Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KEGUGUPAN MEIRA.


__ADS_3

🍃🌹 MUTIARA ALFAQIROH 🌹🍃


"Yakin Lah Ada sesuatu yg menantimu..


Selepas Banyak kesabaran ( Yg kau jalani )


Yg akan membuat mu Terpanah Hingga kau Lupa Betapa pedih nya rasa Sakit"


~ Ali bin Abi Thalib ~


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


Melihat perubahan pada Daffin Kyai, Abdur Rahman, pun jadi penasaran.


"Ada apa nak?, ceritakanlah pada Aki?" tanya Sang Aki.


"Ki, setelah Anan membawa Mrira ternyata Meira memiliki trauma ia akan menjerit histeris setiap bangun tidur dan apalagi setiap Anan menyentuhnya hanya pegangan tangan juga seperti itu Ki Anan bingung, ia juga tak mau di bawa ke dokter psikiater, Anan bingung harus melakukan supaya trauma itu hilang dari Meira Ki." tutur Daffin yang yang nampak seperti putus asa.


Kyai Abdur Rahman Tersenyum " Sabar nak, ini ujian kamu, dari Allah karena saya ingin melihat seberapa sabar kamu menghadapi ujian darinya dan kamu jangan putus asa pasti ada jalan keluarnya" kata Kyai Abdurrahman lembut.


"Ingatlah nak, Allah tak akan membebankan hamba-Nya sesuai kesanggupannya, seperti, Firman-Nya di Al-Qur'an:


"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya"


(QS. Al-Baqarah : 286)


"Jadi kamu tak perlu putus asa, bersabarlah karena pertolongan Allah akan datang nak, seperti yang terdapat di sebuah Hadits.


"sesungguh nya pertolongan Allah akan datang kepada orang yang sabar"


[ HR. Ahmad ] " jelas sang Aki mengingatkan Daffin untuk Bersabar.


"Baiklah Ki, in syaa Allah Anan akan Bersabar" Bales Daffin.


"Alhamdulillah, oh iya, Aki mau tanya, di saat istri kamu kumat traumanya apa yang akan kamu lakukan nak?" tanya sang Aki


"Anan akan membacakan Ar-Rahman, karena Anan teringat perminta maharnya Aki, dan alhamdulilah ia langsung tenang'' kata Daffin

__ADS_1


Sang Aki manggut-manggut Seperti paham.


"Ya sudah, mulai besok sebelum waktu subuh kamu bangunlah terlebih dahulu dari Meira dan bacakanlah surat ar-rahman tersebut setiap hari dan kemudian ajaklah ia shalat berjamaah subuh dan usahakan ia menyalamimu agar ia terbiasa menyentuh tanganmu, insya Allah itu akan menjadi obat traumanya " tutur sang Aki.


membuat Daffin senang mendengarnya


"Aamiin, makasih Ki, in syaa Allah Akan Anan kerjakan yang Aki katakan tadi" bales Daffin,


Ya jelas sudah ternyata yang di lakukan Daffin selama beberapa hari adalah saran dari sang Aki.


*Flashback off*


_________________


Melihat sang Aki, tidak menjawab pertanyaannya dan hanya diam saja membuat Meira semakin penasaran.


"Aki?, kenapa jadi diam sih, kenapa tidak menjawab pertanyaan Ira, ada apa ini?, Tanya Meira yang masih belum paham apa yang terjadi di sini.


Sang Aki Tersenyum. " Nak, tanyalah pada suamimu, karena dia yang lebih tahu" bales aki sembari mengelus kepala meira penuh kasih sayang, mendengar ucapan Sang Aki, pandangan meira langsung beralih kepada suaminya.


"Mei, semuanya berkumpul di sini untuk menghadiri peresmian sekolah ini dan sekolah ini aku buat untukmu jadi sekolah ini sekarang adalah milikmu Mei kamu yang akan mengelolanya " kata Daffin membuat Meira terperangah mendengarnya.


" Haaa? Apakah kamu yakin mas Ira bisa mengola sekolah ini ?" tanya Meira masih belum percaya akan pendengarannya.


"Iya Mei, aku yakin kamu pasti bisa mengelolanya dan mengembangkannya dan aku yakin juga sekolah ini akan maju di bawah naungan Mei" kata Daffin yang nampak begitu meyakinkan Meira.


