Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
NIAT MENJODOHKAN RIO DAN CINDY.


__ADS_3

═ ✥.❖.✥ ═💠Kalam Habaib 💠═ ✥.❖.✥ ═


"Mencari ketenangan itu bukan dengan cara pergi, tetapi dengan kembali. Kembali ke dalam dirimu, carilah Allah di hatimu, sesungguhnya ketenangan ada di situ."


__[ Al Habib Umar bin Hafidz ]__


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


═ ✥.❖.✥ ══ ✥.❖✥ 💠✥❖.✥ ══ ✥.❖.✥ ═


seperti yang diperintahkan oleh Rio, Cindy pun menunggunya di sebuah kursi di koridor rumah sakit dan tak berapa lama Riau kembali lagi dengan menenteng sebuah kantongan plastik Yang sepertinya berisikan makanan dan minuman sesampainya di dekat Cindy..


"Ayo kita masuk!." Ajak Rio dan tetap dengan wajah datarnya, dan Cindy tak membalas ia hanya mengikuti Rio di belakangnya yang berjalan menuju ke ruangan Meira.


sesampainya di depan ruangan rawat Meira, Rio pun mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok..tok..tok...!!


"Masuk!" seru Daffin dari dalam Rio pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


"Assalamualaikum " Salam Cindy saat ia sudah berada di dalam.


"Wa'alaikumus salam"balas Meira dan Daffin dengan serentak.


"Cindy?, kamu di sini juga?, gimana bokong mu apakah masih sakit?" tanya Meira saat ia melihat sahabatnya ikut masuk.


"Alhamdulillah dah nggak sakit kok Mei, oh iya selamat ya atas kehamilannya. gue senang banget deh." Ujar Cindy sembari menyalami Meira serta memberikan cipka-cipki.


"Kenapa jadi kamu yang senang?" tanya Rio tetap selalu datar.


"Ya senanglah pak, kan mau dapat keponakan lagi." balas Cindy dengan wajah yang terlihat senang.


"Heh, Keponakan kok senang?, senang itu kalau memiliki anak sendiri ya kan Rio." sambung Daffin seperti memberikan isyarat pada Rio.


"Eh, mana gue tahu!, orang gue belum pernah ngerasain rasanya punya anak pun. " bales Rio dengan santai.


"ya makanya cepet kawin!, biar lo tahu gimana bahagianya memiliki buah hati sendiri Bro." ujar Daffin yang sepertinya dia sangat berharap sekali kalau Sahabatnya itu juga mendapatkan kebahagiaannya.

__ADS_1


"Au akh!, itu mulu yang lo omongin, dari pada ngomongin yang kagak jelas lebih baik balik ke kantor aja ya." ujar Rio, Yang sepertinya ingin mengalihkan pembicaraan.


"ngapain lu ke kantor?, Lo antar Cindy dulu sana "Titah Daffin.


Rio mengernyit "Eh ngantar kemana?" tanyanya Datar.


"ke ujung dunia sana! " ujar Daffin ketus, " Dasar bodoh!, Ya mana gua tahu!, Lo tanya sana sama Cindy yang mau diantar ke mana! " lanjut Daffin lagi yang sepertinya kesal, karena sahabatnya itu seperti tidak paham, kalau sebenarnya ia memberi kesempatan pada Rio untuk mendekatin Cindy.


"Tapi Fin, gue..."


Daffin mendengus sembari menepuk dahinya "Alamak, bodoh banget nya anak buah gue ini!" Ujar Daffin dengan gigi Menggreget geram sambil memotong perkataan Rio. " Jangan bantah lagi! cepat Lo pergi dari sini Bawa Cindy!, karena gue mau berduaan saja sama istri gue pergi Kalian dari sini!" Seru Daffin, membuat keduanya kaget, dan dengan spontan Rio langsung menarik tangan Cindy, tanpa berkata apapun dan mengajaknya keluar dari ruang rawat Meira.


Setelah Kepergian mereka berdua, Meira yang sejak tadi bingung akan tingkah suaminya Akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Kamu kenapa sih Mas?, kok marah-marah sama Bang Rio?" tanya Meira penasaran.


"Sayang, Mas berniat menjodohkan Rio dan Cindy, kamu setuju tidak kalau Rio bersama sahabat kamu Cindy?' tanya Davin bukannya menjawab pertanyaan Mira ia malah balik memberikan pertanyaan kepadanya.


