Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
JANGAN TINGGALKAN AKU!


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


" Tidaklah dari manusia itu hidup, melainkan setiap waktunya adalah ujian. Jika ia diberi kebahagiaan, maka ia sedang diuji bagaimana rasa syukurnya. Dan jika ia diberi kesedihan, maka ia sedang diuji bagaimana tingkat sabarnya."


So jalanin hidup penuh rasa ikhlas dan Syukur. Maka In shaa Allah, bahagia akan datang. Semoga kita memperoleh kemudahan dalam meluangkan waktu dan proses mengisi waktu dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, Aamiin


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Mendengar teriakkan Cindy yang mengatakan, bahwa adalagi yang akan keluar, membuat Rio, sangat kaget mendengarnya. Ia tak menyangka, tubuh istrinya yang kecil itu, seperti memiliki kekuatan yang luar biasa, hingga ia sudah mengeluarkan tiga anak dari rahimnya. Bahkan ia berteriak kembali bahwa ada satu lagi.


"Hah! Ada lagi sayang?" tanya Rio kaget, dengan wajah yang terlihat sudah dipenuhi keringat jagung juga, karena menyaksikan kelahiran anak-anaknya.


"Dokter ada lagi yang mau keluar! Cepat tolong istri saya!" teriaknya lagi pada sang Dokter, karena ia tak tega melihat wajah Cindy yang terlihat kesakitan. Mendengar teriakkan Rio, sang Dokter kembali menangani Cindy.

__ADS_1


"Tenanglah Pak, Saya segera menolongnya" ucap Sang Dokter, yang kemudian ia kembali memeriksa Cindy. "Maa shaa Allah, kepala bayinya sudah dipintu. Ayo Bu semangat, sekali lagi, tarik nafas yang dalam lalu edangkan!" titah Sang Dokter menginstruksikan Cindy kembali.


Tanpa membuang waktu Cindy kembali menarik nafasnya. "Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin! Ngeeeeeek..!" ucapnya dan kembali ia mengedan dengan sekuat tenaga dan..


"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi yang keempat kembali terdengar dan memecahkan ruangan persalinan kembali.


Melihat bayi keempatnya telah hadir Air mata Rio akhirnya tumpah. Ia begitu bersyukur atas karunia Allah yang begitu besar kepadanya.


"Alhamdulillah, bayi keempat kita perempuan lagi," ucap Rio, sembari ia mencium dahinya Cindy dengan rasa kasih sayang yang amat sangat. "Tidak ada lagikan sayang?" tanya Rio yang terlihat ia ikut lemas. Sambil menatap wajah lelah sang istri kecilnya itu.


Cindy, yang terlihat sudah kehabisan tenaga, ia hanya membalas pertanyaan suaminya dengan gelengan kepalanya saja. Rio yang paham akan lelahnya Istrinya, ia kembali memberikan kecupan lembut, seraya berkata.


"Sa-sama-sa-ma Kak, Acha ju-ga ber-teri-ma ka-sih, un-tuk se-galanya. ja-ga bu-ah hati ki-ta ya.. ma-maaf-kan Acha k-ak..,hes.." ucap Cindy yang terbata-bata, lalu dengan perlahan ia pun memejamkan matanya. Membuat Rio tersentak dan seketika darahnya berdesir saat melihat wajah istrinya, seketika memucat.


"Tidak! Sayang apa yang terjadi padamu? Buka mata kamu Sayang!" panggil Rio, yang kini suaranya terdengar bergetar, ia juga terus menepuk-nepuk pelan pipi Cindy, namun tidak bereaksi sama sekali, membuat Rio menjadi takut. "Dokter! Cepat periksa istri saya! Cepat Dokter!" teriaknya, membuat sang Dokter kaget karena suara Rio yang begitu tinggi.

__ADS_1


Melihat kepanikan Rio, tanpa berkata apapun, Sang Dokter langsung memeriksa keadaan Cindy. Nampak jelas wajah sang Dokter, berubah pias setelah ia memperiksa Cindy, dari denyut nadinya dan juga detak jantungnya hingga pernafasannya yang sepertinya semuanya sudah berhenti.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un, maaf Pak, sepertinya Allah, sudah mengambil istri bapak, jadi Bapak ya sabar ya," ucap sang dokter dengan wajah sesal karena ia tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Tidak! Itu tidak mungkin Dokter! Tidak mungkin istri saya meninggal! Dia tidak mungkin meninggalkanku dan anak-anaknya! Cepat priksa lagi Dokter!" teriak Rio, yang terlihat ia tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.


"Maaf Pak! Tapi ini faktanya, kalau istri Anda sudah meninggal Pak!" tegas sang Dokter. Membuat Rio menjerit histeris.


"Tidaaak! Tidak mungkin! Acha bangun Acha! Banguun! Kamu tidak bisa meninggalkan aku dan anak-anak kita Acha!" teriak Rio, sembari ia menggoyangkan tubuh istrinya yang terlihat sudah mulai kaku.


"Kyaaaaaa! Tidaaak! heuheuheu.. Jangan pergi Acha, jangan tinggalkan akuu!.. huhuhu" teriak Rio begitu histeris, dan tangisnya pun pecah, ia terus-menerus mengguncang tubuh Cindy, hingga akhirnya tubuh itu ia peluk dengan erat, sesekali ia menciumi seluruh wajah Cindy.


Rio sudah tak bisa mengusai dirinya lagi. Ia sampai melupakan keempat buah hatinya bersama Cindy. Dan karena memang tubuh belum begitu fit, ditambah lagi ia baru melewati ketegangan saat menyaksikan Cindy melahirkan, dan kini ketegangan semakin memuncak, membuat tubuhnya seketika melemah dan Akhirnya ia pun tak sadarkan diri.


*****

__ADS_1


Dua jam kemudian.


"ACHAAAAA!!"


__ADS_2