
❀━•⊰❁❣️Mutiara Hikmah ❣️❁⊱•━❀
"Orang yg mencintaimu karena Allah tidak akan meninggalkan mu karena kekuranganmu, dan tidak akan menyakitimu karena kesalahanmu"
sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ
❅━━━━━❀━•⊰❁❣️❁⊱•━❀━━━━━❅
Mendengar teriakkan Cindy, dengan spontan Rio memijat pedal remnya sehingga suara decikan mobil terdengar keras, dan seketika mobil pun berhenti secara mendadak.
"Astaghfirullah! ada apa Cha?" tanya Rio terlihat kaget dan panik. Bukannya menjawab pertanyaan dari Rio Cindy malah langsung keluar dari mobilnya dan langsung berlari menuju sebuah taman, membuat Rio semakin cemas melihatnya.
"Astaghfirullah, Acha kamu mau kemana?!" teriak Rio sambil ia membuka tali sabuk pengamannya dan dengan cepat ia juga turun dari mobilnya bermaksud mengejar istrinya, "Huh! Bocah itu selalu berhasil membuat jantungku terpicu tanpa harus lari ya!" gerutu Rio yang kemudian ia pun berlari mengejar Cindy.
Sementara Cindy yang berlari ke taman ternyata ia menghampiri seorang wanita yang sedang menangis ketakutan karena tangannya sedang di pegang dua orang pria bertubuh besar.
"Wooy! Banci! Dasar nggak punya malu ya? beraninya dengan Nenek-nenek!" teriak Cindy saat ia sudah mendekat pada mereka.
"Eh, banyak bacot Lo! pergi Lo dari sini jangan ikut campur urusan orang!" bentak salah satu pria bertubuh besar itu.
"Cih! gue juga nggak mau ikut campur urusan Lo! kalau Lo bukan malakin Nenek-nenek tau! rugi banget gue berurusan ama Lo!" hardik Cindy dengan gaya tomboinya,
"Wah makin banyak bacot Lo ya! gue gibeng juga nih Anak!" ujar temannya yang lain, sembari ia mengayunkan tangannya yang hendak menampar Cindy. Namun dengan sigap Cindy langsung menangkis tangan Pria berbadan besar itu
"Wah boleh juga nih cewek, tangkisannya kuat banget ternyata Sony!" kata Pria yang tadi mau menampar Cindy.
"Berarti dia punya kemampuan Jon, ya sudah Lo hajar saja dia Jon!" titah pria yang di panggil Sony itu.
"Oke Jon! dengan senang hati" kata pria yang di panggil Jon, dan dia pun mulai menyerang Cindy. dan perkelahian pun tak dapat dihindari, Cindy dengan berani melawan Pria tersebut.
Bugh..Bagh..Bugh..
Melihat sahabatnya terlihat kewalahan Pria yang bernama Sony pun mulai ikut menyerang Cindy, dan akhirnya perkelahian satu lawan dua pun semakin sengit.
_____
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Rio yang sempat kehilangan jejak Cindy, terlihat mulai kebingungan"lah kemana lagi tuh bocah Kenapa cepat banget hilangnya sih?" gumam Rio dengan mata mencari sekeliling sekitar taman tersebut, dan tiba-tiba ia mendengar suara orang bertarung,
Bugh..Bagh..Dugh..Bugh.. mendengar suara itu Rio pun langsung mencari kesumber suara pertarungan tersebut dan..
"Astaghfirullah! nih bocah yaa, nggak hilang-hilang jiwa premannya!" seru Rio saat melihat seorang wanita sedang berantam dengan dua pria, dengan cepat Rio berlari menghampiri mereka, dan langsung Ia pun langsung ikut bertarung, seraya berkata, "Pinggir Acha!" teriak Rio sambil menghatam kedua pria yang sempat bertarung dengan Cindy.
Mendengar titah sang suami Cindy pun minggir dan pertarungan di lanjutkan oleh Rio. Dan bagi Rio mengalahkan kedua preman itu hanya membutuhkan beberapa menit saja dan ia sudah berhasil mengalahkan kedua Pria tersebut. Dan ia juga meminta seorang penonton yang melihat pertarungan itu untuk menghubungkan polisi, dan meminta mereka untuk memegang kedua Pria tersebut. Setelah itu ia menghampiri Cindy yang sedang berbicara pada seorang Nenek yang terlihat ketakutan.
"Terima kasih banyak ya Cu, karena sudah membantu Nenek" ujar sang Nenek dengan suaranya yang gemetaran karena takut.
