
βΆβΆπ MUTIARA HIKMAH π ββ
Tak Perlu Mengutuk Semua yang Sudah Berlalu
Mungkin kamu pernah merasa, "Bagaimana bisa bahagia kalau selama ini hidupku penuh kenangan dan pengalaman buruk?" Well, hidup kita mungkin tak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita. Tapi dari itu semua, kita selalu bisa mengambil pelajarannya. Salah satu kunci untuk bahagia adalah berdamai dengan hal-hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup.
βOne of the keys to happiness is a bad memory.β
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=~βΆπ β~\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keluarga kecil Daffin kini telah bersiap, termasuk Meira yang nampak sudah rapi, membuat Daffin Tersenyum samar, saat melihat istrinya nampak begitu cantik.
"Kalian sudah siap?" tanya Daffin saat ia melihat Meira menuruni anak tangga.
"Sudah dong Biyah, ummah juga tuh sudah siap" bales Azia dengan suara khasnya, yang melengking dan manja.
"Kamu sudah siap Mei?" tanya Daffin saat Meira sudah di bawah.
"Sudah mas" bales Meira singkat, tapi tetap membuat Daffin senang mendengarnya, karena baginya mendengar suara Meira adalah hal yang sangat langka,
"Alhamdulillah, ya sudah ayo kita berangkat sekarang" Ajak Daffin sembari menggandeng kedua tangan anaknya, dan mereka pun melangkah menuju pintu keluar tempat mobil mereka terparkir, sesampainya mereka di luar, mereka pun langsung menghampiri mobil dan kemudian satu persatu mereka pun masuk, sebelum Daffin masuk..
"Rio, gimana titahku yang tadi?" tanyanya pada Rio yang masih berdiri di samping mobil.
"Saat aku kesana mereka sudah tidak ada bos" Bales Rio apa adanya.
"Kalau gitu tugaskan pada anak buahmu untuk mencari mereka, dan Bawak mereka kerumah kalau sudah ketemu!" Titah Daffin dan ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Oke!" jawab Rio dan ia pun langsung menutupkan pintu mobil Daffin, lalu ia pun langsung berputar menuju pintu mobil yang di sebelahnya dan kemudian ia pun masuk dan duduk di belakang kemudinya, dan tak berapa lama pun mobil melaju secara perlahan menuju pintu gerbang dan saat mobil sudah keluar dari gerbang, mobil pun melaju dengan kecepatan maksimal menuju ke rumah orang tua Daffin..
******
Sementara di sisi lain..
__ADS_1
Di rumah kediaman Adi Nugraha..
Nur Aini yang mengetahui kalau kedua cucunya akan datang, ia pun menyibukkan dirinya di dapur, sudah berbagai masakan yang telah ia buat, karena ia ingin menyenangkan menantu serta kedua cucunya, dan tampak terlihat jelas dari raut wajahnya kalau ia sangat bahagia..
"Wah, banyak banget nih makanannya mah,?" ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul, dengan pakaian kantornya yang masih lengkap.
"Eh papa?, ini loh pah, tadi Daffin kirim pesan bahwa hari ini ia mau datang bersama keluarganya" jelas Nur Aini dengan wajah yang nampak sumringah.
"Maa syaa Allah, pantas saja Mama terlihat bahagia" kata Pria itu yang ternyata Adi Nugraha ayahnya Daffin
"Iya dong, so pasti, kan mau di datangi cucu."
"Cieee, senangnya yang sudah menjadi nenek sekarang" Goda Adi Nugraha, Istrinya.
"Iya dong, orang tua mana coba yang nggak Bahagia melihat anaknya kini sudah berumah tangga dan di tambah lagi ia telah memiliki seorang anak pah" Tutur Nur Aini, sembari ia menata makanan di meja. "Sudah pah, sana mandi dulu, nanti mereka keburu datang loh pah" Lanjut Nur Aini lagi.
"Iya deh mah, ya sudah papa mandi dulu ya mah"
TING, NONG!
"Eh, kok cepat sekali mereka sampai?" Gumam Nur Aini, dan ia pun langsung berlari menuju pintu rumahnya. Dan saat pintu terbuka..
