
══ ✥.❖.✥ ═ Kalam Habaib ═ ✥.❖.✥ ══
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
"Allah swt tidak pernah meninggalkanmu. Akan tetapi kamu lah yang meninggalkan-Nya dengan segala kelalaianmu."
📚[ Al Habib Abdullah Baharun ]📚
══ ✥.❖.✥ ═══ ✥.❖.✥ ══\= ✥.❖.✥ ══
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam setengah, akhirnya Mobil Daffin memasuki kawasan pantai, dan mobil pun terparkir tepat di depan sebuah villa mewah yang berada di tepi pantai.
Melihat ke indahannya membuat Meira, Azia, dan Azmy terkesima, dan mereka langsung memuji kebesaran Allah, serta memanjatkan doa, karena telah melihat keindahan yang telah di ciptakan Rabb mereka..
"Maa syaa Allah, indah sekali penciptaan mu ya Rabb " Kata Meira dan ia pun langsung menadahkan tangannya dan ia pun berdoa karena telah di berikan Nikmat bisa menyaksikan keindahan itu :
" Alhamdulillaahil-ladzii bini'matihi tatimmush-saalihaat.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya bisa sempurna segala kebajikan. (HR Ibnu Majah).
Azmy pun ikut memuji Rabb nya.
"Maa syaa Allah, cantik ciptaan mu ya Allah" katanya dan kemudian ia juga melafazkan doanya juga :
"Rabbana ma khalaqta haza baila, sub-anaka fa qina 'azaban-nar
Artinya: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran ayat 191)
Begitu juga si comel Azia yang ikut Bersyukur menyaksikan keindahan itu.
"Masya Allah la quwwata illa billah
Artinya: "Sesuatu dikehendaki Allah. Tiada kekuatan selain kekuatan Allah." (HR Ibnu Sunni)." katanya, dengan mata yang berbinar seperti ingin segera berlari ke pantai itu.
melihat keluarga kecilnya yang saling bersahutan mengucapkan pujian bagi sang pencipta. Daffin malah kagum pada ketiganya dan ia malah mengucapkan rasa syukur karena sang pencipta memberikan ia 3 orang yang sangat berharga baginya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Terima kasih ya robb engkau telah memberikan 3 mutiara yang sangat berharga untukku " _batin Daffin.
"Biyah?"panggil Azia menyadarkan Daffin dari lamunannya.
"Eh, iya sayang, Ada apa?" tanya Daffin sedikit kaget.
"Biyah, bolehkah kami main sekarang di sana?" Tanya Azia, sembari jari telunjuknya, menunjuk ke arah pinggiran pantai.
" Tidak Nak, karena kita harus istirahat dulu dan nanti sore baru kita akan ke sana sembari kita melihat matahari terbenam Oke Sayang ? kata Daffin, yang kemudian ia langsung menggendong Azia " Ayo sekarang kita masuk dulu " lanjutnya lagi, dan ia pun mulai memasuki villa tersebut Sambil menggedong Azia dan juga menggandeng Azmy.
Dan akhirnya mereka semua masuk ke villa tersebut, dan mereka juga di Sambut oleh penjaga villa mewah itu.
"Assalamu'alaikum Bi rum, mang Diman" salam Daffin pada penjaga villa itu yang kebenaran mereka Suami Istri.
"Wa'alaikumus salam den Daffin, selamat datang, kembali " Bales mereka dengan suka cita.
"Maaf, den mereka siapa nih" tanya Wanita paruh baya yang sudah pasti bernama bi Rum.
"Ini istri Saya bernama Meira dan ini anak-anak saya Azmy dan Azia bi Rum" kata Daffin, memperkenalkan keluarga kecilnya pada mereka, dan membuat suami istri itu sedikit heran.
"Oh, pantasan mereka sangat mirip sekali sama den Daffin" kata mang Diman lalu ia mengatupkan kedua tangannya dan sedikit menunduk tanda ia memberikan hormatnya pada Meira. " Selamat datang nyonya" katanya lagi.
"Baiklah, gimana kalau kami memanggil Neng aja boleh tidak Nyonya" kata Mang Diman.
"itu lebih baik mang" kata Meira lembut.
"Alhamdulillah, kalau begitu silakan masuk neng, tapi maaf kami tidak melakukan persiapan karena den Daffin tumben nggak ngabarin kami dulu biasa beliau kasih kabar" kata mang Diman lagi.
