
──⊱◈◈⊰🌸 MUTIARA HIKMAH 🌸⊱◈◈⊰──
"Menikah Itu?
Harus Siap Ketika Kau Menemukan Suatu Kelebihan Pasanganmu.
Dan Seribu Kekurangannya.
Bersyukur Dengan Yang Ada Padanya.
Dan Memeluk Erat Semua Kekurangannya.
Seraya Memperbaiki Tampa Menuntut Lebih"
__ Quotes of the day__
══ ✥.❖.✥ ══ ═⚛️ ✥💗✥ ⚛️═ ══ ✥.❖.✥ ══
Deruan ombak mulai kencang hingga tak Airnya mengenai kaki Daffin membuat ia tersadar, dan tentu saja Meira ikut tersadar.
"Eh, Astaghfirullah" sentaknya lalu ia hendak bangkit " Ira mau lihat Anak-anak mas" katanya sembari mau berdiri namun di tahan kembali oleh Daffin kali ini tertahan tangannya yang sedang melingkar di pinggang Meira.
"Anak-anak sudah di urus oleh BI Rum, sekarang boleh kita bicara" katanya Daffin.
"Boleh mas, Tapi jangan begini mas, tidak nyaman rasanya" kata Meira sedikit menundukan wajahnya.
"Baiklah, sekarang duduklah di sini Mei" kata Daffin yang sudah melepaskan tangannya dari lingkaran pinggang Meira, lalu ia memintanya untuk duduk di sebelahnya, dan Meira mengikutin ke inginan suaminya. ia duduk di sebelah Daffin tapi ia sengaja memberi jarak padanya.
"Mei?" panggil Daffin lembut.
"Yaa?"
"Bolehkah aku bertanya?"
"Silahkan mas"
__ADS_1
"Apakah kamu belum bisa memaafkan aku Mei?" tanya Daffin yang kini matanya langsung menatap istrinya.
"Kenapa mas menanyakan hal itu?"
" Karena aku merasa kamu masih membenciku Mei, kamu selalu menjaga jarak dariku, padahal kita sudah menikah hampir dua bulan, jadi aku merasa kamu belum memaafkan aku" kata Daffin yang masih menatap wajah Meira seperti mencari jawaban di sana.
"Itu perasaan mas saja, Ira sudah memaafkan mas kok" bales Meira yang ia tak berani membalas tatapan Daffin.
"Kalau memang kamu sudah memaafkan aku kenapa, aku merasa kamu selalu menganggapku seperti orang asing Mei, bukan seperti seorang suami, aku tahu kesalahan ku sangat besar, tapi aku sudah bertekad ingin memperbaikinya Mei, makanya aku tak pernah putus asa untuk mencari kalian, jadi aku mohon dukung aku untuk memperbaiki semuanya Mei, aku janji tidak akan menuntut Hakku sebagai suamimu, Mei, aku hanya berharap kamu benar-benar tulus memaafkan aku, dan tidak menjaga jarak dari ku Mei, aku hanya ingin membahagiakan kalian." kata Daffin yang Raut wajahnya terlihat ada Kesedihan di sana,
Mendengar curhatan Daffin membuat Meira merasa berdosa, apalagi saat ia mendengar kata "hakku" sebagai suaminya, dan itu artinya ia termasuk telah menganiaya suaminya dan ia pun teringat pada sebuah Hadits.:
Nabi Muhammad ﷺ dalam Al-hadts disebut pernah bersabda,
"Barang siapa (isteri) menganiaya suaminya dan memberi beban pekerjaan yang tidak pantas menjadi bebannya (yakni suami) dan menyakitkan hatinya, maka para Malaikat juru pemberi Rahmat (Malaikat Rahmat) dan Malaikat juru siksa (malaikat azab) melaknatinya (yakni isteri). Barang siapa (isteri) yang bersabar terhadap perbuatan suaminya yang menyakitkan, maka Allah akan memberinya seperti pahala yang diberikan Allah pada Asiyah dan Maryam Binti Imran."
Menurut Alquran dan hadits, istri yang shalehah adalah ia yang mengikuti perkataan suami. Suami merupakan imam dan pemimpin bagi wanita yang telah menikah.
Dalam surat An-Nisaa ayat 34, Allah Berfirman:
Di dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa istri yang menolak ajakan suami untuk berhubungan badan akan dimurkai yang ada di langit hingga suaminya memaafkan istrinya
عن أَبي هريرة - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: والَّذِي نَفْسِي بيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأتَهُ إِلَى فِرَاشهِ فَتَأبَى عَلَيهِ إلاَّ كَانَ الَّذِي في السَّمَاء سَاخطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنها
Abu Hurairah berkata Rasulullah ﷺ bersabda,:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya ke ranjang (untuk bersenggama) sedangkan dia (istri) enggan, melainkan yang ada di langit murka kepadanya sampai suaminya memaafkannya." (HR Muslim)
Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya memperingatkan para wanita yang telah menjadi suami untuk tidak menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan badan.
