
══ ✥.❖.✥✨ Kalam Habaib✨ ✥.❖.✥ ══
"Jika semua permintaan seketika dikabulkan, bagaimana akan belajar tentang sabar. Jika semua doa seketika dikabulkan, bagaimana akan belajar tentang ikhtiar."
_⚛[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]⚛_
⚛◎❅❀❦|| 🌹 ||❦❀❅🌹❅❀❦|| 🌹 ||❦❀❅◎⚛
Hari menjelang sore, mobil Daffin kembali memasuki gerbang Villa, Azia dan Azmy yang melihat mobil ayah mereka datang membuat mereka kesenangan.
"Horee Biyah pulang!" seru mereka sambil berlari-lari menghampiri Daffin yang baru saja turun dari mobilnya.
"Sayang, jangan lari-lari, nanti jatuh!" tegur Daffin sembari ia menekukkan satu lututnya sambil ia nmerentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan mereka,
Sesampainya mereka di hadapan Daffin mereka langsung memeluk Daffin, hingga Daffin tertawa bahagia saat satu persatu mereka menciumi pipinya.
"Hahaha, lihatlah Rio inilah kebahagiaan yang tiada Tara bila Lo memiliki keluarga" Kata Daffin sembari memamerkan kebahagiaannya saat Anak-anaknya langsung menemplok kedalam gendongnya.
"Iyalah, kebahagiaan itu hanya milik Lo saja, gue mah cuma jadi penonton setia Lo aja deh" bales Rio, yang sebenarnya ia ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"Makanya cepat Lo nikah bro biar Lo juga bisa ikut kayak gue" kata Daffin sembari menyiumi pipi gembul kedua anaknya.
"Iya nanti gue akan nikah kalau udah datang jodoh gue, udah Sono tuh bini Lo udah nyambut Lo juga " kata Rio Sambil ia pergi menuju pintu gerbang tempat para security bertugas
Daffin Akhirnya ia menggendong Twins dan membawanya memasuki Villa yang ternyata apa yang di katakan Rio benar di depan pintu Meira sudah berdiri disana dengan senyum manisnya, menambah kebahagiaan Daffin menjadi sempurna.
"Assalamu'alaikum sayang" Ucap Daffin saat ia sudah berada di hadapan Meira, karena kedua tangannya sedang menggendong Twins maka ia langsung mengecup keningnya Meira dengan lembut, membuat Meira sedikit tersipu.
"Wa'alaikumus salam mas" jawabnya lembut dan sedikit canggung.
"Apakah kalian sudah puas Hari ini bermain di pantai?" tanya Daffin kepada Twins untuk mengalihkan pembicaraan agar Meira tidak canggung terhadapnya.
"Alhamdulillah sudah Biyah, kami sangat senang hati ini" Ujar Azia dengan mata berbinarnya.
"Kalau A'a Azmy gimana?, sudah puas jugakah?" tanya Daffin pada putranya itu.
"Alhamdulillah Amy sangat puas Biyah" bales Azmy juga.
"Alhamdulillah, sekarang bersiaplah karena hari ini kita akan pulang Ok"
"Loh kok pulang Biyah?" tanya Azia yang sepertinya tidak ingin pulang.
"Sayang besokkan kalian sudah mulai sekolahkan, makanya kita pulang hari ini agar kalian besok tidak lelah" jelas Daffin.
"Oh, baiklah kalau begitu Biyah kami akan bersiap" ujar keduanya yang kemudian Daffin menurunkan keduanya dari gendongannya dan kemudian mereka pun berlari menuju kamar mereka.
"Kamu bersiap juga ya Mei" kata Daffin setelah Anak-anaknya telah pergi.
__ADS_1
"Baiklah mas, Oh iya tapi apakah mas sudah makan?" tanya Meira lembut.
"Alhamdulillah, sudah Mei, tadi setelah meeting mas makan bersama kok sama kolega kerja mas" jelas Daffin lembut.
"Oh Alhamdulillah kalau begitu mas, ya sudah Ira beres-beres dulu ya mas"
"Iya sayang pergilah" Ujar Daffin yang sebelumnya ia menarik tangan Meira sejenak dan memberikan kecupan lembut di dahinya terlebih dahulu, " Aku mencintai mu sayang" bisiknya, membuat Meira tersipu-sipu lalu ia pun meninggalkan Daffin tanpa membalas perkataan Daffin.
Daffin Tersenyum bahagia "Sabar Daffin, saat ini istrimu masih malu-malu, tapi in syaa Allah seiringnya waktu pasti ia akan mengatakannya juga" _Batin Daffin untuk dirinya sendiri
sembari tatapannya Melihat ke pergian Istrinya.
Setelah semuanya pada siap Akhirnya mereka pun memasuki mobil dengan Rio sebagai pengemudinya, tidak seperti waktu mereka berangkat yang begitu senang tapi saat pulang nampak mereka seperti lelah hingga ketiganya tertidur, membuat suasana mobil jadi sepi, namun itu malah membuat Rio menjadi semakin fokus menyetirnya hingga dalam waktu satu jam setengah akhirnya mereka sampai di mansion Daffin.