"Assalamu'alaikum jeng Nur" Salam seorang Wanita paru baya bersama seorang wanita cantik yang berdiri di sebelahnya.
"Wa'alaikumus salam, eh jeng Siska, Hanna, ayo silahkan masuk." Ujar Nur Aini
"Terimakasih!" Bales Wanita paruh baya itu ketus, yang ternyata bernama Siska ibu dari Hanna, mereka pun mengikuti Nur Aini masuk setelah berada di ruangan tamu.
" Silakan duduk jeng, nak Hanna" Kembali Nur Aini mempersilahkan tamunya untuk duduk, dan mereka pun duduk di satu sofa sementara Nur Aini, Meminta pembantunya untuk membikinkan minuman. setelah itu ia pun duduk di kursi tunggal yang ada di hadapan sofa tempat Hanna dan ibunya duduk.
"Sudah lama nggak berjumpa, apa kabar jeng?" tanya Nuraini berbasa-basi.
"Saya tidak mau berbasa-basi kesini!, saya hanya meminta pertanggung jawaban, Anda yang memutuskan perjodohan secara sepihak begini!" ujar Siska dengan raut wajah yang nampak marah.
__ADS_1
"Eh, saya minta maaf jeng, tapi ini di luar prediksi saya, " tukas Nuraini.
"Maaf?, kalau kata maaf bisa berguna mungkin penjara tidak penuh jeng!, saya tidak butuh kata maaf!" Hardik Siska tajam. Nuraini terkejut akan perkataan temannya itu, dia seperti tidak percaya, kalau temannya mampu berkata-kata kasar padanya..
"Ada apa ini?" Suara seorang Pria mengagetkan ketiga wanita yang masih beradu mulut.
"Pah, ini.." perkataan Nuraini langsung terpotong..
"Saya datang ingin minta pertanggung jawaban dari istri dan anak bapak!" kata Siska ketus.
"Maksudnya Anda apa ya?, pertanggung jawaban apa?" Tanya Adi Nugraha Bingung.
"Istri Anda mengajak saya untuk menjodohkan anak saya Hanna dengan anak bapak Daffin, hingga saya meminta anak saya yang sedang di luar negeri untuk pulang, sekarang anak saya sudah mengorbankan segalanya, enak saja main batalkan perjodohan ini begitu saja!" tutur Siska dengan nada marahnya.
"Oh lalu Anda mau bagaimana sekarang?" tanya Adi Nugraha datar.
"Saya mau perjodohan ini tetap berlanjut, kalau tidak saya akan menuntut keluarga ini !"
"Heh,! apakah anda tidak tahu kalau anak saya sudah menikah? dan bahkan sudah mempunyai dua anak?" tanya Adi Nugraha yang sikapnya kini semakin dingin.
"Anda jangan membohongi saya, mana mungkin, seseorang yang baru menikah sudah memiliki dua anak dalam sekejap, terkecuali, Anak itu anak haram!" ujar Siska dengan nada menghina.
"Tapi itu kenyataannya, saya tidak ingin menutupi keburukan anak saya, yang memang sudah menodai seorang gadis, dan baru ketahuan kalau ternyata gadis itu telah memiliki anak kembar, makanya baru beberapa hari yang lalu anak saya baru bisa bertanggung jawab atas perbuatannya" jelas Adi Nugraha, dengan berkata jujur.
"Hah?, tidak di sangka, ternyata CEO HDA Grup telah menodai seorang gadis, wah-wah, ini berita eksklusif, kalau sampai terdengar oleh wartawan gimana ya?," cemooh Siska dengan senyum liciknya, "Dan Apakah kalian yakin kalau anak wanita itu adalah anaknya, siapa tahukan, wanita yang di nodai Daffin ternyata wanita Nakal!" Lanjutnya, yang kali ini ia seperti menghina Meira, dan Saat bersamaan terdengar suara seseorang menendang pintu dengan keras hingga mengejutkan seisi rumah tersebut.
JEDERR!!!
"Siapa yang Anda maksud dengan wanita Nakal ?!''
*******
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ππ Syukron ππ
__ADS_1