Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MENJEMPUT AZIA.


__ADS_3

✥.❖.✥💠 KALAM AL-QUR'AN 💠.✥.❖.✥


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."


__&(QS. Al-Baqarah ayat 153)__


ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨⚛୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ


Dengan menempuh jarak 2 jam perjalanan akhirnya Daffin beserta keluarga kecilnya sampai juga di kampung santri milik milik Kyai Abdur Rahman di kota JB.


Mereka pun disambut hangat oleh Kyai Abdur Rahman, Bunda Meira serta sang Nini.


"Assalamu'alaikum Ki, Ni, Bunda" Salam Daffin dan Meira yang beada di dalam menggendong Daffin.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka serentak.


"Ada apa ini nak kenapa Meira digendong seperti ini?" tanya bunda yang terlihat cemas melihat anaknya yang terlihat lemas di dalam gendongan Daffin


"kamu Jangan cemas Rodiah, anak kamu hanya sedang dalam proses penghapusan dosanya " sambung Kyai Abdur Rahman sembari Ia mengusap kepala Ah marah dengan lembut.


membuat Rodiah akhirnya terdiam.


Daffin yang mendengar perkataan sang aki ia nampak bingung "Apa maksud Aki?" tanyanya yang memang ia tak paham akan perkataan Kyai Abdur Rahman


Kyai tersenyum lembut pada Daffin "masuklah dulu nak, bawalah Meira ke kamarnya dulu Nanti baru kita bicara lagi." tutur Kyai Abdur Rahman.


"Baiklah Ki" Daffin pun menuruti perkataan sang Aki Ia pun membawa mayora ke kamarnya dan diikuti oleh mereka semua.


sesampainya di kamar Meira, Azmi yang sejak tadi bingung melihat sang aki buyutnya tak bertanya perihal tentang Azia akhirnya Ia buka suara.


" Aki Uyut?, Kenapa aki uyut tidak bertanya pada kami kemana Azia?" tanyanya heran.


Sang aki tersenyum lalu ia membelai rambut Azmy "Itu karena Aki Uyut tahu nak" jawabnya, dan itu membuat Daffin maupun Meira tersentak kaget mendengar perkataannya sang Aki, hingga yang tadinya Meira tidur ia langsung terduduk.

__ADS_1


"Aki tahu Azia hilang?" tanya Meira dengan spontan.


"Iya nak Aki tahu" jawab Aki singkat.


"Apakah itu artinya Aki juga tahu, dimana Azia sekarang? tanya Daffin juga yang semakin penasaran.


Aki tersenyum melihat cucu dan mantu cucunya yang terlihat sangat tegang.


"Iya nak Hanan, Aki tahu di mana anak kalian berada" jawabnya begitu santai dan tenang namun tidak bagi Meira dan Daffin keduanya bingung melihat sikap pasang aki yang biasa-biasa saja.


"Aki, kami begitu resah, bingung dan sedih karena kehilangan Azia tapi mengapa aki yang mengetahui hal ini bersikap biasa-biasa saja dan begitu tenang hiks.. Apakah Aki tidak hiks menyayangi Azia?" tanya Meira yang akhirnya Air mata Kembali mengalir ke pipinya.


"Tenanglah nak, dan bersabarlah, Aki bersikap biasa saja itu karena Aki tahu, bahwa anak kalian sedang mendapatkan misi dari Allah nak, " jawab Aki lembut dan begitu tenang.


"Apa maksud aku aja yang mendapat misi dari Allah?" tanya Daffin yang memang iya tak paham akan perkataan Kyai Abdur Rahman.


"Nak, anak kalian saat ini sedang bersama empat orang preman nak" kata sang Aki.


"Apa?!, Astaghfirullah, Lalu bagaimana keadaannya sekarang lagi Aki?" tanya Meira dengan tubuhnya yang tiba-tiba bergetar karena rasa takutnya.


"Tenanglah Mei, aku yakin anak kita baik-baik saja di sana, sekarang sebaiknya kita dengarkan penjelasan Aki ya," ujar Daffin menenangkan istrinya yang saat ini terlihat cemas dan ketakutan.


