Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
HANYA INGIN BERDUAAN SAJA.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥💠Mutiara Hikmah 💠✥.❖.✥ ══


Perubahan apapun yang kalian harapkan dari Allah SWT di dalam dunia ini. Lakukanlah dalam diri kalian terlebih dahulu. Dengan kesabaran ketika melakukunnya maka sebuah jaminan untukmu buhwa Allah akan menjadikan harapanmu terwujud. Karena sesungguhnya permulaan perubahan di dunia ini semua dari diri kita sendiri.


"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka


merubah keadaan diri mereka sendiri"


(QS. Ar-Ra'd: 11)


✥❖.✥✥.❖.✥✥.❖.✥💠✥.❖.✥✥.❖.✥✥.❖✥


Melihat suaminya yang sudah berbeda, Cindy dengan cepat mendorong tubuh Rio, dan kemudian ia langsung mengambil baju daster yang ia lemparkan di spring bednya, lalu dengan cepat ia memakai baju Daster itu. Sedangkan Rio yang melihatnya hanya tersenyum lucu.


"Humm, kamu selalu bikin aku gemas sih Acha, ukh, rasanya jadi ingin memakan kamu, hmm sabar Brian, belum waktunya karena istri kamu belum makan, jadi sebaiknya kamu mengajaknya makan dulu"_Batin Rio dengan tatapan mata yang masih memandang istri kecilnya.


"Eh kok malah tidur sayang? Emang kamu tidak lapar ya?" tanya Rio saat melihat Cindy yang setelah memakai baju daster langsung tarik selimut dengan wajah masih terlihat sedang merajuk.


"Tidak!" balas Cindy singkat dan ketus.


"Ayolah sayang jangan begitu, kasihan loh anak kita pasti dia sudah kelaparan" rayu Rio dengan lembut, yang kemudian ia pun duduk di pinggiran spring bednya sambil mengelus rambut Cindy dengan penuh kasih sayang, "Sayang maafin kak Bian dong, kamu boleh deh menghukum Kak Bian, tapi jangan menghukum anak kita sayang, kalau kamu tidak makan itu sama saja kamu sedang menghukum anak kita loh sayang, jadi ayolah sayang kita makan dulu yaa" ajaknya lagi masih bersuara lembut.


"Iya iya Acha makan!" balas Cindy yang kemudian ia bangkit dari tidurnya dan langsung berdiri lalu ia pun berjalan menuju pintu tanpa menghiraukan suaminya lagi.


"hais.. Istriku kalau sudah merajuk susah banget sih ih dirayunya," gumam Rio, yang kemudian ia ikut bangkit dari duduknya, lalu ia pun menyusul Cindy yang lebih dulu keluar dari kamar kecil itu.

__ADS_1


Sesampainya di luar kamar Rio melihat Cindy sudah duduk manis di sebuah karpet berbulu yang di tengahnya ada sebuah meja Osin yang di atasnya sudah ada berbagai makanan, Rio tersenyum tipis, lalu ia pun ikut duduk menghadap kearah Cindy.


"Sini piring kamu sayang, biar kak Bian ambilkan yaa" kata Rio sambil ia menadahkan tangannya meminta piring yang berada di hadapannya Cindy.


"Acha bisa ngambil sendiri kok kak" balas Cindy yang kemudian ia pun mengambil satu centong nasi saja kedalam piringnya dan kemudian ia juga mengambil beberapa lauknya juga.


"Kok ngambil nasinya sedikit banget sih Sayang? apa bisa kenyang anak kita kalau Momynya cuma makan segitu?" tanya Rio, yang lagi-lagi anak mereka menjadi alasannya agar Cindy mau menambahkan porsi makannya.


"Iis, nanti kan bisa tambah sih kak"


"Oh iya ya, ya sudah sekarang makanlah sayang, selamat makan" kata Rio namun tidak di balas oleh Cindy, karna ia sudah memasuki makanannya kedalam mulutnya. Melihat Cindy sssth mulai makan, Rio pun juga mulai mengambil makanannya, dan setelah itu ia pun ikut memakan makanannya, suasana pun menjadi hening, hanya dentingan sendok saja yang sesekali terdengar.


