Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
GANTENG-GANTENG GALAK.


__ADS_3

❇⊱◈◈⊰❇ MUTIARA HIKMAH ❇⊱◈◈⊰❇


"Seberapa banyak keinginan baik yang sedang bersemayam dalam benakmu? Banyak atau sangat banyak? Luapkan saja dalam sebuah do'a, karena do'alah jembatan terbaik agar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan.


Allah itu Maha baik, Allah selalu baik kepada hamba-hamba-Nya, maka jangan pernah ragu untuk mengutarakan setiap keinginanmu kepada Allah yaa, karena bila memang baik untukmu pasti Allah izinkan menjadi takdirmu.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊱◈◈◈⊰⊱◈◈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎⊱◈◈⊰⊱◈◈◈⊰•


"Kamu suka padanya?." perkataan Daffin menyadari Rio dari ke tertegunannya saat melihat Cindy.


"Eh, gue suka?, ya enggak mungkinlah, dia masih anak kecil gitu jugaan!" Dalih Rio, sembari ia memulai ritual mengemudinya untuk mengalihkan perhatian Daffin agar tidak menyinggungnya saat ia melihat Cindy tadi.


Daffin mengerenyit " Anak kecil?, berati bini gue anak kecil juga dong?" tanya Daffin.


"Lah emang iyakan, Lo apa nggak sadar apa kalau Lo telah mengawini anak kecil?."


"Tapi anak kecil, sudah bisa ngasih gue anak kecil juga tuh." kata Daffin sedikit bangga.


"Yee, tapi itu juga karena Lo nggak sadarkan?, coba kalau pada saat itu Lo sadar, pasti Lo juga nggak bakalan maukan?" tanya Rio menyindir masalalu Daffin.


"Kalau itu gue nggak bisa ngomong bro, karena menurut gue itu sudah menjadi ketentuan Allah, yang artinya bini gue emang sudah di tetapkan menjadi bini gue dan dialah tulang rusuk gue." Ujar Daffin membuat Rio pun terdiam.


"Makanya Lo jangan berkata sembarangan bro, karena jodoh itu penuh misteri yang gak bisa kita tebak bro, bisa jadi saat Lo tadi mengatakan nggak mungkin tapi kalau Allah mengatakan itu mungkin, apa bisa Lo protes sama Allah hah?" lanjut Daffin lagi.


" Ya enggaklah, mana mungkin gue berani protes."


"Berarti kalau emang Cindy adalah jodoh Lo, apa itu artinya Lo akan menerimanya?." tanya Daffin dengan tatapan intensnya.


"Ya mau gimana lagi, bukankah Lo bilang nggak bisa proteskan?."


"Bagus!, itu artinya Lo sudah menerima Cindykan?"


"Eh, apaan sih Lo, jangan ngasal deh!" kata Rio, dan saat bersamaan mobil mereka pun memasuki halaman rumah Daffin.


"Siapa yang asal?, ingat bro Dua Minggu batas perjanjian!," bales Daffin yang kemudian ia pun turun dari mobilnya. "Oh iya, Sekarang Lo pergi susul Cindy kerumah, karena gue ingin secepatnya ia menemani anak gue, paham!" lanjut Daffin lagi.


Mendengar perintah Daffin untuk menjemput Cindy, membuat dada Rio tiba-tiba berdesir.


"Eh, mengapa tiba-tiba dada ser-seran ya?" batin Rio.

__ADS_1


"Kenapa Lo malah bengong gitu?!, udah cepat pergi jemput Cindy!" seru Daffin mengagetkan Rio yang lagi terhanyut dalam lamunannya.


"Eh!, Iya iya, senewen banget sih jadi orang, ya udah gue pergi Assalamu'alaikum" pamiit Rio.


"Lo memang harus di kerasin, kalau tidak Lo melunjak, ya sudah sana pergi!, Wa'alaikumus salam!." bales Daffin, membuat Rio memutarkan bola mata malasnya.


Ternyata Daffin Melihatnya " kenapa mau protes?!" katanya.


Rio mendengus," Haiis, enggak bos ya udah berangkat!" katanya dan ia pun memasuki Kembali mobilnya dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju menuju keluar pintu gerbang.


"Sorry Rio, gue harus keras sama Lo, karena sudah waktunya Lo mencari kebahagiaan Lo sendiri." gumam Daffin setelah mobil yang dikendarain Rio menghilang setelah keluar dari pintu gerbang rumahnya.


"Duar!." Daffin tersentak kaget saat mendengar suara anak kecil mengagetkannya.


"Azia, Azmy?, bikin kaget Biyah aja sih." tegur Daffin saat melihat dua bocah berada di belakangnya.


"Habis Biyah bengong sih, ya udah kami kagetkan aja " bales Azia dengan wajah comelnya.


" Biyah lihat apa sih?, kenapa memperhatikan pintu gerbang?" tanya Azmy dengan gaya coldnya.


"Tadi Biyah habis lihat Aucle Rio pergi loh sayang, ya sudah ayo kita masuk" Ajak Daffin sembari menggandeng kedua tangan Anak-anaknya.


"Oke Biyah!" bales keduanya dan mereka pun memasuki rumah besar itu.


