Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
PERGI KE KOTA JB.


__ADS_3

βš›βš›πŸ’«KALAM ULAMA πŸ’« βš›βš›βš›


"Masalah sekecil apapun akan terasa besar ketika masuk pada hati yang sempit. Dan masalah sebesar apapun akan terasa sangat kecil ketika masuk pada hati yang lapang. Lapangkanlah hatimu dengan mau menerima nasihat kebaikan dari orang lain, Jangan menutup diri. Dengan menutup diri kamu sudah merasa diri mu yang paling benar, ketika kamu merasa paling benar itu lah orang yang paling tidak benar.


__[ Al Habib Umar bin Hafidz ]__


β€Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ³ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω’ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ آلِ Ψ³ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω’β€


@@@@@@πŸ’«@@@@@@πŸ’«@@@@@@


Sudah tiga hari Azia masih belum di ketemukan juga, padahal Ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya bahkan polisi pun sudah ikut turut mencarinya. Namun belum juga membuahkan hasil dan itu membuat Daffin semakin resah, apalagi saat ini Meira jatuh sakit akibat terlalu sedih mikirin buah hatinya.


"Ya Allah berilah petunjuk-Mu, serta Berikanlah jalan-Mu, untuk mempertemukan hamba dengan anak hamba dan berikanlah kemudahan agar kami dapat berkumpul kembali, dan Berikanlah juga kesembuhan pada istri hamba ya Rabb" Doa Daffin di dalam hatinya. tatkala ia berada di dalam kamarnya sembari ia mengelus-elus kepala Meira yang sedang terbaring lemah di ranjang.


Dan di saat bersamaan pintu kamarnya terbuka dan muncullah seorang anak laki-laki kecil, lalu ia pun berjalan menghampiri mereka.


"Biyah, bolehkah Amy bicara?" Tanyanya sambil menyatukan jari telunjuknya.


"Boleh sekali sayang" bales Daffin sembari ia bangkit dari duduknya dan kemudian ia pun menghampiri anaknya. " Ayo kita bicara di luar ya, agar tidak menggangu ummah istirahat." lanjutnya lagi sambil ia menggandeng tangan Azmy keluar dari kamar Daffin dan Meira.


Azmy pun mengikuti sang Ayah, yang ternyata Daffin membawanya ke ruang keluarga.


"Sekarang katakanlah nak, apa yang ingin Amy katakan pada Biyah?" tanya Daffin setelah mereka sudah duduk di sebuah sofa.


Tuk, saat Azmy terdiam, ia hanya menunduk wajahnya saja, "Biyah, Amy minta maaf, karena Amy nggak bisa jaga dd Zia, sekarang Dede Zia jadi hilang hiks..Maaf Biyah hiks.." Ujar Azmy yang mulai terdengar isakannya.


Daffin tertegun melihat anaknya..


"Astaghfirullah, aku karena memikirkan Azia aku jadi melupakan Azmy, yang ternyata ia diam selama ini, karena rasa bersalahnya terhadap Azmy. Astaghfirullah, maafkan hamba ya Rabb hamba telah mengabaikan anak hamba ini" _Batin Daffin, yang kemudian ia menarik tangan Azmi, lalu Iya pun memeluknya dan memberikan kecupan pada puncak kepala Azmi.

__ADS_1


"Kamu tidak salah Sayang ini sudah menjadi ketentuan Allah yang penting Azmi tetap minta sama Allah agar dedek jiah segera di ketemukan Oke sayang" Ujar Daffin sambil Ia menghapus air matanya dan kembali ia pun. membelai sayang rambut Azmi.


"Oke, Biyah in syaa Allah Amy selalu kok minta sama Allah, biar Dede Zia cepat pulang Biyah" bales Azmy


"Aamiin, good boy!," kata Daffin lagi sambil mengacak-acak rambut Azmy. " Ya sudah sekarang kamu istirahat sana, apakah kamu sudah makan nak?" tanya sang Ayah lagi.


" Sudah Biyah"


"Ya sudah Sekarang pergilah istirahat" Titah Daffin lagi.


"Baiklah Biyah," Azmy pun hendak pergi namun langkah tiba-tiba berhenti, lalu ia pun mengambil Daffin lagi.


Daffin mengerenyit melihat Azmy balik lagi.


"Ada apa lagi nak?" tanyanya saat Azmy sudah berada di hadapannya lagi.


