Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?.


__ADS_3

ೋ๑୨💝 MUTIARA HIKMAH💝୧๑ೋ


Setiap Kesalahan Yang Pernah Kita Lakukan Adalah Bagian Dari Proses Pembentukan Kepribadian, Jangan Menyesali Semua Kesalahan, Tapi Sesalilah Jika Semua Itu Tidak Berdampak Pada Adanya Perubahan.


Mendung Di Ciptakan Bukan Untuk Membuat Langit Gelap.Tapi Untuk Memberi Kabar Gembira Akan Sejuknya Air Hujan Yang Akan Turun.


Luka Bukan Hanya Semata Untuk Membuat Kita Tersiksa, Tapi Agar Kita Tersadar,


Bahwa Kita Hanyalah Manusia Biasa.


Genggamlah Keyakinan Dan Jangan Pernah Kita Lepaskan Indahnya Kehidupan,


Bukan Terletak Dari Banyaknya Kesenangan,


Tapi Terletak Pada Rasa Syukur Kita Yang Tidak Pernah Putus Kepada Allah ،ﷻ


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦💝❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅


"Saya akan menjawab, tapi tidak di sini, jadi Ayolah ikut bersama saya Acha." Ujar Rio yang sangat berharap sekali Cindy mau ikut dengannya.


"Tapi, bagaimana kalau nanti pak Daffin memanggil saya?" dalih Cindy yang sepertinya ia begitu berat untuk mengikuti Rio.


"kamu jangan mengkhawatirkan itu Acha, karena saya sudah meminta izin pada Pak Daffin, jadi sekarang saya mohon padamu Ayolah ikut dengan saya Acha." Ujar Rio lagi yang nampak Iya tidak berputus asa untuk berharap agar Cindy mau ikut dengannya.


"Baiklah pak, tapi tunggu sebentar saya ganti pakaian" Ujar Cindy membuat Rio terlihat senang.


"Pergilah Saya akan menunggu kamu," Kata Rio. dan Cindy langsung masuk paviliunnya dan tak berapa lama ia pun kembali lagi dengan pakaian yang sudah terlihat rapi.tuk sesaat Rio tertegun melihat kecantikan Cindy yang selama ini ia tak begitu memperhatikannya.


"saya sudah siap pak!." kata Cindy menyadarkan Rio dari ketertegunannya.


"Oh baiklah Ayo kita pergi sekarang " Ajak Rio sembari ia melangkah dan diikuti oleh Cindy dari belakang, mereka berjalan menuju ke tempat mobil Rio terparkir di halaman mansion Daffin.


Sesampainya di mobil keduanya pun namasuki mobil tersebut dan tak berapa lama mobil pun melaju meninggalkan Mansion Daffin. suasana di dalam mobil begitu Hening, hingga pada akhirnya mobil memasuki gerbang sebuah rumah besar, Cindy terlihat kagum melihat rumah tersebut yang tak kalah indahnya dengan rumah Daffin.

__ADS_1


"Ini rumah siapa Pak?," tanya Cindy dengan tatapan mata yang tertuju pada rumah tersebut.


"Rumah orang tua saya." jawab Rio sembari Dia turun dari mobilnya, " Ayo kamu ikut turun." Ajak Rio dan setelah di lihatnya Cindy sudah turun, Ia pun mulai melangkah menuju pintu masuk rumah tersebut dan diikuti oleh Cindy dari belakangnya.


Sesampainya di dalam terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk di ruang keluarga dengan sebuah koran di tangannya.


"Assalamualaikum Pah." Ucap Rio sembari ia menyalami tangan pria tersebut serta mengecupnya, sedangkan Cindy hanya berdiri memperhatikan mereka berdua.


"Wa'alaikumus salam, " balas pria tersebut sembari matanya mengarah ke Cindy, " Brian?Dengan siapa kamu datang nak, dan Siapa wanita ini Brian?." tanyanya terlihat penasaran.


"Dia Acha Pah, anaknya om Yusri dan Tante Yani." Ujar Rio.


Mendengar perkataan Rio yang menyebutkan nama kedua orang tuanya Cindy begitu terkejut. sama hal dengan Cindy pria paruh baya itu yang ternyata Harun orang tua Febrian, juga terlihat terkejut mendengar perkataan Rio.


Harun pun mendekati Cindy dan dengan tangan gemetar Iya memegang pipi Cindy dengan wajah yang terlihat sedih. " Benarkah kamu Cindy Marshanda?, si gadis kecil Acha?" tanya Harun dengan suara bergetar dan tangannya yang bergemetar memegang pipi Cindy.


"Iya bener Om, tapi Om ini siapa?," Tanya Cindy yang terlihat begitu bingung, dengan apa yang telah terjadi saat ini.


Harun bukannya menjawab pertanyaan Cindy namun ia malah memeluk Cindy begitu erat dan terdengar juga suara isakan darinya membuat Cindy semakin tambah bingung.


Cindy yang mendapat perlakuan seperti itu nampak bingung dan ia tak tahu harus berkata apa dan ia hanya menatap Rio dengan tatapan dengan penuh pertanyaan kepadanya.


