
─⊱◈◈◈⊰💠 KALAM ULAMA 💠⊱◈◈◈⊰─
"Logika tak punya cara mengungkapkan cintanya. hanya cinta yang membuat rahasia. jika kau ingin lebih hidup, cinta adalah kesehatan yang sejati".
🔹[ Maulana Jalaluddin Rumi ]🔹
❤صَلَّ اللّٰـهُ عَلَی مُحَمَّدْ صَلَّ اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ❤
🔹⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰🔹
Siang itu Rio pergi bersama Daffin ke sebuah restoran ternama di kota J, untuk melakukan sebuah meeting dengan salah satu perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan milik Daffin. dan setelah pembahasan kerjasama telas Usai, mereka pun melanjutkan dengan makan siang bersama.
"Lo nggak makan Rio?" Tanya Daffin heran saat melihat temannya tidak seperti biasanya, dan anehnya sejak waiter wanita menyuguhkan makanan di atas meja tempat mereka duduk, Rio selalu menutup hidungnya.
" Nggak bos, gue lagi nggak nafsu." Jawab Rio yang masih menutup hidungnya dengan telapak tangannya, hingga mulutnya ikut tertutup.
"Lo kenapa sih?, apa lo sakit ya?." Tanya Daffin dengan dahi yang sedang berkerut.
"nggak Bos gue sehat kok." Balas Rio yang tetap masih menutup hidung dan mulutnya.
"Tapi kenapa lo tutup hidung dan mulut gitu?, " Tanya Daffin lagi yang masih penasaran.
"Gue juga nggak tahu nih, sajak makanan ini muncul perut gue mual." jawab Rio apa adanya.
"Maaf nih, saya nimbrung pak. Apakah Pak Rio sudah beristri?" tanya salah satu pria teman meeting mereka tadi.
"Nggak papa pak Edo, nimbrung aja, Kitakan satu meja masa nggak boleh nimbrung sih." Balas Rio pada Pria itu yang bernama Edo " Saya memang sudah beristri pak." Lanjut Rio dengan suara yang terdengar di dalam akibat mulut dan hidungnya yang masih di tutup.
"Oh, apakah saat ini istri bapak sedang hamil?" Tanya Edo lagi.
"Eh Bapak kok bisa tahu, kalau Istri saya sedang hamil ?."tanya Rio heran.
"Oh, iya karena melihat bapak yang seperti ini saya bisa menyimpulkan kalau istri anda sedang hamil." Jelas Edo, membuat Rio dan Daffin saling pandang karena tidak paham.
" Maksudnya bapak?, apakah saya seperti ini karena ada hubungannya pada istri saya yang sedang hamil?" tanya Rio jadi penasaran.
"Iya pak, istilah kedokterannya saat ini bapak mengalami couvade syndrome, atau kata lainnya
mengalami sindrom simpatik kehamilan dan kemungkinan saat sekarang bapak lagi sensitif dengan bau bauan, ya seperti wanita yang sedang mengalami ngidam gitu pak, terkadang sampai mual atau sering menginginkan sesuatu gitu pak." Jelas Pak Edo membuat Rio tercengang.
__ADS_1
"Hah?, pantas saja setiap pagi saya sering mual-mual makanya saya tidak berani bangun pagi, di tambah lagi saya suka menginginkan sesuatu yang tidak pernah saya sukai, nah yang di meja sekarang adalah makanan kesukaan saya, kenapa saya jadi mual melihatnya serta menciumnya ya " Keluh Rio, yang akhirnya Daffin paham kenapa sahabatnya jadi sering telat.
"Oh jadi Lo sering terlambat karena ini, bukan karena sibuk bercinta Mulu sama Cindy?" tanya Daffin yang ikut penasaran.
"Iya bro, lagian gue bercinta juga pagi tadi doang mana berani gue nyentuh Cindy yang masih baru hamil gitu." Jelas Rio apa adanya.
"Oh iya pak, gimana cara menghilangkan itu pak??." Tanya Rio lagi pada Edo.
"Itu tidak bisa di hilangkan pak, cuma nanti seiring kehamilan istri bapak akan hilang sendiri kok, tapi tergantung juga sih ada juga yang mengalami itu sampai istrinya melahirkan." Jelas Pak Edo lagi.
"Hah!, kalau sampai istri saya melahirkan, berarti saya harus nunggu 7 bulan lagi dong." Ujar Rio yang sepertinya jadi tertekan mendengar hal itu.
"Ya begitulah pak." Kata Edo sembari tersenyum.
"AlaMak, bisa-bisa kenak pecat gue kalau begitu, haiis, kenapa nggak sekalian aja gue yang hamil, masa gue nggak hamil harus ngalamin ngidam sih." Keluh Rio yang terlihat frustasi.
"Itu mungkin bapak pernah terbersit mengatakan tak ingin melihat ia susah atau apa gitukah?" Tanya Pak Edo.
"Eh, Iya kak saya pernah mengatakan seperti itu karena saya telah berjanji akan menjaganya dan tak ingin lihat ya menderita." Tutur Rio yang teringat memang ia pernah mengatakan itu.
