
──⊱◈◈◈⊰💠 Kalam Hikmah 💠⊱◈◈◈⊰──
Jika yang kau dapatkan hari ini adalah derita, maka tenanglah sebab derita adalah pintu menuju kebahagian. Para pecinta selalu bersabar sebab ia tahu bahwa setiap orang punya porsi dan gilirannya masing-masing, tak perlu memaksa keadaan atau menggebu-gebu karena pada akhirnya setiap orang akan sampai, namun harus melewati derita terlebih dahulu.
____⚛Quotes of the day ⚛____
──⊱◈◈◈⊰────⊱◈◈◈⊰────⊱◈◈◈⊰──
Setelah mendengar cerita dari BI Rum Meira jadi sering memperhatikan Daffin seperti saat ini, di kala Daffin sedang mengajak anak-anaknya bermain di tepi pantai,
Mereka berlari-larian di pinggiran pantai,, bermain pasir, dan juga bermain air di pinggiran pantai tersebut, yang tentunya Daffin ikut gabung bermain bersama anaknya dan itu membuat mereka tertawa bahagia, Meira yang menyaksikan keceriaan mereka, membuat ia ikut tersenyum bahagia.
"UMMAAH?! SINIII," Teriak Azia dan Azmy memanggil Meira yang sedang duduk di kursi santai di bawah payung besar.
Karena tak ingin mengecewakan kedua anaknya Meira pun menghampiri mereka dan disaat Ia dekat, Azmi dan Azia langsung menarik tangannya dan membawanya ke dalam air kemudian Azia menyirami Meira dengan air laut itu.
"Akh, Azia!, jangan siram Umma" kata Meira sambil berusaha menghindar siraman Azia dan Azmy.
"Hahaha, hayoo Umma, harus ikut basah dong, biar kita kompak" kata si cerewet Azia yang begitu puas saat melihat Meira ikutan,
"Akh, hentikan Zia, Azmy, jangan lakukan itu!" seru Meira yang terus menghindari siraman Azia dan Azmy, sambil ia berjalan mundur, hingga akhirnya tubuhnya menabrak seseorang di belakangnya, dengan keras, hingga membuat mereka terjatuh dan terduduk saling berpangkuan dengan posisi Meira di atas sedangkan orang tersebut di bawahnya
Dan otomatis tangannya orang tersebut langsung melingkari ke pinggang Meira
"Aakh!" pekik keduanya, dan karena merasa lingkaran di pinggangnya begitu erat, Meira langsung menoleh untuk melihat siapa yang berada di belakangnya, dan saat ia menoleh..
"Mas Daffin?" sentak Meira, saat melihat orang yang di belakangnya, yang ternyata suaminya, dan otomatis mereka tatapan mereka pun bertemu dengan jarak lima senti karena wajah Daffin berada tepat di dekat bahu Meria, hingga nafas Daffin terasa banget hembusannya mengenai wajah Daffin. tuk sesaat mereka hanyut dalam pemikirannya masing-masing, dengan tatapan yang masih beradu pandang.
Hingga mereka tersadar saat cipratan air yang datangnya dari tangan kecil Azia dan Azmy..
"Ciee..Ciee.. Umma dan Biyah pacaran yaaa" Goda mereka membuat keduanya kaget
"Eh Astaghfirullah, Maaf mas!" sentak Meira
dan Meira pun spontan bangkit. dari pangkuan Daffin dan langsung berdiri dengan wajah tertunduk malu.
"Tidak papa, Mei, tapi kamu tidak apa-apakan?" tanya Daffin lembut. dan di beras merah dengan gelengan kepala saja.
__ADS_1
"Aiis, Umma nggak seru kek malu-malu segala sih!" ucap Azia sembari menepuk dahinya persis seperti orang dewasa, yang paham arti sebuah hubungan
"Eh, Zia!, apaan sih, sudah ayoo bermain lagi!" Ajak Meira yang langsung menarik tangan Azia menjauh dari Daffin, agar ia tak sembarang berkata-kata lagi.
Sementara Daffin hanya melipat tangan ke dadanya seraya tersenyum gemas karena melihat raut wajah istrinya yang sudah memerah karena malu.
Sedangkan Azmy, yang berdiri di dekat Daffin dengan gaya melipatkan kedua tangan di dadanya juga, langsung menepuk dahinya tatkala ia memperhatikan Daffin hanya tersenyum dan diam saja.
"Peuk!" suara tepuk di dahinya " Hanya seperti itu saja ?!" katanya dan kemudian ia menatap wajah Daffin sambil menggelengkan kepalanya.
Daffin, yang mendengar perkataan Azmy dan juga melihat tingkahnya menjadi bingung.
"Apa maksud perkataan kamu nak?" tanya Daffin Penasaran.