Rio yang mendapat tatapan dari Cindy seperti paham dan ia pun mengedipkan ke dua matanya tanda ia akan memberikan penjelasan pada Cindy.


"kamu maukan memaafkan keluarga Om nak? hiks.." tanya Harun lagi yang masih terdengar suara isakannya


"Iya Om in syaa Allah, Allah saja maha pemaaf masa saya yang hanya manusia biasa tidak mau memaafkan sih?, jadi Om tenang saja walaupun saya tidak mengerti apa yang telah terjadi tapi in syaa Allah sudah saya maafkan kok Om." ujar Cindy yang terlihat begitu tulus dan ikhlas membuat Rio menjadi kagum kepadanya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya nak, ternyata kamu sama seperti orang tuamu yang memiliki hati yang ikhlas." ujar Harun sembari ia memberi kecupan penuh kasih sayang kepada Cindy.


"Aamiin in syaa Allah Om." bales Cindy.


"Oh iya sekarang ceritakanlah dimana orang tuamu sekarang?." tanya Harun sembari dia menarik tangan Cindy dan mengajaknya duduk di sofa di ruang keluarga miliknya.


"orang tua saya sudah meninggal keduanya Om." jawab Cindy membuat Harun dan Rio sangat terkejut.

__ADS_1


"Apa?!, innalillahi wa Inna ilaihi roji'un, kapan itu terjadi Nak?.'' tanya Harun yang terlihat sangat sedih


"ayah ah saya meninggal karena kecelakaan 5 tahun yang lalu, sedangkan Ibunda saya meninggal karena sakit 1 tahun yang lalu" jelas Cindy dengan wajah yang terlihat sedih membuat hati Rio terasa sakit mendengarnya.


sedangkan Harun yang mendengar cerita Cindy Ia kembali memeluk Cindy. "Ya Allah betapa malang nasibmu nak, Harus hidup sendiri di usia masih semuda ini tapi kamu jangan khawatir sekarang ada om pengganti orang tua kamu." kata Harun di dalam pelukannya.


Dan di saat bersamaan, Rio menekukkan lututnya sebelah, di hadapan Cindy dengan memegang sebuah kalung berliontinkan love dan diarahkan kepada Cindy.


"Acha?, maukah kau menikah denganku?." Tanya Rio yang terlihat begitu tulus, membuat Cindy sangat terkejut. hingga ia bingung harus mengatakan apa.


"jawablah Nak, pertanyaan kak Bian kamu." ujar Harun membuat Cindy terlihat terkejut


"Eh!, siapa Om kak Bian?, Rio adalah kak Bian?" Tanya Cindy penasaran.


"Iya Acha, kamu ingat foto ini?'' kata Rio sambil menunjukkan sebuah foto seorang anak laki-laki yang sama persis dengan foto yang ada di dalam liontin miliknya.


Cindy yang melihat itu tersentak kaget." Jadi benar Pak Rio adalah kak Bian?." tanyanya lagi dengan tatapan yang masih belum percaya.


"iya Acha, aku adalah Rio Febrian, orang yang pernah kamu tolong saat kamu masih kecil, karena tangisanmulah disaat itu yang membuat aku masih ada saat ini Acha." Jelas Rio, membuat Cindy menjadi terharu. dan tanpa terasa air matanya pun mengalir begitu saja.


Melihat Cindy menangis Rio pun mendekatinya dengan cara melangkah memakai lututnya dan kemudian ia menghapus air matanya.


"Mengapa kamu menangis Acha?, Apakah perkataanku telah menyakitimu tanya Rio dengan posisi ia berlutut di hadapan Cindy, Cindy yang masih menangis hanya menggelengkan kepalanya saja.


"lalu Kenapa kamu menangis Apakah kamu membenciku karena aku penyebab penderitaanmu?.'' tanya Rio lagi, dan masih dibalas oleh Cindy dengan gelengan kepala saja. "Lalu, mengapa kamu menangis?, katakanlah kepadaku Acha?" tanya Rio dengan lembut sembari Ia menghapus air mata Cindy dengan memakai tangan sendiri.


"Saya, hiks.. hanya teringat perkataan Bunda, pak, hiks.. yang selalu mengatakan, bahwa kak Bian hiks..akan datang untuk menjaga saya hiks.. tapi saya hiks.. tidak pernah, hiks.. mempercayai perkataan Bunda hiks..dan saya hiks..hiks..hiks.." Cindy tak mampu lagi berkata-kata lagi hanya tangisnya yang semakin pecah.


"Sssth.. jangan diteruskan lagi Acha, Bunda kamu tidak berbohong Acha, Aku sudah datang Acha dan Aku ingin menjagamu, maka jawablah maukah kau menikah denganku?"


********


Mau nggak yaa, Cindy menerima Rio?.


Tunggu Bab selanjutnya ya guys 😉.

__ADS_1


jadi jangan lupa tinggalkan penyemangat buat Author Oke Gyus 👍😉 SYUKRON 🙏😊


__ADS_2