
◎❅❀❦♥ MUTIARA HIKMAH️♥️|❦❀❅◎
"Mungkin hati seperti langit yang tak bisa di duga. Dan tak tau kapan mendung dan hujan akan datang?, juga tak tau apa pelangi tengah menanti dibalik gelap.
Cinta pun demikian . .
Kita tidak pernah tau kapan hati akan dihuni seseorang. dan tak tau apakah kelak kita akan bahagia atau sedih?.
Semuanya penuh misteri yang tidak bisa kita tebak, hanya saja bila kita percaya pada sang Pemilik misteri maka kita akan merasakan betapa indah yang sudah menjadi Ketetapan-Nya 😉
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦🌹❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅•
Mendengar perkataan Rio yang begitu tulus membuat Cindy terdiam seribu bahasa, karena memang semuanya begitu mendadak bagi Cindy, hingga ia tak tahu harus memberi jawaban apa pada Rio.
Rio yang melihat kebingungan di wajah Cindy Ia pun tak ingin memaksanya untuk segera menjawab. " Acha, aku tahu, pasti kamu bingung untuk menjawab dan aku paham itu karena memang itu salahku yang begitu mendadak mengungkapkan keinginanku, tapi itu semua kulakukan untuk membayar janjiku pada Bunda kamu dan aku yakin kamu juga tak ingin mereka sedihkan? jadi aku mohon pikirkan hal itu, Acha." Tutur Rio yang begitu lembut pada Cindy, membuat jantung Cindy berdegup kencang, apalagi saat mata mereka saling bertatapan yang memang mereka saling berdekatan dengan posisi Cindy duduk di sofa sementara Rio yang berdiri di atas lututnya tepat dihadapan Cindy.
karena jantungnya yang semakin tidak menentu Cindy pun ingin mengakhiri posisi seperti itu dan akhirnya ia pun buka suara juga
"Pak, bisakah kasih saya waktu,?" kata Cindy dengan suara yang terdengar bergetar.
"Baiklah Acha, Aku akan memberikanmu waktu, tapi itu hanya 1 hari, karena aku tak ingin menunggu lama lagi Acha, cukup 19 tahun Aku mencari dan menunggumu Acha, jadi jangan pernah menyuruhku untuk menunggu lama lagi. Apakah kamu paham?." Ujar Rio lembut, dengan diakhiri pertanyaan pada Cindy.
"Baiklah pak, dan Apakah sekarang saya boleh pulang pak?, karena saya ingin pulang ke rumah saya sendiri." Bales Cindy, yang entah kenapa tiba-tiba ia ingin pulang ke rumah orang tuanya.
Harun yang mendengar keinginan Cindy yang ingin pulang ia seperti tak rela. " Kenapa harus pulang nak?, kita baru saja bertemu menginaplah sehari di sini, rumah ini sekarang sudah menjadi rumahmu juga nak, jadi janganlah sungkan. saat berada di rumah ini ya nak, " Ujar Harun, yang terlihat sekali ia tak ingin Cindy pulang.
"Maaf om tapi Cindy bener-bener ingin ke rumah Bunda, Cindy lagi rindu sama Bunda Om" Kata Cindy yang memang terlihat ada kesedihan Dimatanya.
Rio yang seperti paham Iya bentar ingin mempersulit keinginan Cindy
"Pah, biarkanlah Cindy pulang," katanya
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu nak, ya sudah Antarkanlah Acha sampai rumahnya ya Brian" bales Harun yang akhirnya mengizinkan Cindy untuk pulang juga
"Iya pah, " Bales Rio pada sang papa, " Ayo Acha kak Bian antar kamu." Ajak Rio lagi pada Cindy.
"Iya pak, " bales Cindy yang kemudian ia bangkit dari duduknya. " Om, saya pulang dulu ya " pamitnya sambil ia menyalami serta mengecup tangan Harun.
"Iya nak, kamu hati-hati ya." bales Harun sembari mengelus kepala Cindy.
"Iya om, kalau begitu saya pamit Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh." Setelah mendapatkan jawaban dari Harun, Cindy dan Rio berlalu meninggalkan Harun, yang masih melihat Kepergian mereka, hingga akhirnya mereka memasuki mobilnya Rio, dan kemudian meninggalkan rumah Harun.
Sedangkan di dalam mobil Rio, Suasana tetap hening seperti disaat mereka pergi tadi, Rio tahu kalau saat ini suasana hati Cindy lagi sedang tidak baik, makanya ia tak ingin bertanya apapun kepadanya, walaupun, di hatinya begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Cindy.
Setelah satu jam berlalu akhirnya mobil Rio pun memasuki gerbang rumah Cindy yang terlihat sederhana, melihat hal itu ada perasaan menyesal hati Rio.
