
━━•⊰❁🤍Mutiara Alfaqiroh🤍❁⊱•━━
~>Jangan bandingkan prosesmu dengan proses orang lain, buah matang tak selalu bersamaan ..
Jangan pernah iri dengan rezeki orang lain, karena Allah maha Kaya dan Adil. Allah tak akan merubah nasib suatu kaum, sampai dirinyalah yang mengubahnya.Tugas kita hanyalah berusaha dan berdoa, hasil menjadi ranah Allah, berhentilah untuk menuntut
So teruslah bersyukur, maka Allah akan tambah nikmat kita, jika kita selalu bersyukur 🥰
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___
━━━━━━━━•⊰❁🤍❁⊱•━━━━━━━━
Sudah tiga hari Daffin berserta keluarganya berada di Villa Cindy, dan selama itu juga Rio menjadi uring-uringan dan ternyata Maira memperhatikan sikap perubahan Rio, sebenarnya Meira mengetahui kalau Rio lagi mengalami masa sindrom simpatik kehamilan, semenjak Cindy hamil jadi dia berpikir, sikap Rio yang uring-uringan itu, di karenakan sindrom simpatik kehamilan.
"Mas, kita pulang yuk" ajak Meira saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga, sambil ia memangku salah satu Babynya.
"Loh kenapa sayang, apa kamu tidak suka berada disini sayang?" tanya Daffin terlihat heran.
"Bukannya tidak suka Mas, Ira cuma merasa kangen aja sama suasana rumah" balas Meira beralasan agar suaminya mau mengabulkan permintaan, agar suaminya tidak menggangu Rio lagi.
"Ooh, baiklah sayang, ya sudah kamu bersiaplah kita akan pulang hari ini juga" kata Daffin, membuat Meira yang mendengarnya bernafas lega.
"Alhamdulillah, ya sudah Ira siap-siap ya Mas, oh iya, Ira titip zhura ya Mas," kata Meira sembari ia menyerahkan babynya yang tadi ia pangku.
"Iya sayang, Zhura pasti aman kok bersama Biyahnya" balas Daffin sambil menyambut Baby Azhura dari tangan Meira.
"Alhamdulillah, terima kasih Mas, ya sudah Ira siap-siap dulu ya Mas,"
__ADS_1
"Iya sayang" setelah mendapatkan jawaban dari Daffin Meira pun berlalu meninggalkan Daffin berserta anak-anaknya. Baru saja Meira pergi tiba-tiba.
"Aakh.. Aduuh, Zuhra baru juga Biyah mangku kamu, tapi Biyah sudah di pipisin sih Nak" keluh Daffin pada putrinya yang masih berumur 2 bulan itu, "Gini nih, kalau anak perempuan sebentar-sebentar pipis deh, sudah Umah nggak bolehin kalian memakai Pampers lagi, sekarang celana Biyah jadi ikutan basah" keluhnya lagi sembari ia meletakkan Baby Zuhra di atas sofa ia bermaksud menggantikan celana sang babynya.
"Ya ampun Biyah, baru dua bulan ngurusin Dede Zuhra Biyah udah ngeluh sih? ckckck," tegur Azia yang baru saja datang entah dari mana, dengan gaya tangan yang ia lipatkan di dadanya seraya ia menggelengkan kepalanya bak orang dewasa.
"Katanya Biyah tidak ingin melewati pertumbuhan, triplets seperti Biyah yang sudah melewati mengurus kami waktu kecil nah sekarang baru juga dipipisin adik juga Biyah sudah mengeluh bahkan menyalahkan kodratnya sebagai anak perempuan lagi," sambung Azmi juga yang baru muncul dari belakang Azia.
"Astaghfirullah, maaf nak, Biyah lupa, ya sudah in syaa Allah setelah ini Biyah nggak ngeluh lagi kok Nak," balas Daffin, merasa malu karena keluhan di dengar oleh Azia dan Azmy.
"Aamiin, dan ingat juga ya Biyah jangan mengeluh untuk mengurus Ade Zuhra, karena bisa jadi ia menjadi penghalang Biyah dari api neraka" kata Azmy dengan gaya memasang wajah datarnya.
