
✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ೋ๑୨MUTIARA HIKMAH୧๑ೋ━ ⃟ ⃟ ⃟✧
"Jika yang kita dapatkan hari ini adalah Ujian maka tenanglah sebab Ujian itu adalah pintu menuju kebahagian. Para pecinta selalu bersabar sebab ia tahu bahwa setiap orang punya porsi dan gilirannya masing-masing, tak perlu memaksa keadaan atau menggebu-gebu karena pada akhirnya setiap orang akan sampai pada kebahagiaannya, namun harus melewati segala Ujian terlebih dahulu.
__Quotes of the day___
⊱◈◈◈⊰⚛⊱◈◈◈⊰⚛⊱◈◈◈⊰⚛⊱◈◈◈⊰⚛⊱◈◈◈⊰
"APAA!" Sentak Meira saat mendengar Azmy mengatakan Azia hilang.
"Kamu sudah mencari di sekeliling sekolah,?"tanya meira dengan ekspresi wajah yang panik kepada putranya Azmy karna dia yang tadi bersama adiknya ziah.
"sudah ummah, Amy sudah mencari di sekolah , kelas dan beberapa orang temannya.tapi tetap nggak ada ummah ."jawab Azmy ikut cemas.
"Yaa Allah, terus gimana ini! kemana Azia ya Allah" ujar Meira yang nampak bingung bercampur cemas.
"kita cari lagi aja ummah bersama, in syaa Allah bisa ketemu." ajak Azmy dengan menarik tangan ummah nya untuk mencari Aziah.
Meira sepakat dengan ajakan putranya.dengan cemas mereka pun mencari Aziah bersama-sama, mereka mencari di seluruh penjuru sekolah, saat mereka sedang mencari datanglah Elsa menghampiri Meira dan Azmy yang masih tengah mencari Azia
"Assalamu'alaikum, Mei." salamnya kepada Meira .
sejenak Meira dan Azmy berhenti mencari ziah, karna melihat Elsa yang baru saja memberi salam kepada meira.meira dan azmy pun menjawab salam Elsa
"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" dengan bersamaan.
" kenapa kalian berdua terlihat panik dan cemas seperti itu, ada apa?, dan sepertinya kalian mencari sesuatu ada yang hilangkah?" tanya Elsa dengan rasa penasaran kepada Meira dan azmy .
spontan meira dan azmy putranya hanya memandang satu sama lain dengan rasa panik satu sama lain. lalu meira memandang Elsa dengan menghapus keringat yang membasahi keningnya lalu menarik napasnya,
"Kami lagi nyari ziah, Aziaaahh....hilang Elsa hiks" kata Meira dan spontan ia menangis.
"Astaghfirullah, innalilahi wa innailaihi roji'un." ucap Elsa dengan memeluk meira.
"Kok bisa sih Mei? apa yang sebenarnya terjadi?, kalian sudah bertanya pada scurity? " tanya elsa kepada Azmy yang sedang berdiri menatap mereka berpelukan.
__ADS_1
" hmmm....tadi ziah mau pipis Aunty, tapi Ziah mau nya sendirian nggak mau di temani sama amy. kata ziah, ziah udah gede nggak mau di temani pipis lagi, terus waktu Amy lihat ziah di kamar mandi zianya udah nggak ada Aunty." jelas Azmy kepada Elsa.
"Ya udah kalau gitu Aunty juga ikut nyari ziah sampe ketemu ya!." ujar elsa yang langsung melepaskan pelukannya." kita bersama akan nyari ziah sampe ketemu" Lanjut nya lagi Elsa.
" tunggu Aunty jangan lupa kita harus berdo'a dulu sama Allah, biar Allah bantuin kita nyari ziah sampe ketemu, ayo kita bareng-bareng doain ziah agar Nggak kenapa-kenapa di sana." ucapnya dengan bijak.
"Aamiin ya Allah, semoga ziah nggak kenapa-kenapa di sana." ucap Meira.
" Yaa Allah bantuin kami nyari ziah sampe ketemu, Aamiin..."do'a amy bersama
"Aamiin..." jawab mereka bersama.
Akhirnya mereka pun kembali mencari Aziah bersama-sama, tanpa lelah mereka mencari dengan berpencar meira dan azmy mencari di dalam sekolah sementara elsa mencari di luar sekolah setelah semua lokasi mereka periksa untuk mencari ziah tanpa ada lokasi yang belum mereka datangi tetap saja tidak ada petunjuk bahwa ziah masih ada.
