
🍃🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹🍃
"Allah tidak akan menghadirkan seseorang tanpa sebab, karena semua yang terjadi telah di atur oleh-Nya, dan apakah seseorang yang hadir itu, untuk merubah hidup kita,??
Atau kah kita yg merubah hidupnya ??
Apakah ia hadir untuk bagian terpenting ??
Atau hanya sekedar saja,??
Wallahu 'alam,,
Hanya Allah yang tahu, Namun bila kita yakin kalau pilihan-Nya adalah yang terbaik lalu kita ikhlas menjalaninya meski tidak menjadi yang di inginkan, tetap Bersyukur, tidak ada yang sia-sia karena Allah yang telah mempertemukan,, Pasti ada hikmah di setiap kejadian, 😉
__ Quotes of the day__
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Setelah memberikan sebuah Nasehat untuk kedua cucunya, Kyai Abdur Rahman, Bunda, serta Nini, Meira pun berpamitan pulang, setelah itu Daffin, Meira, dan Twins, mengantar mereka sampai ke halaman karena mobil yang mengantar keluarga Meira terparkir di sana.
Setelah ketiganya masuk kedalam mobil dan tak berapa lama mobil pun melaju meninggalkan halaman sekolah Meira dan di saat mereka tak terlihat lihat lagi, tiba-tiba masuk beberapa orang dengan membawa kamera, sepertinya mereka kawanan wartawan yang menerobos masuk dan ingin mewawancarai Daffin.
"Pak, apakah benar mereka adalah anak bapak?" tanya salah seorang wartawan Wanita sembari menunjuk ke Twins serta memoto mereka.
"Iya mereka anak saya!," kalian dari agensi mana, hingga berani datang kesini!" kata Daffin dengan sorot mata yang tidak bersahabat.
"Apakah mereka berasal dari hubungan terlarang pak" kata salah satunya lagi, mereka bukannya menjawab pertanyaan Daffin tapi malah memberi pertanyaan yang membuat Daffin nampak marah, lalu ia bukan menjawab pertanyaan dari wartawan, Daffin malah mengambil benda pipihnya dan kemudian nampak ia menghubungi seseorang.
📱"Rio cepatlah kemari!" katanya dan tanpa menunggu jawaban dari sebrang Daffin langsung memutuskan sambungannya.
dan tak lama seorang pria berlari kearah mereka.
__ADS_1
"Ada apa pak?" tanya pria tadi saat ia sudah di hadapan Daffin.
"Rio, kamu Cari tahu mereka dari agensi media mana, dan tuntaskan sampai akarnya!" kata Daffin yang nampak sangat marah, dan perkataannya di dengar para wartawan itu dan nampak mereka menjadi pucat, karena merasa terancam akan kehilangan pekerjaan dan mereka juga tahu perkataan Daffin tidak bisa di anggap remeh.
"Baik pak!" bales pria itu tegas, yang ternyata dia adalah Rio.
"Ya sudah kita pergi dari sini, Ayo Anak-anak masuklah kedalam mobil, Ayo Mei kamu juga masuklah" Titah Daffin pada keluarga kecilnya.
"Tapi Acarakan belum selesai mas." protes Meira.
"Sudah selesai Mei, semenjak Aki pulang, karena puncak Acara saat mereka hadirkan, karena beliau sudah pulang maka acara selesai, jadi sekarang masuklah" kata Daffin lagi, membuat Meira tak bisa membantahnya lagi, dan akhirnya ia pun masuk kedalam mobil setelah keduanya masuk terlebih dahulu, dan setelah itu di ikuti oleh Daffin yang ikut masuk namun tatapan matanya masih tajam, tertuju pada para wartawan yang masih terperangah pada Ucapannya tadi.
Dan setelah mobil yang membawa keluarga Daffin tak terlihat para wartawan pun tersadar.
"Bagaikan Nasib kita kalau pak Daffin benar-benar menuntaskan tempat kerja kita?" tanya salah satu wartawan tersebut.
"Aku juga nggak tahu, paling aku pulang kampung deh, " kata wartawan Wanita yang lainnya
"Dasar kalian semua Bodoh!, hanya di gertak begitu langsung melempem !, tidak berguna!!" Hardik seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul, dengan wajah yang nampak marah, dan di samping Wanita itu ada seseorang lagi yang nampak masih muda dan cantik.
"Cepat kejar mereka, dan buru terus, itu akan menjadi berita eksklusif, dan bahkan akan menarik!" kata Siska lagi.