وعن أَبي هريرة - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امرَأتَهُ إِلَى فرَاشِهِ فَلَمْ تَأتِهِ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبحَ
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim).
Teringat akan semua yang telah ia pelajari tiba-tiba tubuh Meira bergetar dan itu terlihat jelas sekali oleh Daffin apa lagi ketika Daffin Melihat wajah Meira yang nampak pucat dan terlihat sekali seperti ia sedang ketakutan, membuat Daffin berpikir kalau, trauma Meira sedang kumat.
__ADS_1
"Astaghfirullah, kamu kenapa Mei?, jangan-jangan trauma kamu kambuh lagi ya?" tanya Daffin yang sudah mulai panik.
Meira tidak menjawab pertanyaan sang suami ia hanya malah memandang suaminya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dan Daffin pun membalas tatapan itu, namun tak lama Air mata Meira mengalir membuat Daffin menjadi merasa bersalah karena telah mencurahkan isi hati.
"Maaf Mei, aku tidak..." ucapan Daffin terpotong karena tiba-tiba Meira memeluknya membuat ia kaget bercampur senang, ternyata trauma Istrinya sudah benar-benar sembuh buktinya ia kini bisa memeluk istrinya.
"Maaf mas, hiks, maafkan Ira..hiks Ira sudah berdosa pada mas hiks" ucap Meira di dalam pelukannya, membuat Daffin jadi tidak mengerti,
"Eh, kenapa Meira tiba-tiba minta maaf pada ku?, bukankah aku yang tadi Meminta maaf padanya?" _Batin Daffin
"Maafkan Ira, ya mas hiks, karena Ira sudah mengabaikan mas sebagai seorang Suami hiks.. bahkan Ira juga selalu mengabaikan kewajiban Ira sebagai seorang istri hiks Maaf Mas.." lanjutnya lagi.
Mendengar perkataan Meira Daffin langsung bertasbih. " Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar!, Alhamdulillah ya Allah, terima kasih karena akhirnya engkau telah menyadari istri hamba " Batin Daffin penuh rasa syukur dan tak terasa air matanya juga ikut mengalir karena rasa harunya karena akhirnya doanya telah terkabulkan.
Daffin melepaskan pelukannya lalu ia menatap Meira, lalu ia juga menghapus air matanya. "Kamu tidak salah Mei, dan aku tidak akan pernah menyalahkan mu, soal kamu telah mengabaikan aku aku Ridho Mei dan tentang kamu juga mengabaikan kewajiban mu, itu juga Aku ridho, jadi Allah tidak akan murka padamu Mei" Kata Daffin, yang setelah menghapus air matanya ia juga mengelus pipinya dan setelah ia mengungkapkan kata Ridho terakhir ia juga memberikan kecupan lembut pada dahi Meira.
Setelah mengecup dahi Istrinya Daffin kemudian memegang kedua pipinya
" Tapi Mei, aku minta setelah ini bisakah kita menjalankan kehidupan rumah tangga kita secara normal, layaknya sebuah keluarga?" Sambung Daffin lagi, dan di Anggukkan oleh Meira
"Apakah itu artinya kamu mau menerimaku seutuhnya Mei?" tanya Daffin lagi dan lagi-lagi di Anggukkan oleh Meira.
"Alhamdulillah, Terimakasih Mei" kata Daffin yang kebahagiaannya tak bisa tergambarkan dan ia langsung memeluk Meira dan pelukan ia terbalaskan oleh Meira membuat Daffin tambah senang. "Aku sangat mencintaimu Mei " Bisiknya di dalam pelukannya, mendengar pernyataan Daffin, Meira tambah memperat pelukannya, membuat Daffin Tersenyum puas.
"Terimakasih ya Allah, hanya engkaulah sang Maha pembolak-balik hati manusia, dan Hamba sangat berterima kasih pada akhirnya engkau telah menghilangkan rasa benci istriku dan semoga kebencian itu berubah menjadi rasa sayang dan cinta pada hamba " Doa Daffin di dalam hatinya Di dalam pelukannya sang istri dan ia mengecup puncak kepala Meira dengan penuh kasih.
********
Semangat memberikan Author dukungan ya, biar Author juga semangat untuk update juga.
dan jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok.
LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR.
Selalu Author nantikan SYUKRON 🙏😊
__ADS_1