"Ho'oh benar tuh Biyah karena itu juga yang dikatakan di salah satu Hadits loh, dari Aisyah Radhiyallahu Anha ia berkata:
Rasullullah ﷺ bersabda, “Barang siapa diuji dalam pengasuhan anak-anak perempuan, lalu ia dapat mengasuh mereka dengan baik, maka anak perempuannya itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka kelak.” (HR. Muslim).
"Benar dan bahkan di salah satu hadits yang lainnya ia akan menjadi dekat dengan Rasulullah Biyah," sambung Azmy juga yang kemudian ia pun membacakan salah satu Hadits Rasullullah ﷺ yang berbunyi.
“Mereka yang disebut ini (anak-keturunan), maka Allah akan mengikut sertakan mereka dalam kedudukan orang tua/kakek-buyut mereka di surga walaupun mereka sebenarnya tidak mencapainya (kedudukan anak lebih rendah dari orang tua ), sebagai balasan bagi orang tua mereka dan tambahan bagi pahala mereka. akan tetapi dengan hal ini, Allah tidak mengurangi pahala orang tua mereka sedikitpun” (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy.)
"Tuh Biyah, maa syaa Allah bangetkan istimewanya memiliki anak perempuan?" kata Azmy dengan mata yang berbinar.
"Benar tuh A'a sudah jadi penghalang dari Api neraka, eh di tambah lagi bisa dekat dengan Rasulullah ﷺ, maa syaa Allah banget mah, tuh emang Biyah nggak kepingin berdekatan dengan Rasulullah?" tanya Azia yang nggak kalah berbinarnya.
"Iya Nak, Maa syaa Allah banget, Biyah juga ingin sekali dekat dengan Rasulullah ﷺ kok nak, dan Biyah minta maaf ya nak, karena selama ini Biyah sedikit mengistimewakan anak laki-laki, tapi setelah ini Biyah berjanji tidak akan membeda-bedakan kalian lagi," ucap Daffin, yang kemudian ia pun memeluk Azia dan Azmy, dengan penuh kasih sayangnya.
"Terima kasih Nak, kalian berdua selalu memberikan Biyah pencerahan dan ilmu yang sangat istimewa" kata Daffin lagi sambil mencium dahi kedua anaknya lagi.
__ADS_1
"Sama-sama Biyah," jawab mereka serentak.
"Maa syaa Allah, mendengar perkataan kalian, Uncle jadi ingin memiliki anak perempuan juga, timpal Rio yang ternyata ia mendengar penjelasan Twins tadi, "Semoga saja anak Uncle yang berada di perut Aunty Cindy adalah anak perempuan," lanjut Rio lagi.
"Aamiin" jawab mereka dengan serentak.
"Tapi Rio, kamu juga jangan terlalu terobsesi kali, karena takutnya saat Cindy melahirkan ternyata anaknya laki-laki kamu jadi kecewa lagi," ujar Daffin mengingatkan sahabatnya itu.
"Iya gue tahu kok Fin, in syaa Allah gue akan tetap berterima kasih kepada Allah apapun yang Dia berikan pada kami" balas Rio terlihat tulus.
"Alhamdulillah, syukurlah" ucap.
"Kenapa Uncle tidak minta keduanya, seperti Zia dan A'a Ami, loh uncle, emang Uncle nggak mau memiliki anak kembar juga? " tanya Azia dengan memasang wajah comelnya.
"Mau banget Zia, Uncle juga ingin punya anak seperti kalian, jadi bantu doain ya Twin" balas Rio
"Baiklah uncle, in syaa Allah, Zia dan Azmy akan bantu doa kok uncle," balas Azia yang kemudian ia pun menadahkan kedua tangannya, "Yaa Allah berikanlah Aunty Cindy dan Uncle Rio anak kembar juga seperti kami ya Allah" lanjut Azia lagi yang terlihat begitu tulus.
"Aamiin" Ucap mereka secara bersamaan.
_________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.