"Iya Nek, sama-sama, ayo kita duduk disana ya nek," ajak Cindy sambil menuntun tangan sang Nenek, "Sebenarnya mereka siapa Nek, dan kenapa mereka menggangu Nenek?" tanyanya dengan lembut sembari ia mengajak nenek duduk di salah satu tempat duduk yang berada di taman tersebut.
"Mereka preman taman ini Nak, dan mereka selalu meminta uang, katanya untuk keamanan di taman ini, tapi hari dagangan Nenek sangat sepi, jadi Nenek belum bisa ngasih uang keamanannya Cu, dan mereka marah" jelas sang Nenek menceritakan awal keributan itu.
"Astaghfirullah, tapi Nenek nggak papakan?" tanya Rio yang sudah berada di dekat mereka.
"Alhamdulillah nenek baik-baik saja kok Cu, Oh iya ini siapa?" tanya Sang nenek saat melihat Rio.
"Oh ini suami saya Nek" balas Cindy dengan lembut, "Oh iya dagangan Nenek mana?" tanya Cindy lagi.
Melihat sang Nenek hendak berdiri, Rio pun langsung mencegahnya, "Sudah Nenek duduk disini saja biar saya yang mengambilkannya" kata Rio yang kemudian ia pun berjalan kearah bakul tersebut. Dan tak berapa lama Rio kembali lagi dengan membawa bakul tersebut.
"Ini Nek jualannya" kata Rio meletakkan bakul tersebut di hadapan sang Nenek.
"Terima kasih Cu" ucap sang Nenek terlihat senang.
"Nenek jualan apa?" tanya Cindy sambil membuka tampah yang di tutupi pelastik tersebut.
"Mie pecal Cu"
"Wah kayaknya enak nih, Kak beliin dong, kayaknya Acha kepingin makan mie pecal deh" pinta Cindy dengan mata yang terlihat berbinar.
"Eh emang nggak papa Cha?" tanya Rio yang terlihat khawatir, "Nek istri saya sedang hamil apa boleh makan beginian?" tanyanya lagi pada sang Nenek.
"Apa! Cucu Acha sedang Hamil?" tanya Sang nenek terlihat kaget.
__ADS_1
"Iya Nek? kenapa emang nggak boleh ya makan mie pecal?" tanya Cindy yang kini wajahnya terlihat sedih.
"Bukan nggak boleh, boleh kok, cuma Nenek kaget kamu hamil kenapa tadi berantam sama preman itu? kalau ada apa-apa gimana Cu?" tanya nenek terlihat khawatir.
"Nah itu dia Nek, yang saya risaukan, sudah mau jadi ibu, tapi jiwa premannya belum hilang juga Nek" ujar Rio sembari menatap Cindy dengan wajah dinginnya, ternyata ia masih kesal dengan istri kecilnya itu yang selalu semaunya saja.
"Apaan sih kak Bian, Achakan nggak mungkin biarkan preman tadi jahatin Nenek ini" balas Cindy membela dirinya.
"Kan ada kak Bian Acha, kenapa kamu diam saja tadi saat di mobil hm?" tanya Rio datar.
"Yakan nggak ada waktu untuk menjelaskan kak, nanti keburu nenek ini kenapa-kenapakan? bela Cindy lagi.
"Sudah sudah nanti jadinya bertengkar, yang penting perut kamu nggak papakan Cu?" timpal Sang Nenek melerai perdebatan suami istri itu.
"Nggak papa kok Nek, Acha baik-baik saja" balas Cindy.
"Alhamdulillah, ya sudah nih makan mie pecalnya sudah Nenek bikinkan" ujar sang Nenek sembari menyerahkan piring yang sudah berisi dengan mie pecal.
"Terima kasih Nek, wah kayaknya enak nih Nek" kata Cindy dengan mata yang kembali berbinar melihat mie pecal tersebut, dan bahkan ia langsung melahapnya tanpa melihat Rio lagi yang terlihat masih kesal, namun saat melihat Cindy yang memakan pecal begitu lahap yang pun tersenyum tipis karena melihat mulut istrinya yang memakan pecal sedikit belepotan.
"Huh dasar bocah, selalu bikin gemas sih".
___________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘
Oh iya, selagi menunggu update Author singgahi ya Karya-karya sahabatnya Author, in syaa Allah nggak kalah seru ceritanya deh.
Jangan lupa kepoin ya guys 🙏😘
__ADS_1
Seru-seru banget kok, Authornya juga kece-kece jadi rugi kalau nggak nyasar kesana.