
┈••✾•◆❀🤍Kalam Al-Qur'an🤍❀◆•✾••┈
Jadikanlah Al-Qur'an sebagai obat dari segala penyakit. Karena Al-Qur'an, adalah obat dari segala obat.
Dalam surat al-Isra’ Allah Swt berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”
(QS Al-Isra' ayat 82 )
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
"Ri-Rio! Na-nama saya Ri-Rio kek!" ucap Pria itu terbata, saat menyebut namanya yang ternyata Dia adalah Rio.
"Syukurlah, kamu masih mengingat nama kamu nak," ucap Sudirman terlihat senang.
"Lalu, apakah kamu ingat juga, kamu berasal dari mana?" tanya sang Kakek lagi. Kembali lagi Rio memegang pelipisnya, seakan ia ingin memutar kembali memorinya. Namun kepalanya malah terasa semakin sakit.
"Jangan memaksanya Kek," ujar seorang Pria yang baru saja masuk, dengan membawa sebuah tas tenteng berwana hitam.
"Raffi?" sentak Sudirman. "Syukurlah kamu cepat datangnya Nak Raffi. Sekarang coba kamu periksa dia Raffi," katanya lagi.
"Baiklah Kek," balas Pria yang bernama Raffi itu. "Maaf tuan saya priksa dulu ya," lanjut Raffi, dan ia pun mulai memeriksa keadaan Rio.
"Bagaimana keadaannya Raffi apakah ada masalah," Tanya Sudirman.
"Semuanya sudah mulai normal kek, jantung dan nadinya juga berangsur mulai berdetak normal. Untuk yang lainnya harus menunggu sabar. Karana seperti otak dan persendian lainnya sempat terhenti selama tiga bulan. Jadi harus benar-benar sabar untuk mengembalikan seperti semula Kek." jelas Raffi.
"Ooh, gitu baiklah Nak Raffi, terima kasih atas penjelasannya" balas Sudirman. "Tuh Nak Rio, kamu dengarkan? Jangan terlalu di paksa banget Nak, tunggu saja ingatan itu kembali secara perlahan. Agar kepala kamu tidak menjadi sakit Nak" ujarnya lagi pada Rio.
__ADS_1
"Benar tuan, Anda jangan terlalu memaksakan, otak Anda untuk mengingat segalanya. Biarkan memory itu kembali dengan sendirinya.atau jika anda ingin otak kecil itu bekerja untuk mengingat kembali maka bacalah Al Qur'an." jelas Raffi lagi pada Rio. Penjelasan Raffi sepertinya tidak didengar oleh Rio, karena sepertinya kepalanya kembali sakit.
"Aakh!" pekik Rio, sambil memegang kepalanya.
"Tuan saya harap Anda jangan memaksakan otak Anda untuk mengingat dulu. Saya tahu kalau Anda sedang berusaha mengingat sesuatu bukan? Jadi jangan dipaksakan Tuan, bisa fatal jadinya !" tegur Raffi.
"Iya Nak Rio, bersabarlah. In shaa Allah, kakek akan membantu kamu Nak. Untuk sekarang sebaiknya kamu istirahatlah dulu ya Nak," ujar Sudirman terdengar lembut.
"Ukh.. baiklah!" balas Rio yang terlihat masih menahan rasa sakit pada kepalanya. Sambil ia memejamkan matanya.
"Ya sudah ayo kita keluar saja, biarkan Nak Rio beristirahat dulu," ajak Sudirman pada Raffi dan Anya yang kebetulan ia juga disana. Setelah mereka berada di ruang keluarga.
"Kek, boleh Raffi bicara dengan Kakek?" tanya Raffi terlihat begitu serius.
"Tentu boleh sekali Nak, silakan duduk dulu Nak," balas Sudirman, sambil mempersilakan Raffi duduk. Dan Raffi pun langsung duduk dan diikuti Anya yang akhirnya ikut duduk di sebelahnya.
"Sekarang katakanlah apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Sudirman.
"Kek, sebelumnya Raffi minta maaf dulu, karena mungkin perkataan Raffi nanti akan tidak berkenan di hati Kakek" ujar Raffi dengan sopan.
