Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
PRIA BERWAJAH COOL.


__ADS_3

━━•⊰❁🌺 Mutiara Alfaqiroh🌺❁⊱•━━


"Orang pesimis selalu melihat kesulitan disetiap kesempatan, orang optimis selalu melihat kesempatan dalam kesulitan"


__Sayyidina Ali bin Abi Thalib__


━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━


Di dalam perjalanan mereka menuju kekantor, Daffin sering memergoki Rio yang sering senyum-senyum sendiri. Membuat ia menjadi penasaran dan ingin tahu apa penyebab sahabat itu terlihat senang.


"Kayanya Lo lagi senang ya Rio? Apa yang membuat Lo senyum-senyum begitu?"


"Hehehe.. kelihatan ya? Sebenarnya sih bukan apa-apa Fin, gue cuma seneng aja karena pada akhirnya Cindy mau mendengarkan keinginan gue yang memintanya berhenti bekerja, dan Alhamdulillah dia nurutin, makanya gue senang banget Fin." jelas Rio begitu sumringah menceritakan perihal Cindy yang berhenti kerja.


"Heh, gue pikir Lo dapat hadiah besar, habis segitu senangnya Lo gue lihat."


"Ya emang gue Senang, ya Lo kan tahu gimana sifat Cindy. Susah-susah gampang menghadapinya makanya walaupun cuma hal sepele sudah membuat gue senang" jelas Rio lagi.


"Hmm, baguslah kalau Lo senang, tapi apa menurut Lo Cindy juga senang dengan keinginan Elo RI?"


Mendengar pertanyaan Daffin, Rio terdiam sejenak dan ia pun membayangkan wajah Cindy tadi pagi, "Tadi kayaknya wajah Acha biasa deh, tidak sedih ataupun terlihat berbeda, dan bahkan tadi dia mengimbangi permainanku, humm apa itu artinya dia tidak masalahkan?"_batin Rio.


Melihat Rio terdiam Daffin mengerutkan keningnya, "Kenapa Lo diam, guekan cuma tanya apakah Cindy juga senang dengan keinginan Lo?" tanyanya lagi, mengulangi pertanyaannya.


"Menurut gue dia biasa saja sih, dan tadi gue lihat dia enjoy aja kok" balas Rio, karena ia teringat dengan wajah Cindy saat sedang melayani dirinya.


"Baguslah kalau begitu," jawab Daffin singkat.


"Oh ya, besok kita akan keluar kota, jadi gue minta Lo siapkan segalanya, karena proyek ini sekala besar, jadi jangan sampai ada kesalah Lo paham" lanjut Daffin lagi mengingatkan Rio.

__ADS_1


"Hah! iya gue jadi lupa untuk mengatakan hal ini pada Cindy" kata Rio sembari ia menepuk keningnya sendiri.


"IDL pokoknya gue nggak mau tahu besok pagi kita sudah harus sampai bandara jangan banyak alasan lagi, dan apalagi sampai seperti kayak tadi, maka gue nggak akan segan-segan untuk mengirim Lo langsung ke kutub Utara! camkan itu" ujar Daffin terdengar mengancam.


"Haiiis, sadis banget sih Lo Bos, Namanya orang khilaf, masa nggak ada toleransi sedikit sih," protes Rio,


"Bodo amat emang gue pikirin!" balas Daffin ketus.


Dan saat bersamaan mobil yang di kemudikan oleh Rio telah terparkir tepat di depan pintu lobiy perusahaannya milik Daffin.


Setelah Daffin turun dari mobil, Rio kembali menjalankan mobil tersebut menunju ke tempat perparkiran khusus untuk para petinggi perusahaan. Setelah memarkirkan mobilnya ia pun langsung menyusul Daffin, memasuki perusahaan milik Daffin. Walaupun Rio hanya di kenal sebagai asisten Daffin namun ia tetap menjadi orang yang di segani oleh karyawan Daffin.