"Ya Allah, kenapalah waktu itu aku tidak masuk saja, mungkin kalau waktu itu aku masuk, aku pasti akan langsung tahu huff.. Sudahlah, yang penting saat ini aku tidak akan meninggalkannya lagi" _Batin Rio.
"Apakah bapak mau mampir dulu di rumah saya?" tanya Cindy, membuat Rio yang masih hanyut dalam pemikirannya itu langsung tersadar.
"Silakan duduk pak, sebentar saya akan mengambil minum ya" Ujar Cindy mempersilahkan Rio untuk duduk,
"Terimakasih " Bales Rio singkat dan setelah di lihatnya Cindy kebelakang, tiba-tiba mata Rio mengarah Kedinding yang disana terdapat begitu banyak pigura foto dan ia pun menghampiri dinding tersebut dan terlihatlah foto-foto Cindy bersama keluarganya dari ia masih kecil hingga ia dewasa. dan di saat ia memandang foto kedua orang tua Cindy hati Rio menjadi sedih.
"Maafkan Bian, Om, Tante, Maaf karena terlalu lama Bian datang, hingga Bian tidak bisa bertemu dengan kalian, tapi kalian jangan khawatir Bian akan memenuhi janji Bian kepada kalian untuk menjaga Acha "_Batin Rio,
dengan mata yang masih menatap pigura foto orang tua Cindy hingga tak terasa air mata mengalir Rio mengalir.
Dan di saat Rio sedang hanyut dalam kesedihannya saat melihat foto Yusri dan Yani, ternyata Cindy memperhatikannya di balik penutup kain tirai yang ada di pintu penghubung antara ruang tamu dan dapur. ia mengamati Rio yang sedang memandang foto kedua orang tuanya Bahkan ia juga melihat Rio yang menitikkan air matanya, membuat hati Cindy menjadi luluh Melihatnya.
"Bunda kak Bian sudah datang, apakah bunda sudah tenang sekarang?, tapi Acha bingung bunda, apa yang harus Acha katakan padanya, Acha ingin mengikuti permintaan bunda, tapi bagaimana dengan Dilla bunda, ia sangat menyukai kak Bian"_ Batin Cindy yang ia juga terlihat sedih.
"Acha?, kamu sedang apa di situ?.'' suara bass Rio menyadarkan Cindy dari lamunannya, hingga membuat tangannya yang sedang memegang nampan yang berisi minuman itu hampir jatuh untung dengan sigap Rio menahannya
__ADS_1
"Maaf Acha aku sudah mengagetkan mu" Ujar Rio merasa bersalah.
"Eh, nggak papa kok Pak, Ya sudah silakan duduk kembali pak." balas Cindy sedikit canggung.
Rio pun mengikuti perkataan Cindy dan ia pun duduk di sebuah kursi kayu yang berada di ruang tamu rumah Cindy.
"silakan diminum teh nya Pak." kata Cindy sembari Iya menyuguhkan segelas teh di meja tepat didepan Rio.
"Terima kasih Cha, " ucap Rio yang kemudian ia meminum teh kemudian ia meletakkannya kembali. " Cha, Bisakah kamu tidak memanggilku Bapak lagi?, terserah Kamu mau memanggilku apa, yang penting jangan memanggilku Bapak bisakan? " pinta Rio kepada Cindy.
"Iya Pak, eh maksudnya kak." kata Cindy gugup.
"Itu lebih baik, sekarang kamu pergi lagi istirahat aku akan menunggumu disini." Ujar Rio yang terlihat serius.
"Eh Bapak tidak pulang?!" tanya Cindy sedikit kaget.
"Tidak!, Bukankah aku sudah berjanji akan menjagamu, jadi sekarang pergilah tidur, aku akan menjagamu disini!." Tegas Rio.
"Tapi kak, nanti..." Ucap Cindy yang langsung di potong oleh Rio.
"Sssth!, Jangan membantah Acha, sekarang pergilah tidur, atau kamu ingin ya, Aku tidur bersamamu hm ?." kata Rio menaik-turunkan alisnya, sedikit menggoda Cindy, membuat mata Cindy membulat saat melihat Rio mulai berani menggodanya.
"Eh, tidak tidak, saya tidur sendiri saja Pak!" seru Cindy yang kemudian ia langsung berlari memasuki kamarnya dengan wajah yang memerah membuat Rio tersenyum lucu,
melihat Cindy
"Hehehe, my Adorable little lady."
( wanita kecilku yang menggemaskan)
********
Maaf ya guys Author telat update, maklum. Author lagi tidak enak body..🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏
Syukron. Oh iya, bantu Author VOTE kan novel ini ya, 🙏 Siapa tahu novel Author bisa terpilih ,😁😁 Ay, Author terlalu banyak menghayal ya guys 😁😁 ya sudahlah pasrah baek.