"Aiih, tidak ada Biyah, ah sudahlah!" kata Azmy lalu dengan langkah seperti orang dewasa ia meninggalkan Daffin dalam kebingungannya.
"Hah?, ada apa dengan anakku itu?" gumam Daffin yang masih memperhatikan tingkah anaknya yang sedang berjalan menuju ke tempat Meira dan Azia yang sedang bermain air.
Saat Azmy sudah di dekat Meira dan Azia ia langsung memanggil Azia. "Dede Zia, yuk ikut Aa, ngambil cemilan" ujarnya mengajak Azia Sambil menarik tangannya " Ummah tunggu di sini ya." kata Azmy lagi, dan kemudian ia menuntun Azia dan melangkah pergi meninggalkan Meira yang juga nampak bingung dengan tingkah anaknya itu.
Di dalam perjalanan Azmy dan Azia menuju ke sebuah meja yang terdapat minuman dan cemilan untuk mereka, yang lumayan berjarak dari pantai, membuat Azmy berkesempatan berbicara pada Azia.
"Masih ingat dong Aa, kita harus mendekati Umma dan Biyah kan?" Jawab Azia yang teringat perkataan Aki Uyutnya Sebelum beliau pulang.
flash back.
Di waktu Acara peresmian sekolah.
Saat Meira sedang bersama teman-temannya dan Daffin bersama kolega kerjanya.
Kyai Abdur Rahman pun memanggil kedua cicitnya dan membawa mereka ke sebuah taman di lingkungan sekolah.
"Nak, kalian sama Dendi dan Bilqis?" tanya Sang Aki, saat mereka sudah duduk di taman sekolah tersebut.
"Ingat dong aku uyut, itukan teman kami" jawab keduanya.
"Oh, Iya?, hmm sekarang mereka sudah punya adik bayiloh, lucu banget Dede bayinya, apakah kalian tidak mau seperti mereka punya adik bayi?" kata sang Aki, seperti sedang memanas-manasi kedua cicitnya itu.
"Benarkah Aki uyut?, kalau begitu Zia juga mau punya adik bayi, pasti lucu" kata Azia penuh semangat.
__ADS_1
"Amy mau juga aki uyut," Sambung Azmy juga.
"Kalau begitu kalian harus melakukan sebuah misi dari aki uyut Apakah kalian bersedia.?" tanya Sang aki.
"Baiklah, Amy bersedia melakukan misi dari Aki Uyut, yang penting Kami mempunyai adik bayi juga kata Azmi penuh semangat.
"Zia juga mau Aki Uyut, apa misinya?" kata Azia yang tak kalah semangatnya.
"Bagus!, sekarang dengarkan Aki Uyut Ok"
"Ok, kami akan dengar Aki Uyut" bales keduanya secara bersamaan.
"Misinya, adalah kalian harus bisa membuat Umma dan Biyah kalian menjadi dekat dan akrab, tidak seperti sekarang yang selalu berjauh-jauhan, apakah kalian paham?" Ujar Sang Aki, membuat Azia dan Azmy saling bertatapan seperti kurang paham dan sang aki yang melihat itu, pun tersenyum.
"Nak, buat Umma dan Biyah kalian saling menyayangi satu sama lainnya, seperti aki uyut dan Nini, saling bercerita, saling bergandengan, tertawa sama-sama, nah, pernah tidak kalian melihat Biyah dan Ummah seperti aki uyut dan Nini uyut ?" tanya Sang Aki setelah menjelaskan misi untuk mereka.
"Tidak pernah Aki, Umma selalu diam kalau ada biyah, tidak seperti Nini uyut selalu ceria kalau sama Aki uyut" kata Azia.
"Nah, itu dia kalau kalian ingin memiliki Adik, buat Ummah menjadi sayang pada Biyah, apakah kalian bisa?" tanya sang Aki yang sangat berharap agar kedua cicitnya ini bisa membuat Daffin dan Meira menjadi dekat, karena ia merasa sedih saat melihat keduanya masih saling menjaga jarak.
"Baiklah Aki, kami bersedia, melaksanakan misi ini, dan in syaa Allah kami pasti bisa" kata Azmy penuh keyakinan.
"Zia juga, pasti bisa karena Zia sudah nggak sabar pingin punya Dede bayi, Aki Uyut" kata Si Azia, dengan sumringah.
"Bagus nak, dan kalau misi kalian berhasil, dan kalian sudah memiliki Dede bayi, maka Aki Uyut, akan segera datang untuk memberikan kalian berdua penghargaan Ok"
"Oke Aki Uyut!" Bales mereka serentak.
**Flash back off.
********
Maaf ya guys, Author baru update 🤒🤒
maklum Author kemarin tidak enak body 🤒
Tapi masih tetapkan dukung Authorkan?
LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR.
__ADS_1
jangan lupa ya**.