Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
ISTRI KECIL KU HAMIL LAGI.


__ADS_3

ೋ๑୨♥️MUTIARA HIKMAH♥️୧๑ೋ


Jangan Lupa Bahagia ya guys 😉


"Karena Bahagia itu akan hadir karena rasa Syukurmu pada apa yang telah engkau miliki, Tutup mata dan telinga atas Nikmat orang lain, Kalau itu bisa menimbulkan Hasad di Hatimu.


Fokuslah pada Nikmat-nikmat Allah yang ada pada dirimu, Oke Gyus 👍😉


_Happy reading_


◎❅❀❦◎❅❀❦◎❅❀❦♥️❦❀❅◎❦❀❅◎❦❀❅◎


Melihat Meira yang muntah-muntah tak mau berhenti, membuat kedua sahabatnya itu menjadi cemas.


"Mei, Lo sakit ya, gue antar ke rumah sakit ya." ujar Cindy yang terlihat cemas, Sambil ia memijat-mijat tengkuknya Meira.


Meira tak bisa membalas perkataan Cindy, ia hanya menggelengkan kepalanya saja karena Ia masih berhoek ria.


"Tapi wajah Lo udah pucat banget Mei, gue takut lu kenapa-napa lagi ujar Cindy semakin cemas, namun perkataan Cindy nggak direspon oleh Meira.


"sudah jangan diajak bicara dulu sebaiknya lo ambilkan air hangat buat dia minum." Ujar Dila yang juga terlihat cemas.


"Baiklah, Lo jaga dia ya, gue ngambil air hangat untuknya!" kata Cindy yang kemudian ia pun berlari meninggalkan Meira dan Dilla yang masih berada di dalam kamar mandi perpustakaan.


dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan membawa segelas air putih dan Iya langsung memberikannya kepada Meira, Dan disambut oleh merah dan Ia pun segera meminumnya setelah selesai ia bermaksud ingin bangkit dari jongkok nya namun tiba-tiba ia malah terhuyung Dan hampir saja terjatuh, namun dengan sigap Dila menangkap tubuh Meira.


"Astaghfirullah, kamu kenapa sih Mei!" pekik Dila, "Cindy cepat bantu gue! kita angkat Mira ke sofa." Lanjut Dila lagi.


"Astaghfirullah, ya sudah ayo cepat!" dan akhirnya Cindy dan Dila pun membopong Meira ke sebuah sofa yang ada di dalam perpustakaan itu, setelah mereka membaringkan Mira di sofa, Cindy pun langsung mengambil benda pipihnya.


"Lo mau ngapain Cin?" tanya Dila heran.


"Gue mau nelpon Pak Daffin gue rasa mereka pasti masih di jalan." kata Cindy Cindy sambil mencari kontak Daffin, setelah ia mendapatkan nama Daffin Ia pun langsung melakukan panggilan dan tak berapa lama panggilan pun tersambung.


📲 " Hallo?" kata Daffin di seberang.


📱"Halo Assalamu'alaikum pak."


📲" Wa'alaikumus salam, ada apa Cindy?"


📱" Pak Meira pingsan, bisakah bapak datang?"


📲" Apa!, baiklah aku akan kesana kamu jaga dia dulu." Tut.. Sambung terputus, tanpa menunggu Cindy membalasnya.


"Haiis, nih orang nggak ada sopannya main putusin aja tanpa mengucapkan salam !" gerutu Cindy sedikit kesal karena Daffin langsung memutuskan sambungannya secara mendadak.


"Namanya juga bos, anak buah tidak boleh protes tau!" Timpal Dila.

__ADS_1


"Iya ya ya, bos mah selalu benar yang salah itu cuma anak buah, kenapa jadi bawahan?." ujar Cindy ngasal. dan saat bersamaan..


"Makanya kalau nggak mau jadi bawahan, jangan bodoh karena seseorang menjadi bos itu karena kepintarannya ujar seorang pria yang baru saja masuk membuat Cindy dan Nabila menoleh ke arah pintu masuk perpustakaan.


" pak Rio?!" sentak Cindy dan tak berapa lama masuk juga seorang pria berjas hitam " pak Daffin?!" katanya lagi.


"Dimana istriku?" tanya Davin dengan wajah yang terlihat cemas


"Di..di..sana pak!" kata Cindy gugup. sambil menunjuk sebuah sofa yang ada di ruangan itu, dan Daffin pun langsung menghampirinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanyanya sembari mengusap wajah istrinya. dan kemudian ia pun langsung menggendongnya ala bridal style.


"Ayo Rio Ayo kita ke rumah sakit!" ujar Daffin sambil melangkah menuju pintu keluar perpustakaan.


"Oke!" bales serius singkat


"Saya boleh ikut Pak? " tanya Cindy yang terlihat masih mencemaskan sahabatnya itu.


"buat apa kamu ikut?, Bukankah seharusnya kamu menjaga Twins? " Tanya Rio dengan wajah datarnya.


"Biarkan saja dia ikut Rio!, sudah ada yang menjaganya!" Seru Daffin, yang sudah mulai melangkah menuju ke mobilnya.