"Benar yang dikatakan nak Hanan, saat ini anak kalian berdua sangat baik-baik saja, karena keempat preman itu sudah mulai mendapatkan hidayahnya, jadi untuk saat ini kalian bersabarlah sebentar dan jangan kuatir akan keselamatannya Karena Allah selalu melindungi Putri kecil kalian" jelas sang Aki yang tetap masih tenang dan dengan senyum yang tak pernah lekat dari wajah tuanya.


Azmy yang sejak tadi hanya menyimak perkataan orang tuanya dan sang aki ia sepertinya paham akan penjelasan sang aki Uyutnya. " Aki Uyut, mengapa Allah hanya memberinya pada Azia saja, kenapa Amy tidak Aki Uyut?" tanyanya dengan wajah penasaran seorang anak kecil.


Sang Aki Uyut tersenyum mendengar pertanyaan cicitnya "Kata siapa AllAh tidak memberikan kan Amy misi, Justin misi Amy, lebih besar karena harus menjaga umah serta memberi kekuatan pada umah " kata sang Aki uyut lembut.


"Tapi Apakah tidak terbalik Aki Uyut, Amy kan laki-laki sedangkan Azia perempuan, seharusnya Ami dong yang bersama ke empat preman itu " protes Azmy.


"Nak, karena belum tentu saat kamu bersama mereka, lalu mereka akan iba pada kamu Nak," Bales sang Aki uyut.


" Oh, jadi karena Azia perempuankah, maka mereka iba uyut?" tanya Azmy lagi.


"Iya sayang, jadi untuk sekarang kalian cukup berdoa agar Azia secepatnya menyelesaikan tugasnya dan agar secepatnya kalian berkumpul kembali" Ujar Kyai Abdur Rahman.

__ADS_1


"Tapi Aki, bolehkah Anan tahu posisi saya berada saat ini?" tanya Daffin penasaran


"Saat ini mereka berada di kota yang sama dengan kita saat ini, " jawab sang aki


"Hah!, pantas aku tidak menemukan mereka di pulau seribu tempat yang dikatakan oleh Hanna" keluh Daffin dengan wajah kesal teringat akan perkataan karena yang terakhir kalinya.


Aki tersenyum, " itu tandanya Allah sedang menguji kesabaran mu nak" bales Aki santai.


"Oh, Aki, boleh Anan Melihat keadaan anak Anan?" tanya Daffin yang nampak wajah sangat berharap pada sang Aki untuk mengizinkan Melihat anaknya.


Karena melihat keresahan yang terpancar dari kedua cucunya itu sang Aki akhirnya pun tak tega. " Baiklah nak, ya sudah ayo kita berangkat kesana, tuk menjemput Azia " Ajak sang Aki sembari ia bangkit dari duduknya.


" Alhamdulillah Ira boleh ikut Ki?" tanya Meira.


"Mei, sebaiknya kamu tunggu di rumah saja ya sama Azmy, aku janji akan membawa anak kita ke sisimu lagi" Ujar Daffin mencegah Meira agar tidak ikut, sembari ia memberikan kecupan lembut pada Meira.


Kyai Abdul Rahman yang melihat kemesraan kedua cucunya Ia pun tersenyum seraya berkata " Alhamdulillah " lalu ia pun keluar dari kamar Meira di ikuti oleh Nini serta bunda Meira.


"Ya sudah mas pergi dulu ya sayang," pamitnya sama Meira, " Azmy jaga Umah Ok " lanjutnya pada Azmy.


"Oke Biyah laksanakan" kata Azmy sembari memberikan hormat pada Daffin.


"Good son, Biyah pamit ya Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumus salam" bales Azmy dan Meira berbarengan.setelah mendapatkan balesan dari istri dan anaknya Daffin pun melangkah keluar menyusul sang Aki, yang sudah menunggunya di depan rumahnya.


melihat Daffin sudah berada di depan juga, kyai pun mendekati Daffin. "Kamu sudah siap nak?" tanyanya.


"In syaa Allah Anan siap Ki" bales Daffin penuh semangat.


"Ya sudah ayo kita berangkat" Ajaknya dan akhirnya mereka pun memasuki mobil Daffin dengan Rio sebagai pengemudinya, kini mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju ke Arah bukit-bukit dengan jalan yang sangat di penuhi dengan bebatuan hingga laju mobil jadi mulai melambat namun Rio tetap sabar menjalankan mobilnya.


*******


Oke jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2