"Biyah, Amy baru ingat, kenapa kita tidak minta bantuan dari Aki uyut, Amy ingat Aki Uyut, pernah menemukan teman Amy yang hilang Biyah, karena Aki memiliki karomah sebagai Syaikh " Ujar Azmy yang teringat kalau kakeknya memiliki kelebihan yang di berikan Allah Ta'ala.


"Iya Biyah, ayo kita kesana, sekalian membawak Ummah, pasti Ummah akan sambuhkembali Biyah" Kata Azmy yang tak kalah semangatnya pada Daffin.


"Baiklah kalau begitu kita akan ke sana, sekalian membawak Ummah, sekarang kamu pergi lah bersiap oke" tutur Daffin lagi, dan di anggukan oleh Azmi, lalu Azmy pun langsung berlari Dengan semangatnya menuju ke kamarnya untuk bersiap diri.


Sementara Daffin langsung mengambil benda pipih nya yang Sepertinya ia handak melakukan panggilan lewat via telpon, dan tak lama kemudian...


πŸ“±" Rio siapkan mobil!,, kita akan berangkat ke kota JB, " ucap Daffin, dan ia pun langsung menutup sambungan itu tanpa menunggu Balesan dari seberang.


setelah itu ia langsung melangkah menuju ke kamarnya. dan setelah ia berada di dalam ia pun langsung berjalan ke arah ranjang mereka yang di atasnya terdapat Meira yang sedang berbaring lemah.


"Sayang, bangunlah," panggil Daffin lembut, membangunkan istrinya yang sedang tertidur dan tak berapa lama pun Meira membuka matanya

__ADS_1


"Mas, apakah Azia telah kembali?" Tanya Meira saat ia sudah membuka matanya dengan sempurna.


"Belum sayang, sepertinya Allah masih ingin menguji kesabaran kita, jadi kita harus lebih bersabar lagi ya Sayang" Ujar Daffin lembut sembari ia memberikan kecupan lembut di dahinya Istrinya.


Mendengar perkataan Daffin, Meira hanya terdiam membisu, hanya yang terlihat kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Sayang, Jangan menangis Lagi kamu harus lebih bersabar lagi ya" kata Daffin, sembari ia mengusap mata Meira mencegah air matanya yang hendak mengalir, "Sekarang sebaiknya kita ke kota JB ya, kita akan meminta bantuan dari aki kamu " lanjut Davin lagi sembari Iya membantu merah untuk duduk.


"Oh iya, Aki pasti bisa membantu kita Mas" Kata Meira, yang terlihat ia mulai bersemangat.


"Ayo mas cepat kita ke sana" Lanjutnya lagi sembari ia ingin turun dari ranjangnya.


"Iya sayang, tapi kamu pakai hijab kamu dulu ya" kata Daffin sembari ia menyerahkan hijab berwarna biru muda kepada Meira, dan dengan cepat Meira langsung mengambil hijabnya dan ia pun langsung memakainya.


"Sudah mas Ayo!" kata Meira yang nampak sudah tidak sabar lagi ingin pergi.


'Iya sayang, tapi kamukan masih lemah jadi biarkan aku menggendong kamu ya " kata Daffin lembut, dan di Anggukkan oleh Meira, karena ia emang merasa kalau dirinya sedang lemas.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya Daffin pun mulai menggendong Meira dan ia langsung membawanya keluar dari kamar mereka yang ternyata di depan kamar sudah berdiri seorang anak laki-laki kecil dengan sebuah ransel yang sudah bertengger di punggungnya.


"Kamu juga sudah siap boy?" tanya Daffin pada Anak laki-laki tersebut.


"I'm ready dad." kata si bocah kecil Azmy.


"Bagus!, Ayo sekarang kita segera pergi ke kota JB." Ajak Daffin, sembari ia melangkah menuruni anak tangga dengan di ikuti oleh Azmy di belakangnya


Mereka langsung berjalan keluar menuju ke tempat mobil mereka terparkir, yang ternyata di sana sudah ada Rio yang sudah berdiri di samping mobil dengan tangan berada di pintu mobil yang sudah terbuka, dan dengan cepat Azmy masuk terlebih dahulu setelah itu baru Daffin dan Meira ikut masuk, setelah menutup pintu mobil Rio pun langsung memutar dan ia juga ikut masuk dan duduk di belakang kursi kemudi, dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kota JB.


********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys πŸ™πŸ˜‰


LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS πŸ™πŸ˜Š SYUKRON πŸ™πŸ˜Š.


__ADS_2