" Ya sudah cepat jalan!" Ajak Rio dengan ketus, sembari Ia juga berjalan cepat menuju ke mobil dan diikuti oleh Cindy dari belakang.


setelah mereka semua memasuki mobil Rio pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal. di dalam mobil..


"Tadi Awalnya dia baik-baik saja sampai saya memeluknya dan tiba-tiba ia muntah-muntah katanya minyak wangi saya baunya tidak enak." Ujar Cindy berkata jujur pada


"Hah?, hanya karena minyak wangi, memang kamu pakai minyak wangi apa sampai istriku muntah-muntah?," tanya Daffin semakin penasaran


"Saya memakai minyak wangi non alkohol agar bisa dibawa shalat." ujar Cindy sembari Ia menunjukkan sebuah minyak wangi berbotol kecil yang ia Ambil di tas ransel kecilnya.


Davin mengernyit saat melihat botol minyak wangi yang ditunjukkan oleh Cindy. " Eh, Bukankah Meira memiliki minyak wangi yang sama?, tapi mengapa ia bisa mual dengan yang kamu pakai?." tanya Daffin heran.


"Saya juga nggak tahu Pak." bales Cindy polos.


"Apa Mungkin sebenarnya bukan karena minyak wangi, melainkan karena tubuh kamu yang bau kali." sambung Rio dengan tatapan yang masih fokus kedepan.


"Eh, apa iya?" kata Cindy, yang kemudian Iya menciumi kedua keteknya serta bajunya.


"Eh, enggak kok pak, saya nggak bau malah wangi lanjut Cindy dengan wajah yang begitu polosnya membuat Daffin dan Rio menahan senyumnya karena aja Cindy terlihat lucu saat itu.


dan saat bersamaan mobil Rio memasuki area rumah sakit dan kemudian Ia pun memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah sakit setelah ah mobil berhenti dengan kembali membopong istrinya menuju ke ruang UGD. sedangkan Rio membawa mobilnya menuju ke tempat parkiran di rumah sakit tersebut setelah itu ia ya juga ikut menyusul Daffin dan Cindy yang terlebih dahulu masuk ke rumah sakit


Tuk, sesaat mereka menunggu di depan ruang UGD, dan tak berapa lama seorang dokter yang memeriksa mayora keluar dari ruangan tersebut dan Daffin langsung menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dengan keadaan istri saya Dok?" tanya Daffin yang terlihat cemas

__ADS_1


"istri Bapak tidak apa-apa dia hanya membutuhkan istirahat karena saat ini ia sedang hamil Pak." ujar sang dokter.


"Apa, istri saya hamil Dok?" tanya Davin seperti tak percaya dengan pendengaran.


Iya pak, istri bapak hamil selamat ya Pak." sang dokter lagi,


"Alhamdulillah Terima kasih Dok." Ucap Daffin, yang terlihat begitu senang.


"Iya pak, sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu ya pak." pamit sang Dokter.


"Iya Dok silahkan." balas Daffin.


"Rio!, lihatlah istri kecilku hamil lagi dan gue mau punya anak lagi kalian berdua kapan?" Sindir Daffin, yang kemudian ia pun memasuki ruang rawat Meira.


Mendengar ucapan Daffin yang mengatakan "Kalian berdua kapan?" membuat Rio dan Cindy saling bertatapan satu sama lainnya.


"Ada apa kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Rio yang duluan tersadar, dan pertanyaan Rio hanya di bales Cindy dengan gelengan kepalanya dengan wajah yang terlihat polos.


"Ya sudah!, kalau begitu kamu duduk di situ dulu, aku mau mencari minuman." Ujar Rio, yang langsung berjalan meninggalkan Cindy.


"Ikh, Dasar Mr galak seram!" gumam Cindy lirih, setelah melihat Rio sudah menjauh.


*******


Sementara Di ruang Rawat Meira.


Daffin yang sudah berada di dalamnya langsung menghampiri Meira yang ternyata sudah tersadarkan diri.


"Sayang kamu sudah sadar?" tanya Daffin lembut sembari memberikan kecupan pada dahi Meira.


"Ira kenapa mas?, kok ada di sini?" tanyanya terlihat bingung.


"Kamu tidak apa-apa sayang, cuma kita telah di percaya lagi oleh sang pencipta." Ujar Daffin membuat Meira bingung.


"Maksudnya emas?"


"Kamu hamil sayang, kita akan memiliki buah hati lagi, Terimakasih ya sayang," jelas Daffin Kembali ia mengecup kening Meira lagi.


"Benarkah mas,?" tanya Meira yang masih belum percaya.


"Iya sayang, kita akan memiliki bayi lagi, pasti Twins akan senang mendengarnya, kalau mereka akan memiliki adik lagi" Ujar Daffin lagi.


"Alhamdulillah, keinginan Twins terkabul juga, dia selalu meminta agar Allah memberikan adik katanya" kata Meira yang terlihat senang juga.


"Iya sayang sudah pasti mereka senang, " kata Daffin yang kemudian ia menyatukan dahinya ke dahi Meira, sangat terlihat sekali keduanya begitu bahagia.


*********

__ADS_1


Jangan lupa ya guys, tinggalkan Penyemangatnya buat Author 🙏😉.


__ADS_2