling tatapan, seakan mereka tak percaya dengan pandangan mata mereka.


"Mengapa anak laki-laki itu mirip sekali sama Ustadzah kecil kita?" Tanya Gombloh yang akhirnya buka suara.


"Itu karena mereka adalah kembar!, jadi bisakan kalian bayangkan, bagaimana perasaan mereka, saat mereka harus di pisahkan?" Ujar Daffin yang ternyata mendengar pertanyaan Gombloh tadi.


"Eh, pasti sedih pak!" bales Gombloh yang sedikit kaget karena ia tak menyangka kalau Daffin mendengar pertanyaannya.


"Lalu apakah aku pantas, bila sekarang aku menghukum kalian karena sudah membuat kami sedih?" tanya Daffin dengan wajah geramnya.


"Pantas pak, silahkan bapak menghukum kami, kami akan terima" Sambung Iwan dengan tatapan matanya yang masih mengarah pada Twins yang masih saling berpelukan dan menangis satu sama lainnya.


"Bagus, dan kalian siap menerima hukuman apapun itu?!" tanya Daffin dengan nada tegasnya.


"Siap pak, kami akan menerima hukuman apapun itu, asalkan kami masih di perbolehkan berjumpa dengan Ustadzah kecil kami pak hiks," Kata Gombloh dengan tatapan yang sangat berharap.


"Baiklah, aku akan menuruti keinginan kalian, karena aku ingin menghukum kalian dengan cara kalian harus menjaga keduanya, dan


"Hah?, benarkah yang bapak katakan tadi?" tanya Jarwo masih belum percaya.


"Apakah aku terlihat seperti main-main?!" tanya Daffin dengan wajah yang sangat serius, dan dengan serentak mereka menggelengkan kepalanya.


"Bagus, jadi apakah kalian menyanggupi hukuman ini?" Tanya Daffin lagi dengan tatapan intensnya.


"Kami sanggup pak!, kami sanggup!, kami juga berjanji pada bapak akan menjaga Ustadzah kecil dan saudara kembarnya itu dan akan kami pastikan mereka tak akan terpisah lagi!" Ujar Jarwo dengan mimik wajah yang tidak bisa di artikan, antara senang dan juga terharu.


"Kami juga berjanji pak, pasti akan menjaga mereka" Sambung ketiganya secara bersamaan.


"Bagus!, saya pegang perkataan kalian!,


Dan mulai hari ini kalian resmi menjadi


bodyguardnya Twins, apakah kalian mengerti?!"


Tanya Daffin.

__ADS_1


"Kami mengerti pak!," Jawab mereka secara serentak.


"Bagus!, sekarang kalian pergilah bersiap diri, karena sebentar lagi kita akan pulang ke kota!" Titah Daffin, dengan nada yang masih tegasnya.


"Baik pak!, kalau begitu kami perimisi" Pamit ke Empat preman itu, setelah mendapatkan Anggukkan dari Daffin mereka pun beranjak pergi meninggalkan Daffin serta yang lainnya.


"Alhamdulillah, hukuman yang sangat bijak, Aki bangga padamu nak Hanan."Ujar Kyai Abdur Rahman, setelah kepergian keempat preman itu.


"Terima kasih Ki atas pujiannya, Anan melakukan itu agar kejadian ini tak terulang lagi karena Anan berpikir, bila Anan menyerahkan mereka kepada pihak berwajib pasti kejadian ini akan terulang lagi Ki, makanya itu Anan menghukum mereka dengan cara seperti ini Ki." Ujar Daffin memberi penjelasan alasan Ia memilih menghukum ke-empat preman tersebut dengan cara menjadikan mereka sebagai bodyguardnya Twins.


"Maa syaa Allah, Aki kagum pada keputusan mu nak, dan Aki juga sangat setuju," bales sang Aki yang sangat terlihat kalau ia begitu bangga pada Cucu mantunya itu.


"Terima kasih Ki " Bales Daffin lagi.


"Ya sudah, sekarang pergilah ajak Twins menemui istri kamu, pasti dia sudah menanti kalian" Titah sang Aki pada Daffin.


"Baiklah Ki, kalau begitu Anan pamit ke kamar dulu ya Ki, Assalamu'alaikum" pamit Daffin sembari ia meraih kedua tangannya Twins.


"Iya nak, wa'alaikumus salam"


setelah mendapatkan jawaban dari Kyai Abdur Rahman, Daffin pun langsung membawa Twins Pergi menuju kamar istrinya, sesampainya di sana ternyata ia melihat istrinya masih tertidur dengan mata yang terlihat sembab.


"Ya Allah, kasihan sekali istriku, pasti ia tadi habis menangis lagi, karena merindukan anaknya "_ batin Daffin yang merasa iba melihat Meira.


"Zia sekarang peluklah Umah kamu, Karana Ummah sudah sangat merindukan mu nak" Titah Daffin pada Azia.


"Baiklah Biyah" Bales Azia dan ia pun langsung menghampiri Meira yang masih tertidur, sesampainya di di ranjang Meira, Azia langsung naik dan kemudian ia pun berbaring di samping Meira dan kemudian ia pun memeluk tubuh Meira, membuat Meira seketika tersentak.


"Azia?!, benarkah ini kamu nak?!" tanya Meira yang terlihat kaget dan juga, terlihat ia masih tidak percaya dengan pandangannya itu,


"Iya Umah ini Azia"


***********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.


Terus dukung Author terus ya guys dengan cara *VOTE* LIKE* SERTA KOMENTAR.


SO jangan lupa ya guys ๐Ÿ˜‰ SYUKRON ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2