"Sayang bangunlah kita sudah sampai" kata Daffin membangunkan Meira saat mobil mereka telah terparkir di halaman mansion
Meira pun terbangun.
"Pergilah ke kamar biar anak-anak nanti Mas yang angkat " ujar Daffin lembut. dan langsung di anggukan oleh Meira.
Setelah kepergian Meira Daffin mulai mengangkat anak-anaknya ke dalam kamar mereka masing-masing dengan dibantu oleh Rio yang menggendong Azmi, setelah itu Daffin menyuruh Rio untuk pulang sementara ia langsung kekamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar Daffin langsung. ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya setelah ia itu ia pun membaringkan tubuhnya di samping Meira yang sudah tertidur pulas, dan sejenak ia pandangi wajah cantik Istrinya, kemudian ia memberikan kecupan lembut di dahinya, setelah itu ia pun memejamkan matanya karena memang hari ini adalah hari melelahkan bagi mereka semua.
******
Daffin nampak sudah bersiap dengan pakaian kantornya, dan kemudian ia langsung melangkah menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi, yang ternyata istri dan kedua anaknya sudah duduk manis menunggu sang ayah.
"Assalamu'alaikum" salam Daffin saat ia sudah berada di ruang makan.
"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak.
"Wah, anak-anak Biyah nampak semangat sekali yang mau ke sekolah, nih kayaknya?" kata Daffin sembari ia duduk di kursinya.
"Iya dong Biyah, kami harus semangat iya kan A'a?" Ujar Azia yang memang terlihat bersemangat.
"Iya dd, makanya cepat sarapannya biar kita bisa cepat ke sekolah" bales Azmy.
"Baiklah A'a" bales Azia yang ia pun langsung melahap sarapannya.
"Kamu sudah siap jugakan Mei?" tanya Daffin pada Meira
"In syaa Allah Mas" bales Meira lembut.
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kita sarapan, dulu, nanti Biyah yang akan mengantarkan kalian"
"Oke Biyah" jawab mereka, dan mereka pun akhirnya sarapan pagi bersama, dengan penuh hikmat.
__ADS_1
Setelah selesai, sesuai dengan perkataan Daffin, mereka pun berangkat ke sekolah baru mereka dengan diantar oleh Daffin, dan karena Jarak sekolah memang tidak begitu jauh mereka akhirnya pun sampai di sekolah Meira yang di buat oleh Daffin sendiri.
"Kalian yang Semangat belajarnya ya nak" ujar Daffin pada Twins saat mereka telah sampai di sekolah barunya.
"Oke Biyah" bales keduanya, setelah menyalami sang Ayah, Twins langsung masuk ke sekolah.
"Kamu juga yang semangat ya Mei mengajarnya " Ujar Daffin setelah Anak-anaknya masuk.
"Iya mas In syaa Allah, kamu juga semangat kerjanya" Bales Meira juga.
"Iya sayang, ya sudah sekarang kamu masuklah " ujar Daffin dan di Anggukkan oleh Meira dan setelah menyalami tangan Daffin, dan Daffin memberikan kecupan lembut di dahinya Meira pun langsung masuk juga ke sekolah miliknya itu, sedangkan Daffin berangkat ke kantornya.
11:30.
Setelah selesai mengajar Meira pun langsung ke ruangan nya dan ia pun mulai berkutat dengan laptopnya, dan tak lama pintu ruangannya terbuka.
"Assalamu'alaikum Ummah?" ternyata Azmy yang masuk.
"Wa'alaikumus salam sayang, loh dd Zia mana A' ?" tanya Meira karena Azmy datang sendirian.
"Dede, Zia ke toilet Umma" jawab Azmy sembari ia duduk di sebuah sofa di ruangan Meira.
"Oh, kenpa A'a nggak temani Dede?"
"Kata Dede, dia sudah besar Umma jadi tidak perlu di temanin".
"Tapi A', dedekan orangnya nggak bisa diam, kamu lihat gih, nanti dia kemana-mana lagi" titah Meira.
"Baiklah Umma Amy lihat Dede dulu ya"
"Iya sayang" setelah mendapatkan jawaban dari sang Ibu, Azmy pun pergi mencari Azia.
dan tiga puluh menit kemudian. tiba-tiba pintu ruangan Meira Kembali terbuka.
"Umma!, Dede Zia hilang Nggak ada di mana-mana, Amy udah cari kemana-mana tapi nggak ada!" Seru Azmy dengan Nafas yang ngos-ngosan.
"APAAA?!"
Bersambung..
___________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉
Berikan dukungannya dengan
VOTE, LIKE, DAN KOMENTAR.
__ADS_1
semakin banyak semakin Author akan kembali Update lagi Ok 😉🙏