"Kek, Raffi boleh tidak mengijab Anya dulu? Tapi acara pesta pernikahannya setelah Raffi menyelesaikannya pendidikan kedokterannya, bisa nggak kek?" tanya Raffi terlihat, harap-harap cemas.
Sudirman tersenyum tipis. "Hmm Anya, sepertinya ada seseorang yang takut, kalau barang berharganya akan direbut orang lain nih," sindir Sudirman, sambil tersenyum meledek. Anya hanya menyunggingkan senyumannya saja, tanpa mau membalas perkataan sang Kakek.
"Iis Kakek Raffi serius nih!" balas Raffi tegang.
"Iya iya, maaf, kakek akan serius! Tapi sebelumnya Kakek mau tanya, apakah ini berhubungan dengan siumannya Nak Rio Nak?" tanya Sudirman. Membuat Raffi seketika terdiam.
"Nak, percayalah sama Anya, dia tidak akan mungkin mengkhianati kamu hanya dengan, wajah tampannya Nak Rio. Kalau memang ia memilih pasangan hidup hanya dengan memandang tampan. Mungkin sudah dari dulu ia menikah dengan Sendy. Tapi buktinya ia tetap memilih kamu, jadi tidak perlu khawatir akan kesetiaannya Anya." ujar sang Kakek mengingatkan Raffi.
"Tetapi kalau niatnya kamu menikahi Anya Karena Allah, dan semata-mata untuk beribadah, Kakek tidak melarangnya, bahkan kakek bersedia menjadi walinya Anya, saat ini juga," lanjut Surdiman
__ADS_1
"Maaf Kek, mungkin benar kata kakek, Raffi terlalu cemas," katanya sambil menundukkan wajahnya.
"Mas, maafkan Anya ya, mungkin karena, melihat kelakuan Anya, makanya mas jadi resah seperti ini. Tapi Anya akan mengikuti keputusan Mas, apapun itu," sela Anya merasa bersalah.
"Mas yang salah kok dek, kamu tidak salah. Tapi benarkah kamu mau bila Mas menikahi kamu dulu, dan acara pernikahan setelah mas diwisuda?" tanya Raffi terlihat antusias. Dan Anya pun membalasnya dengan anggukan.
"Alhamdulillah, terima kasih Anya, ya sudah kalau begitu Mas mau kabari Bapakku dulu ya. kalau begitu Raffi pamit ya kek, Assalamualaikum" pamit Raffi yang terlihat begitu bersemangat.
"Wa'alaikumus salam" balas Sudirman sambil tersenyum, serta menggelengkan kepalanya.
"Segitu senangnya calon suami kamu Nak" ledek sang kakek.
"Iis Kakek, sudah ah, jangan dibahas lagi, Anya mau mandi sebentar lagi mau Maghrib!" kata Anya yang kemudian ia juga terlihat tergesa-gesa pergi karena merasa malu, pada sang Kakek.
"Hahaha, ya begitulah kalau anak muda sedang kasmaran, terlihat malu-malu kucing, tapi mauung!" gumam Sudirman, yang kemudian ia ikut bangkit dan beranjak kekamarnya.
_____
Maghrib pun menjelang, Anya pun melaksanakan kewajibannya terhadap Rabb-nya, setelah ia menyelesaikan sholatnya. Anya langsung melanjutkan membaca Alquran. Suara terdengar begitu merdu, dan kebetulan juga kamarnya Anya berbelahan dengan kamarnya Rio. Sehingga suaranya Anya bisa terdengar oleh Rio yang masih tertidur.
Suara Anya yang mendayu-dayu begitu merdu itu juga masuk ke alam bawah sadarnya Rio. Sehingga membuat memori terindah Rio, terputar kembali. Didalam memorinya itu ia melihat seorang wanita, yang sedang mengaji juga. Dan didalam bayangannya tersebut wanita itu memberikan senyuman termanisnya. Membuat hatinya menjadi bergetar. Namun tiba-tiba saja bayangan wanita itu menghilang membuat Rio tersentak bangun seraya berteriak menyebutkan sebuah nama.
"Achaaa!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
Oh iya bila ingin tahu kepribadian author yuk Follow akun Instagram author ya? Dengan nama akun rahmarahma6709 jangan lupa ya guys 😉🥰.