Disaat mereka sedang menikmati makanannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah mereka, membuat Rio merasa heran, karena setaunya rumah terpencil ini, sangat jarang di ketahui orang, hanya pengurus rumah dan beberapa orang saja yang tahu.


"Kak, kayaknya ada yang datang deh," kata Cindy yang terlihat ia hendak bangkit dari duduknya.


"Hu'um" setelah Cindy membalasnya Rio pun langsung melangkah menuju pintu rumah kecilnya, dan kemudian ia langsung membuka pintunya dan Rio pun tersentak saat ia melihat siapa yang datang.


"kalian lagi?!" sentak Rio saat melihat dua bocah kecil yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya itu "Bagaimana kalian bisa tahu Kalau kami ada di sini hm?" tanyanya lagi dengan wajah yang terlihat tidak senang melihat kedatangan mereka.


Mendengar pertanyaan Rio, kedua bocah kecil itu bukannya menjawab mereka hanya menunjukkan gigi putihnya seraya, "Assalamu'alaikum Uncle" ucap keduanya sambil menyengir dan dengan memasang wajah polosnya.


Melihat kedua bocah kecil tidak menjawab pertanyaannya Rio mendengus kesal, "Huh!, wa'alaikumus salam!" jawabnya dengan ketus, "Sekarang katakan siapa yang membawa kalian kemari hm?" tanyanya lagi masih memasang wajah kesalnya.


"Biyah Uncle" jawab keduanya secara serentak.

__ADS_1


"Huh! sudah aku duga itu, lalu kemana Biyah kalian hm?" tanya Rio lagi dengan memasang wajah datarnya, sambil matanya melihat sekeliling area halaman rumah kecilnya.


"Sudah pulang Uncle" jawab mereka lagi dan tetap selalu bersamaan.


"Cih, sialan Lo Daffin!, Lo sepertinya sengaja mengungsikan mereka di sini agar dia bisa berduaan saja sama bininya!" gumam Rio yang terlihat amat kesal membayangkan wajah sahabatnya itu.


"Siapa yang datang kak Bian?" tanya Cindy yang tak lama ia menghampiri suaminya untuk melihat siapa yang telah datang, "Eh, Azia, Azmy?, kalian kok bisa di sini sih?" tanya Cindy yang terlihat heran.


"Assalamu'alaikum Aunty" ucap keduanya, yang lagi-lagi tidak menjawab pertanyaannya mereka sebelum mereka mengucapkan salam pada yang mereka temui.


"Wa'alaikumus salam, ya sudah ayo sini masuk, kalian mau makan?" ajak Cindy yang kemudian ia menggandeng tangan Azia dan Azmy dan membawanya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Rio yang masih berdiri di pintu.


Melihat wajah istrinya terlihat senang, Rio tak bisa berkata-kata apa-apa lagi, dan ia pun menepuk dahinya seraya berkata.


"Haiis, Kenapa sulit amat sih ingin berduaan saja!" gumamnya kesal sambil ia berjalan kembali keruangan tempat mereka makan tadi. Dan sesampainya di sana ia melihat Aziah dan Azmy sudah mendapatkan makanan yang di berikan oleh Cindy.


"Cepat habisin makanan kalian, setelah itu kalian harus kembali ke villa lagi Oke" ujar Rio dengan memasang wajah datarnya.


"Kak Bian!, kok gitu sih? emang kenapa kalau mereka disini?" tegur Cindy.


"Tidak mereka tidak boleh di sini, karena kak Biankan hanya ingin berduaan saja sama kamu sayang" balas Rio lembut.


"Tidak bisa mereka akan tetap Disini!" balas Cindy ketus


"Ay, alamak Gatot lagi dong Yank?"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2