******


Terlihat seorang wanita berhijab dengan gaya sedikit tomboinya sedang mondar mandir di sekitar pinggiran jalan tempat perkelahian tadi.


"Aduh di mana sih jatuhnya?, haiis kalau hilang bisa gaswat ini mah." gerutu wanita tersebut yang matanya mengedarkan pandangannya kebawah, terkandang ia meromet-romet karena yang ia cari tak kunjung ketemu.


"Haiis ini gara-gara cecunguk-cecunguk itu nih!, gue jadi kehilangan kalung guekan?!" gerutu lagi hingga ia tak sadar kalau ada sepasang mata telah memperhatikannya.


Karena lelah mencari kalungnya yang hilang wanita itu akhirnya duduk di salah satu tempat duduk di sekitar ia mencari kalung tersebut.



Walaupun ia sedang duduk namun pandangannya masih mengarah ke bawah masih berharap ia dapat menemukan kalungnya.


"Kenapa kamu masih di sini Cindy?" Suara bariton seorang pria mengagetkan wanita itu yang ternyata dia adalah Cindy.


Karena kaget spontan Cindy langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara itu dan terlihatlah.

__ADS_1



Seorang pria berwajah Cold yang ia kenali, sedang menatapnya penuh intens ke arahnya.


" Eh, P..pak Rio?!" sentaknya. " Itu pak saya kehilangan kalung saya, makanya saya balik lagi kesini" Ujarnya lagi.


Rio mengerenyit, " Kalung?, itukan barang yang kecil akan sulit untuk mendapatkannya lagi, apa lagi ini tempat umum mungkin sudah di ambil orang, sudah lupakan itu, cepat kemasin barang mu, bukankah pak Daffin memintamu segera datang?!" kata Rio dengan suara datarnya.


"Eh,. tapi pak..."


"Apa kamu tidak menginginkan pekerjaan itu lagi?!" tanya Rio dingin. memotong perkataan Cindy.


"Bukan begitu pak, tapi.." lagi-lagi perkataan Cindy terpotong lagi oleh Rio.


"Ya sudah, kalau kamu memang tak ingin bekerja, saya akan mencari orang lain!" kata Rio, yang kemudian ia langsung memutarkan badannya dan langsung berjalan hendak meninggalkan Cindy, membuat Cindy spontan berdiri.


"Tidak-tidak, saya ikut bapak!" katanya dan ia pun langsung berlari seperti anak kecil, mengejar Rio dengan semangatnya hingga ia tak bisa mengerem tubuhnya saat sudah mendekati Rio, dan di saat bersamaan Rio sedang membalikkan badannya, alhasil Cindy langsung menabrak dada Rio dengan keras hingga ia pun terjatuh.


"Aww! bokong gue!, Aduuh, hidung gue, tambah pesek dah nih!, itu dada apa beton sih!." gerutu Cindy dengan tangan kirinya mengusap-ngusap bokongnya, sedangkan tangan kanannya mengusap-usap hidungnya, membuat Rio tersenyum lucu melihatnya, tapi dengan cepat ia kembali bersikap dingin lagi.


"Dasar anak kecil! nggak bisa ya nggak pakai lari?!" Ujar Rio datar, sembari ia juga memegang dadanya yang ternyata ikut sakit karena hantaman keras dari wajah Cindy


"Ya itukan salah bapak!, siapa suruh bapak jalannya cepat coba!" Protes Cindy dengan wajah yang terlihat kesal, hingga bibirnya di majukan kedepan, membuat jantung Rio berdisko ria melihatnya.


"Eh, nih anak!, sudah cepat jalan!" katanya dan ia langsung memasuki mobilnya dan duduk di belakang kemudinya.


"Huh!, ganteng-ganteng galak banget sih!, percuma ganteng tapi kalau galak orang juga ngeri lihatnya." Gerutu Cindy, setelah Rio masuk kedalam mobilnya, tapi Cindy tidak tahu kalau sebenarnya saat ia sedang menggerutu, Rio memperhatikannya di dalam mobilnya.


Rio tersenyum geli, melihat tingkah laku Cindy dengan bibir yang mencibir sambil meromet-romet."Huh!, dasar anak kecil, nggak bisa apa bertingkah dewasa sedikit!, tapi kenapa jantung gue selalu berdetak kencang sih, ada apa dengan jantung gue?, seperti bermasalah nih"_Batin Rio.


Saat bersamaan Cindy masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang bagian belakang, membuat Rio mengerutkan keningnya.


"Emang lo majikan gue ya?!, duduk di situ!." katanya dengan tatapan dinginnya membuat Cindy bergidik. " Cepat duduk di depan!" bentak Rio lagi


"Eh, iya iya!, galak banget sih pak!" protes Cindy yang kemudian ia pun mulai berpindah ke depan, namun lewat sela-sela tempat duduk yang di bagian depan membuat Rio tersentak kaget melihat kelakuannya.


"Kamu!, kenapa dari situ hah!" Bentak Rio, membuat Cindy tersentak kaget juga, alhasil pegang ya terpeleset hingga hampir terjatuh kebawah, namun dengan sigap Rio pun menariknya dan..


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..

__ADS_1


Berikan VOTE LIKE DAN KOMENTAR nya ya guys 🙏😊 Syukron 🙏😊


__ADS_2