
⊱◈◈◈⊰💚 MUTIARA HIKMAH💚⊱◈◈◈⊰
"Kendalikan hati dan lisan kita untuk tidak pernah mendoakan buruk pada orang lain, sekalipun ada yang telah menyakiti dan memperlakukan kita tidak baik.
Mengapa?, karena doa itu akan memantul, bisa jadi doa yang kita persembahkan kepada orang lain akan terjadi kepada kita sendiri nanti.
So tetaplah kondisikan hati kita agar tetap sabar, ikhlas, dan memaafkan, meskipun hal tersebut sangat sulit. tapi percayalah akan indah pada Akhirnya.😉.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||💚||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅
Keesokan harinya..
Seperti biasanya sebelum mereka berangkat ke kantor, Rio selalu membersihkan mobilnya terlebih dahulu, selagi Daffin belum siap. dan disaat Rio membersihkan kursi bagian belakang, tiba-tiba matanya melihat sebuah benda kecil dan mengkilat di bawah kursi Iya pun langsung mengambil benda tersebut.
"Kalung siapa ini?" gumam Rio, lalu ia pun teringat kalau Cindy kehilangan sebuah kalung.
"Apakah ini kalung si bocah kecil itu?" Gumamnya lagi, lalu ia memperhatikan kalung yang berbuahkan hati itu
"Mengapa aku seperti mengenal kalung ini ya?, tapi dimana aku pernah melihatnya?" gumam Rio " Akh sudahlah aku simpan aja dulu nanti baru aku kasihkan pada bocah kecil itu" Lanjut Rio sambil ia mengantongi kalung tersebut, dan tak berapa lama Daffin berserta keluarganya pun keluar dari rumah mereka.
"Sudah siap Rio?" tanya Daffin saat mereka sudah berada di depan mobil.
"Sudah bos silakan masuk." Bales Rio.
"bagus sekarang kita mengantar mereka dulu." titah Daffin yang kemudian ia pun langsung masuk ke mobil juga setelah anak dan istrinya masuk.
"Oke!" kata Rio yang kemudian ia pun ikut masuk dan duduk di belakang kemudinya.
ketika Rio sudah menyalakan mesin mobilnya tiba-tiba Daffin berkata.
"Tunggu Rio Cindy belum datang!."
Rio mengerenyit " Apa? dia ikut kita juga?" tanyanya Datar.
"Iya kenapa?"
"Nggak papa, tapi apa dia tahu kalau kita menunggunya?" tanya Rio lagi.
__ADS_1
"Iya" jawab Daffin singkat.
"CK tahu tapi mas masih terlambat!" ujar Rio yang terlihat kesal, dan Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat sini sedang berlari menuju ke mobil mereka dan kemudian ia langsung membuka pintu bagian depan mobil.
"Maaf pak Daffin, Mei, saya terlambat!" kata Cindy dengan napas yang ngos-ngosan akibat Ia berlari lari,
"Ada ya bawahan menyuruh bosnya menunggu?" sindir Rio dengan wajah datarnya.
"Eh, maaf pak Rio saya tidak sengaja tiba-tiba saja tadi mendapat panggilan Alam." ujar Cindy dengan wajah polosnya membuat Daffin menahan tertawanya melihat kejujurannya.
"Kalau semua masalah bisa selesai dengan minta maaf, buat apa ada polisi?" ujar Rio masih dengan wajah datarnya.
"lo kejam banget sih Ri?, orang minta maaf pakai bawa bawa polisi segala sih." Tegur Daffin, karena ia melihat Cindy langsung tertunduk setelah mendengar perkataannya.
"Tau nih Uncle Rio, Aunty Cindy kan sudah minta maaf, seharusnya di Maafkan dong!." Akhirnya Azia buka suara, dan tetap gaya bak Ustadzah yang comel pun keluar.
"Uncle?, Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, karena itu Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, memuliakan orang yang bersedia memaafkan kesalahan orang lain, bahkan Allah sudah menyiapkan segudang pahala untuk orang tersebut." Lanjut si comel Azia dengan suara melengkingnya.
"Benar itu Uncle, Selain itu, suka memaafkan merupakan salah satu sifat Rasulullah ﷺ Beliau selalu memaafkan orang yang membenci dan menyakiti perasaannya. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk tetap berbuat baik kepada orang lain meskipun orang tersebut membalasnya dengan kejahatan. dan itu di katakan didalam sebuah hadits." Sambung Azmy yang tak mau kalah juga.
“Adalah Rasulullah ﷺ orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan"
(HR Ibnu Hibban).
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Allażīna yunfiqụna fis-sarrā`i waḍ-ḍarrā`i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-'āfīna 'anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn.
Artinya : “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS Ali Imran: 134).
Setelah Azia menyelesaikan lantunan dan mengartikannya Azmy langsung menyambung lagi ke ayat berikutnya.