"Nggak papa mang, karena kami memang tadi datangnya secara mendadak tidak di rencanakan dulu" kata Daffin sembari mereka memasuki Villa tersebut, sesampainya di dalam.
"Kalau begitu, bibi langsung kedapur aja ya neng, den, pasti bocah kecil ini dah pada laparkan" kata Bi Rum sopan,
"Silakan bi" kata Daffin yang langsung membawa kedua anaknya ke ruang keluarga.
"Meira bantu ya Bi" kata Meira yang ia langsung meraih tangan bi Rum.
"Eh, jangan neng, sebaiknya neng istirahat, kan habis menempuh perjalanan jauh" kata Bi rum merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bi, Meira nggak capek kok " kata Meira yang masih memegang tangan bibi rum, dan bi Rum langsung melihat Daffin seperti ia meminta persetujuannya, dan Daffin yang paham langsung mengangguk pelan tanda ia setuju
"Ya sudah kalau begitu mari neng" Ajak bi Rum, dan akhirnya mereka pun langsung melangkah menuju ke dapur.
Sesampainya di dapur mereka pun langsung meracik-racik apa yang mau di masak mereka.
sebenarnya banyak pertanyaan yang ada di pikiran bi Rum, karena ia merasa Aneh kenapa tiba-tiba majikannya itu telah beristri dan bahkan mempunyai anak.
"Maaf Neng, bibi boleh bertanya?" katanya sembari tangannya memetik sayuran yang hendak di masaknya.
"Silakan bi" bales Meira.
"Maaf sekali ya neng, Apakah neng ini gadis yang selalu di cari oleh den Daffin dari lima tahun yang lalu?" kata Bi rum memberanikan diri bertanya hal yang sangat pribadi.
Meira langsung menatap Bi rum, membuat bi Rum jadi merasa tidak enak.
"Maaf Neng, kalau bibi lancang" lanjutnya lagi.
"Tidak apa-apa Bi, tapi bagaimana bibi bisa tahu?" tanya Meira balik.
"Bibi tahu karena den Daffin sempat terpukul karena katanya ia sudah berbuat dosa karena telah menodai gadis di bawah umur neng, dan den Daffin juga sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menenggelamkan dirinya ke tengah laut, akibat ia di hantui rasa bersalahnya untung saja mang Diman berhasil menolongnya, dan kemudian setelah di beri Nasehat oleh mang Diman, baru den Daffin agak tenang, tapi tetap kalau kesini beliau suka melamun membuat bibi nggak tega melihatnya sampai bibi memohon sama Allah agar Allah segara mempertemukan Den Daffin pada gadis itu" Tutur Bu rum panjang lebar yang menceritakan kisah Daffin, membuat Meira tertegun mendengarnya.
"Ya Allah, apakah semenderita itukah dia?, hingga ia sempat ingin mengakhiri hidupnya?ana pikir hanya analah yang paling menderita, tapi ternyata ana salah, maafkan ana ya Allah, karena keegoisan ana, ana sudah mengabaikan ia sebagai suami ana" _Batin Meira ada perasaan bersalah pada suaminya, yang sering kali berbuat baik padanya.
"Maaf ya Neng, sebaiknya lupakan saja ya pertanyaan bibi' kata bi Rum, yang nampak menyesal telah bertanya, dan itu membuat Meira jadi termenung.
"Tidak apa-apa Bi, dan memang iya sayalah gadis itu bi" kata Meira berkata jujur.
" Maa syaa Allah, berati doa bibi telah terkabulkan, Alhamdulillah, Tabarakallah, Allah maha besar Neng!" Seru bi Rum yang nampak terharu dan ia langsung memeluk Meira dengan tulus dan penuh Rasa syukur, dan ketulusannya sangat terasa oleh Meira.
" Iya bi, Alhamdulillah, Doa bibi terkabulkan " kata Meira yang langsung menyambut pelukan bi rum.
"Iya neng, dan semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk Neng Meira dan Den Daffin hingga akhir, bahkan hingga Jannah-Nya ya neng" Doa tulus bi Rum pun terpanjatkan sembari ia mengelus kepala Meira bak seorang ibu pada anaknya.
"Aamiin, Aamiin ya Allah, Terimakasih Bi " Bales Meira dengan tulus juga.
*******
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.🙏