"Nah, itu dia pak, makanya sekarang bapak mengalami seperti ini, bagaimana menurut bapak mengalami masa ngidam ibu yang hamil, apakah enak menurut bapak?" Tanya Edo sambil tersenyum.
"Nah, bapak saja merasa menderita, sekarang coba bapak bayangkan seandainya itu yang di alami istri bapak, mana di rahimnya ada anak bapak sementara ia begitu sulit makan, dan kala saat ia baru makan ia harus kembali mengeluarkannya, apakah bapak tega melihat itu?" tanya Edo, membuat Rio langsung terdiam.
"Astaghfirullah, tidak aku tidak ingin Acha mengalami ini, ya Allah aku terima rasa ini dengan ikhlas, tapi hamba mohon jangan biarkan istri hamba yang mengalami ini."_ Batin Rio, yang seperti ia tak akan tega bila melihat Cindy harus mengalami apa yang ia alami.
"Bagaimana pak Rio, kenapa tidak menjawab pertanyaan saya?" tanya Edo membuyarkan lamunan Rio.
"Tidak pak, saya tak ingin istri saya mengalami seperti ini, biarlah saya saja yang mengalami ini memang tak enak, tapi in syaa Allah saya ikhlas pak." Ujar Rio mantap, membuat Edo tersenyum.
"Ma syaa Allah, ternyata anda sangat menyayangi istri anda ya,?" Tanya Edo yang terlihat kagum dengan ketekatan Rio.
"Aamiin, in syaa Allah pak, tapi kenapa bapak begitu memahami hal ini?, Apakah bapak seorang dokter?." tanya Daffin yang terlihat penasaran ada Edo
"Tidak pak, saya bukan seorang dokter, tapi saya pernah mengalami apa yang dialami oleh Pak Rio, bahkan tiga anak saya sekarang dan ketiganya sayalah yang mengalami masa sindrom simpatik kehamilan itu pak, dan saya sangat menikmati itu dan seandainya Allah masih mempercayai saya untuk memiliki anak lagi, maka in syaa Allah saya bersedia bila harus mengalami itu lagi." jelas Edo dengan wajah yang terlihat bersahaja membuat Rio dan Davin kagum melihatnya.
"Luar biasa, ternyata bapak adalah seorang suami dan seorang ayah yang luar biasa ya sepertinya saya harus belajar dengan bapak agar saya menjadi suami serta ayah yang baik untuk keluarga saya juga. pak" Ujar Daffin yang terlihat kagum pada Edo.
"Hahaha bapak bisa saja. Berbicara tentang keluarga, Sebenarnya saya hanya ingin mengikuti jejak kekasih Allah saja pak, seperti istri adalah orang pertama setelah suami. dan saya juga selalu ingat dengan sebuah hadits yang mengatakan:
__ADS_1
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.”
(HR Ibnu Majah)
Hadits ini dapat dimaknai bahwa sebaik-baiknya laki-laki adalah yang terbaik sikapnya terhadap istri. Dan Nabi adalah laki-laki terbaik dalam memperlakukan istri. dan karena Hadits itulah yang telah menginspirasi saya untuk bisa bersikap baik kepada istri dan keluarga saya pak." Jelas Edo menambahkan kekaguman Rio dan Daffin kepada Edo.
"Luar biasa, kayaknya saya juga harus menerapkan diri saya seperti bapak, agar saya juga bisa menjadi lelaki terbaik untuk keluarga saya." Ujar Daffin
"Iya, seperti saya juga, dan benar kata Daffin, kami harus banyak belajar nih dari bapak, apakah bapak bersedia mengajari kami, menjadi suami terbaik untuk untuk istri dan keluarga kami?" Tanya Rio yang ia juga terlihat kagum dengan sosok Edo.
"Dengan senang hati pak Rio pak Daffin, sekalian kita menyambung tali silaturahmi kita agar semakin erat." Balas Edo yang wajahnya tak pernah lepas dari senyumannya yang bersahaja itu.
"Alhamdulillah, baiklah, kapan-kapan saya akan mengundang bapak berserta keluarga ke rumah saya, " kata Daffin yang terlihat senang akan tanggapan Edo
"Dengan senang hati saya pasti akan datang, ya sudah kalau begitu saya pamit duluan ya pak Daffin dan pak Rio, saya sangat senang sekali bekerja sama dengan Anda berdua." Kata Edo yang kemudian ia bangkit dari duduknya kemudian ia juga bersalaman pada Rio dan Daffin.
"Saya juga pak terima kasih nasehat berharganya tadi " Balas Daffin dan Rio.
"Sama-sama pak, ya sudah saya pamit Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumus salam." Jawab Daffin dan Rio secara bersamaan, lalu Edo dan Asistennya pun berlalu meninggalkan mereka.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang." Ajak Daffin, yang kemudian ia juga bangkit dari duduknya.
"Oke let's go." Balas Rio yang kemudian mereka pun berjalan meninggalkan restoran tersebut.
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.
Oh iya Author memiliki Novel terbaru, kepoin yuk, dan tinggalkan jejaknya juga ya guys.🙏😉
In syaa Allah nggak kalah seru kok Sama novel Author ya lainnya, jadi singgah ya guys 🙏🥰
__ADS_1