"Di dalam ayat lain, Allah juga berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ
Wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqq, wa innas-sā'ata la`ātiyatun faṣfaḥiṣ-ṣaf-ḥal jamīl.
“Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan, sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang. Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”
__ADS_1
(QS AL-Hijr ayat :85)
"Apakah Uncle Rio sudah paham Sekarang?!" tanya Azia dengan tangan yang melipat di dadanya.
Rio, yang mendapatkan serangan oleh kedua bocah yang sangat Genius itu, langsung mengkeret, akibat rasa malunya, yang ia seperti di dakwah oleh dua bocah di depan Cindy.
"Paham Ustadz dan Ustadzah kecil, dan terima kasih atas pencerahannya" ujar Rio, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Skakmat!, mampos Lo!, kenak juga Lo Akhirnya sama anak gue!, hahaha" Daffin terkekeh melihat wajah Rio yang langsung memerah, akibat rasa malunya.
"Cih, senang banget Lo, lihat gue di dakwah ama anak Lo hah!" Ujar Rio terlihat kesal.
"Hahaha, senanglah, kapan lagi gue ngeliat wajah merah menggemaskan milik Lo." ledek Daffin masih terbahak-bahak melihat wajah Rio yang terlihat kesal.
"Biyah!, tidak boleh mengolok-ngolok orang tahu, apa lagi menertawakannya, itu dosa besar Biyah!" Suara Azia Kembali beraksi, dan kali ini tertuju kepada sang ayah, membuat Daffin langsung berhenti tertawa.
Azmy pun langsung menyambung " Tau nih biyah, tidak boleh Biyah, seperti yang di katakan oleh, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ejekan, olok-olokan dan menertawakan orang lain hukumnya haram. Beliau dalam Ihya Ulumuddin, juz 9, halaman 157 mengatakan:
الآفة الحادية عشر السخرية والاستهزاء وهذا محرم مهما كان مؤذيا كما قال تعالى يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ومعنى السخرية الاستهانة والتحقير والتنبيه على العيوب والنقائص على وجه يضحك منه وقد يكون ذلك بالمحاكاة في الفعل والقول وقد يكون بالإشارة والإيماء
Artinya: “Kerusakan kesebelas adalah ejekan dan olok-olok. Hal ini diharamkan ketika menyakiti pihak lain sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kelompok mengolok-olok kelompok lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Jangan pula sekelompok perempuan (mengolok-olok) kelompok perempuan lainnya (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari kelompok (yang mengolok-olok)," (QS. Al-Hujurat ayat 11).
" Pengertian sukhriyyah atau olok-olok adalah tindakan menghina, merendahkan, dan mengangkat aib serta kekurangan orang lain dengan jalan ‘menertawakannya.’ Hal itu dapat dilakukan dengan perbuatan atau ucapan, terkadang dengan isyarat dan petunjuk tertentu." Jelas Azmy, yang kebetulan Azia pun langsung menyambung lagi.
"Adapun sahabat Ibnu Abbas RA, sebagaimana dijelaskan juga oleh Al-Ghazali, menyebutkan bahwa senyum merendahkan dan tertawa penghinaan terhadap orang lain merupakan dosa yang pasti tercatat. Kalau senyum adalah dosa kecil, maka tertawa adalah dosa besar. Begini penjelasannya:
وقال ابن عباس في قوله تعالى يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا إن الصغيرة التبسم بالاستهزاء بالمؤمن والكبيرة القهقهة بذلك وهذا إشارة إلى أن الضحك على الناس من جملة الذنوب والكبائر
Artinya: “Sahabat Ibnu Abbas RA perihal firman Allah SWT ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak juga yang besar, melainkan ia mencatat semuanya,’ (QS Al-Kahfi ayat 49) mengatakan, ‘yang kecil’ adalah senyum ejekan terhadap orang yang beriman. Sedangkan ‘yang besar’ adalah tertawa terbahak sebagai ejekan atas orang beriman.’ Ini sudah cukup sebagai isyarat bahwa menertawakan orang lain sebagai ejekan termasuk dosa besar."
"Kesimpulannya: mengejek, menertawakan dan menghinakan orang lain, apalagi di depan muka umum, hukumnya adalah haram dan tidak dibolehkan.!" Suara lantang Azia membuat Cindy malah Terkesima Melihatnya
Sedangkan Daffin yang mendapatkan teguran dari kedua anaknya itu langsung, menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, membuat Meira menahan senyumnya.
"SKAKMAT!" kini Rio yang mengatakannya, namun tak berani menertawakan bosnya yang akhirnya mendapatkan Dakwahan juga.
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
__ADS_1
Hadiahkan Author VOTE nya ya, bila kalian suka dengan ceritanya, dan juga memberikan Author dukungan LIKE DAN KOMENTAR OKE GUYS 🙏😉Syukron 🙏😊