"Bismillah Nak, Aki juga yakin kamu pasti bisa, dan sesuai dengan nama sekolah ini Ar Rahman maka buatlah sekolah ini akan menjadi sekolah Sesuai Artinya ya," sambung Sang Aki.


"Baiklah Ki, mas, Bismillah Ira akan menerimanya dan akan mengelolanya sesuai dengan namanya ar-rahman" ujar Meira yang akhirnya mau menerima keinginan Daffin untuk mengelola sekolah itu.


"Alhamdulillah" seru mereka yang ada di sana.


"Ya sudah sekarang sebaiknya kita potong tumpeng syukuran atas resminya sekolah ini di buka " kata Daffin sembari menuntun Meira ke sebuah meja yang diatasnya sudah ada nasi tumpeng


Melihat Daffin menuntun Meira sang Aki tersenyum, karena Sepertinya sekarang Maira tidak lagi menjadi apa yang dikatakan oleh Daffin, yang katanya meira akan histeris bila tangannya dipegang atau di sentuh oleh Daffin, tapi hari ini berbeda dan itu artinya sepertinya trauma meira sudah sembuh.


"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah, semoga setelah ini akan menjadi awalnya cucu hamba meraih kebahagiaannya"_ doa yang sang Aki di dalam hatinya

__ADS_1


Acara pemotongan tumpeng akan di mulai, tapi sebelumnya Daffin meminta sang aki untuk memimpin doa, dulu agar sekolah ini mendapatkan keberkahan dan Ridho dari sang Pemilik Alam semesta ini.


Kyai Abdur Rahman, menuruti keinginan dari cucu mantunya, dan dengan penuh hikmah doa pun di mulai, setelah itu pemotongan tumpeng di mulai dengan potongan pertama Meira mengasih untuk Suaminya, tanda ucapan terimakasih pada Daffin atas surprise terindah darinya.


"Terimakasih ya mas, atas surprise terindah ini, " ucap Meira sembari ia menyerahkan piring berisi nasi tumpeng dan setelah itu ia menyalami tangan Daffin dan kemudian di kecupnya,


Dan di sambut oleh Daffin, " Sama-sama Sayang" kata Daffin, mendengar kata 'sayang' Jantung Meira tiba-tiba berdendang dan kemudian Daffin juga memberi kecupan lembut pada dahi Meira membuat jantung Meira semakin berdegup kencang.


"Ciee, ciee, ciee.. Ummah, di kasih kecupan sama Biyah nih yeee" sorak Azia membuat mereka semua yang ada di sana semua tertawa melihat tingkah lucu Azia,


Namun tidak dengan Meira, ia yang di goda oleh Meira malah membuat wajahnya memerah karena malu." Azia !!" seru Meira sambil matanya di pelotot pada Azia.


Daffin Tersenyum Melihat wajah Meira yang sudah memerah akibat Azia.


"Sudahlah Mei, diakan masih kecil" bela Daffin agar ia tak memarahin Azia." Sebaiknya kamu menyapa mereka dulu " Lanjut Daffin lagi, sambil mengalihkan agar Meira tidak terfokus oleh Azia.


Mendengar perkataan suaminya wajah Meira langsung beralih ke arah yang ia katakan.


" Eh, merekakan teman-teman ku, kenapa mereka ada di sini juga mas?" tanyanya heran.


"Mas, yang mengundang mereka, dan hari ini mereka juga akan membantumu dalam mengelola sekolah ini Mei" jelas Daffin.


"Eh benarkah mas?"


"Iya sayang" mendengar kata sayang lagi-lagi wajah Meira Kembali memerah itu berarti Jantungnya juga berdetak kencang.


"Eh, nge.." Meira menjadi gugup hingga ia bingung harus berkata apa pada Daffin " eng itu anu Ira mau nyapa mereka ya mas " katanya dan ia langsung ngacir menuju ke tempat para sahabatnya.


Melihat kegugupan Meira membuat Daffin Tertawa karena karena baginya Meira terlihat lucu di matanya. " Hahaha lucu sekali sih istri kecilku" kata Daffin yang tatapnya masih mengarah pada sang istri.


"Hem, Hem Hem!" mendengar suara deheman membuat Daffin Ter kejut dan ia langsung melihat ke sampingnya ternyata di sana sudah ada sang Aki yang ternyata menyaksikan tingkah keduanya tadi


"Eh, hehehe Ada aki" kata Daffin sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dan nampak jelas sekali dia sedang malu karena di pergoki oleh Sang Aki.


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2