"iya Mei aku juga sudah mencari di seluruh lokasi luar sekolah tetap nggak ada juga !" ujar Elsa.
" Yaa Allah gimana ini?" gumam meira panik.
"Ummah, sebaiknya kita telvon Biyah saja, kita kasih tahu kalau ziah hilang di sekolah?" usul azmy.
"Baiklah kalau begitu" Meira pun langsung merogoh kantongnya dan kemudian ia pun mengambil benda pipihnya, dan kemudian ia pun mencari kontak nama Daffin, setelah dapat ia pun langsung menghubunginya dan tak berapa Sambungan terhubung.
📲" Assalamu'alaikum sayang,?" salam Daffin dari seberang
📱"Wa'alaikumus salam mas, hiks mas Azia hilaang mas hiks!.." tanpa berbasa-basi lagi setelah menjawab salam suaminya, Meira yang tak mampu membendung air matanya lagi, ia langsung mengutarakan apa yang telah terjadi.
📲 "Astaghfirullah! kamu tenang dulu ya sayang, mas segera ke sana Sekarang,!" bales Daffin di seberang yang terdengar jelas nada bicaranya juga mulai panik.
📱"Hiks..iya mas hiks..in syaa Allah hiks."
📲"Ya sudah kamu tenang dulu ya mas secepatnya kesana sekarang mas tutup telponnya ya Assalamu'alaikum"
📱"Iya mas Wa'alaikumus salam" Sambungan pun terputus
Setelah Sambungannya terputus, tiba-tiba seluruh tubuh Mera seakan melemas hingga ia terduduk di lantai di depan sekolah, sambil menangis, ada perasaan takut, ia takut terjadi apa-apa terhadap putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Mei kamu nggak papakan?," tanya Elsa panik melihat wajah Meira yang terlihat memucat.
"Hiks, anakku El, gimana kalau terjadi apa-apa padanya hiks, dia masih kecil banget El hiks.." Meira begitu terpukul hingga ia benar-benar sedih dan merasa ketakutan membayangkan bocah kecil yang lucu itu mengalami hal-hal yang menakutkan baginya.
" Jangan berpikir yang tidak-tidak Mei, kita berdoa saja semoga tak terjadi apa-apa padanya" Ujar Elsa yang langsung memeluk Meira, ia pun ikut sedih.
Azmy yang melihat sang ibu menangis sedih ia pun ikut menangis dan ia juga merasa bersalah, karena ia merasa ini semua karena dirinya yang tak bisa menjaga adiknya itu.
"Maafin Amy ummah, hiks, karena Amy, Dede Zia jadi hilang hiks" katanya dengan wajah yang tertunduk.
Elsa yang mendengar perkataan Azmy, ia pun langsung menarik Azmy kedalam pelukannya dan Meira juga. "Kamu tidak salah sayang, ini sudah ketentuan Allah, yang penting kita harus tetap berdoa semoga Dede Zia di lindungi Allah ya sayang" kata Elsa sembari memeluk Meira dan Azmy.
Dan saat bersamaan mobil Daffin memasuki halaman sekolah, dengan di susul beberapa mobil lainnya, setelah mobil mereka terparkir dengan sempurna, Daffin pun keluar dari mobilnya berbarengan dengan Rio, dan juga beberapa pria berjas hitam juga ikut keluar dari mobil mereka masing-masing.
Nampak Rio Seperti pemimpin mereka sedang memberikan Aba-aba pada pria-pria berjas hitam tersebut, sementara Daffin langsung menghampiri Meira yang masih duduk di lantai di depan sekolah mereka.
Melihat Daffin datang Elsa pun melepaskan pelukannya pada Meira dan Azmy, kemudian ia berdiri dan sedikit menjauh agar Daffin bisa mendekati Meira.
"Sayang, kenapa kamu disini?, kamu tidak apa-apakan sayang?" tanya Daffin yang langsung ikut jongkok memeluk istrinya yang sedang memeluk Azmy.
"Mas, hiks, Azia hilaang mas hiks..heheu Ira takut terjadi apa-apa padanya hiks.." tangis Meira semakin pecah saat Daffin memeluknya.
"Sssth, tenanglah sayang, mas janji tidak akan terjadi apapun pada anak kita sayang," ujar Daffin menenangkan istri kecilnya itu.
Di saat bersamaan Rio menghampiri mereka.
"Fin ada yang aneh!"
*******
Terus dukung Author ya 🙏😉
Dengan cara VOTE⚛ LIKE ⚛; KOMENTAR
Biar Author Semangat Update lagi Ok 😉
__ADS_1