Rio selalu terlihat hangat di mata Cindy dan Daffin. Namun tidak saat ia berada di kantor, ia selalu memasang wajah dingin dan datarnya. Membuat para karyawan wanita dikantor itu suka gemas melihatnya, karena setelah Daffin ketampan Rio juga selalu di kagumi oleh mereka. Makanya setiap Rio melintasi mereka tak jarang mata para karyawan wanita enggan berkedip, seakan tabu bagi mereka untuk mengedipkan matanya.


"Wooy! segitu amat Lo liatin pak Rio! Bahaya tahu Entar cinta loh ngeliatnya lama-lama," tegur salah satu karyawati saat melihat teman-temannya yang terlihat antusias bila melihat Rio melewati mereka.


"Ah Lo Fika bikin kaget aja sih Lo! Eh tapi yang Lo katakan tadi benar loh gue kayaknya udah jatuh cinta benaran sama Pak Rio. Apalagi gue emang suka melihat pria berwajah cool seperti pak Rio" balas wanita yang di tegur oleh yang bernama Fika.


"Ah masa sih? gue kok baru dengar sekarang deh, tapi-tapi ngomong-ngomong gimana sikap pak Rio ya kalau sama istrinya, apa dia akan selalu memasang wajah datar dan dingin seperti itukah, istrinya? akh gue jadi penasaran deh" ujar Indri dengan mata yang terlihat sedang menerawang dalam hayalannya.


"Apakah begitu penting, kamu membayangkan kemesraanku terhadap istriku hah?"


Mendengar suara bariton seorang pria, yang entah dari mana datangnya, membuat para wanita yang sedang asik ngerumpi itu, seketika menoleh ke sumber suara. Dan amat terkejut mereka saat melihat tatapan dingin seorang pria berjas hitam, membuat mereka semua bergidik dan langsung menundukkan wajahnya.


"P-pak Rio!" gumam mereka semua.


"Heh, Apakah kalian bekerja disini hanya untuk menceritakan kehidupan orang lain hah?" tanya Rio dengan suara datarnya.


"Ti-tidak Pak!" jawab mereka serentak.

__ADS_1


"Kalau begitu lakukan tugas kalian!" tegas Rio.


"Ba-baik Pak!, ka-kalau begitu kami permisi!" balas mereka gugup, lalu mereka langsung pergi melakukan tugas mereka masing-masing.


"Cih, mau tahu saja urusan pribadi orang!" gumam Rio setelah para karyawati itu pergi. Sedangkan dia langsung menuju ke ruangannya kembali.


********


Sementara di sisi lain.


Menjelang siang Cindy baru terbangun dari tidurnya, dan iapun langsung pergi ke kamar mandi, setelah ia menyelesaikan ritual mandi dan berpakaiannya. Cindy langsung keluar kamar dan menuju ke meja makan. Bi Surti yang kebetulan ada disana tersentak kaget saat melihat Cindy.


"Eh neng Cindy mau makan ya, Bibi panasin dulu ya neng makanannya" katanya sambil hendak mengambil makanan yang masih berada diatas meja.


"Tidak usah BI, saya lebih suka makanan yang tidak panas" jawab Cindy yang kini sudah duduk didepan meja makan, bahkan ia juga sudah mengambil piring hendak mengambil nasi. Namun tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi.


TING TONG!


"Eh siapa yang datang ya Bi?" tanya Cindy sambil menatap Bi Surti.


"Nggak tahu Neng. Kalau begitu Bibi liat kedepan dulu ya Neng,"


"Iya Bi," balas Cindy, sambil melanjutkan ritual makannya. Dan baru saja ia mau menyuapi Nasi kedalam mulutnya tiba-tiba terdengar teriakan anak kecil memanggil dirinya.


"Aunty Cindy!"


Cindy langsung menoleh dan terlihatlah seorang anak perempuan sedang berlari-lari kearahnya.


"Aziah!"

__ADS_1


_________


Huh!🙄 perasaan nggak tambah-tambah tuh Vote, Kenapa sekarang para Readers jadi pelit yaa🤔🤔🤔.


__ADS_2