"Baiklah Bu!, kalau begitu kami perimisi" kata salah satu dari mereka, dan setelah Siska melambaikan tangannya mengisyaratkan mereka boleh pergi, akhirnya mereka pun berlalu meninggalkan Siska dan Hanna.
"Mah, kalau yang di katakan Daffin itu benar gimana mah?" tanya Hanna yang ternyata saat wartawan tadi mewawancarai Daffin, mereka ikut menyaksikannya.
"Itu tidak mungkin nak, dan lagian kalau itu terjadi, tidak akan melibatkan Kitakan, secara perusahaan media mereka bukan milik Kita iyakan" kata Siska penuh percaya diri.
"Kata siapa tidak melibatkan kalian?!" Sambung seorang pria yang ternyata ia sudah berdiri sejak tadi di belakang mereka.
"Pak Erick?" kata Hanna, saat ia memalingkan pandangannya pada sumber suara yang ada di belakang mereka.
__ADS_1
"Kalian lupa, saat kalian meminta bantuan saya berada di mana?, apakah ini tidak cukup kuat untuk di jadikan sebagai bukti?" lanjut pria itu yang ternyata Erick, dan ia juga menunjukkan sebuah benda pipihnya yang di dalamnya terdapat sebuah rekaman Cctv di kantornya.
Siska dan Hanna kaget melihat rekaman itu.
"Kamu?!, nggak di sangka ternyata kamu lebih licik dari yang aku kira " ujar Siska yang nampak wajahnya menjadi dingin Melihat Erick.
"hahaha, Nyonya Siska terlalu polos, di jaman sekarang tidak ada istilah hanya mengandalkan Kepercayaan nyonya, itu sama saja bunuh diri!" kata Erick dengan terkekeh licik.
"Cih, lalu apa mau mu!" tanya Siska dengan tatapan kebencian karena ternyata Erick sudah menjebaknya dalam permainannya.
" Heh, aku hanya menginginkan anak nyonya untuk melayani ku, dan bila perlu menjadi simpanan ku" kata Erick sembari ia mengedipkan sebelah matanya pada Hanna, dan kemudian mata mesumnya memandangi tubuh Hanna yang terbungkus oleh baju yang nampak ketat, sehingga ia terlihat seksi di mata Erick.
"Dasar bangkot tua mesum!!, Cih Nazis!! aku tak sudi melayani Anda, sangat menjanjikan!!" Kata Ana yang spontan keluar begitu saja, dengan wajah nampak jijik mereka Erick.
"Hahaha, itu terserah kalian, dan tunggulah akhir dari cerita ini, tapi kalau kalian berubah pikiran, tenang saja aku akan senang hati menerimanya " Kata Erick setelah tadi ia terkekeh mendengar perkataan Hanna, dan setelah itu ia langsung berlalu pergi meninggalkan Siska dan Hanna yang masih memandangi Kepergian Erick yang menuju ke mobil mewahnya
Setelah mobil mewah itu pergi, Siska pun langsung memandangi Hanna dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Mama rasa tawaran si Erick patut di pertimbangkan nak, dan itu akan menguntungkan kita nak, secara kekayaan dia hampir sejajar dengan Daffin " kata Siska
"Hah?, apa maksud Mama, jangan bilang mama menyetujui permintaan Si bangkot tua itu? tidak mah! aku tidak mau!" kata Hanna yang nampaknya kesal dengan perkataan sang Mama.
"Anak Bodoh!, bukankah kamu ingin membalas dendam pada Daffin dan keluarganya?, nah ini kesempatan yang sangat baik nak, "
"Tapi Mah, masa mama tega sih menyuruh aku menjadi simpanan bangkot tua itu, tanpa status gitu?, "
"Menurut mama, untuk awal tidak apa-apa nak, nanti kalau dia sudah tergila-gila denganmu, baru kita desak dia untuk menikahi mu dan juga meminta sebagian hartanya juga, gimana nak,?"
"Hais mama masa Hanna harus menikah dengan pria yang sudah tua sih?"
" Ayolah Nak, Ini Demi membalas dendam kita pada keluarga Daffin yang sudah mempermainkan kita, lagian Rasa mama dia tidak terlalu tua kok nak, dan masih terlihat gagah lagi, sudah ikut saja apa kata mama, ini juga untuk kebaikan mu nak" kata Siska yang terlihat jelas sekali ia sedang memaksa Hanna, sedangkan Hanna tak bisa membantah perkataan sang ibu.
__ADS_1
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