"Eh, setuju sih Mas, tapi Apakah Cindynya mau?, karena yang aku tahu, Cindy selalu kesel pada Rio, dan sebenarnya yang menyukai Rio adalah Dila Mas." Balas Meira yang Dia teringat akan perkataan Cindy dan Dila ketika mereka di perpustakaan.


"Tapi sayang mas lebih suka Rio Sama Cindy, karena mas yakin Rio sudah mulai menyukai Cindy, dan Mas ingin dia juga bahagia karena selama ini, ia tak pernah memikirkan kebahagiaannya, yang dia selalu pikirkan adalah kebahagiaan Mas, jadi kali ini Mas gantian mas yang mengharapkan dia bahagia. " tutur Daffin yang mengungkapkan keinginannya untuk membuat Rio bahagia.


"Membantu apa Mas?" kata Meira balik bertanya.


"Bantu agar Cindy mau menerima Rio sayang."


"Oh, baiklah, in syaa Allah Ira akan bantu mas"


"Alhamdulillah, ya sudah, sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu ya sayang, agar tubuh kamu kembali fit, dan bisa secepatnya kita pulang." ujar Daffin dengan lembut.


"Baiklah Mas" bales Meira sembari ia membaringkan tubuhnya kembali di ranjang rumah sakit.


"Tidurlah, semoga kamu mimpi yang indah ya" Bisik Daffin sembari membenarkan selimut Meira, dan tak berapa lama akhirnya Meira pun tertidur..


*******


Sementara di sisi lain..

__ADS_1


Rio yang tadi menarik tangan Cindy ternyata Ia masih menariknya sampai di depan lobby rumah sakit, hingga akhirnya Cindy menyentakkan tangannya.


" Pak, lepaskan malu dilihat i orang." ujar Cindy sembari berusaha melepaskan tangannya dari tangan Rio.


Rio tersentak kaget, ternyata sejak tadi ia tak menyadari kalau ternyata Iya telah memegang tangan Cindy. " Eh maaf!" katanya dengan spontan, dan kemudian ya langsung berjalan lagi.


"Haiis, bisa-bisanya gue nggak menyadari kalau sejak tadi, gue sudah menarik-narik tangan Cindy sih bikin malu aja!, nih lagi jantung kenapa coba?,semakin kencang aja degupnya, sepertinya gua harus periksakan segera nih!" _ batin Rio, yang masih terus berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir dan tetap masih diikuti oleh Cindy dari belakangnya.


sesampainya mereka di tempat perparkiran Rio pun menyuruh Cindy masuk ke mobil juga dan di saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Kamu mau kemana?" tanya Rio datar, dengan tatapan fokus kedepan.


"Iya kembali ke sekolahlah pak, saya kan harus menjaga Twins" ujar Cindy polos


"Kamu tidak ingat ya?, omongan Daffin tadi kalau twins sudah ada yang jaga.?" tanya Rio dengan wajah dinginnya.


" Eh, terus bagaimana dong pak?" tanya Cindy dengan wajah polos serta bingungnya.


" ya sudah kita cari baju kerja kamu saja!" kata Rio dengan tatapan yang masih fokus dengan menyetirnya.


"Eh, terserah bapak sajalah!" bales Cindy pasrah, setelah itu suasana mobil menjadi hening. dan tak berapa lama mobil Rio memasuki perparkiran sebuah butik, setelah ia memarkirkan mobilnya ia pun turun.


"Ayo cepat turun! " ajak Rio dengan ketus,


"Aiis!, mimpi apa gue semalam?, Kenapa gue bisa pergi ke butik sama Mr galak sih? huh!" gumam Cindy, yang berada di belakang Rio sembari tangan kanannya ia kepalkan lalu Ia Acungkan ke arah punggung Rio dengan berjarak 1 meter darinya


Dan di saat bersamaan Rio membalikan tubuhnya terlihatlah, kelakuan Cindy dengan bibir yang mencibir sembari komat-kamit terlihat kesal dan dengan tangannya yang terkepal yang sedang mengacung ke arah dirinya.


Rio, mengernyit saat melihat Cindy, sedangkan Cindy cinta kaget saat Rio memutarkan tubuhnya dan dengan cepat ia merubah kepalan tangannya dengan berpura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Kamu ingin memukul saya little lady?!"


**********


jangan lupa ya guys tinggalkan jejaknya.😉🙏


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR.

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU OKE 🙏😉 SYUKRON 🙏😘


__ADS_2