
*┈┉━❖❀🌸Mutiara Hikmah🌸❀━┉┈*
"𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐥𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐢𝐫𝐢. 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐥𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐢𝐤𝐦𝐚𝐭-𝐧𝐢𝐤𝐦𝐚𝐭𝐍𝐲𝐚
𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐦𝐛𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐬𝐚, 𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐝𝐮𝐥𝐢 𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐚𝐩𝐚
𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐭𝐚 “𝐌𝐚𝐭𝐢"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┉━━━━━•❖❀🌸❀❖•━━━━━┉┈*
Setelah mendapatkan izin dari Daffin, Rio kembali mencari Cindy, dengan mendatangi tempat-tempat yang pernah didatangi oleh Cindy, bahkan Rio juga mendatangi kerumah orang tua Cindy yang lama, Namun yang di cari tak kunjung di temukan membuat Rio semakin resah.
"Kamu kemana sih Sayang?, sebegitu marahnyakah kamu sama kak Bian? hingga kamu pergi dan hp tak bisa di hubungi" gumam Rio yang terlihat dari raut wajahnya ada penyesalan yang amat mendalam. Di saat Rio sedang melihat sekeliling sepanjang ia lewati tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Rumah Papa!, apa mungkin Acha di rumah Papa ya?" gumam Rio yang ternyata ia teringat akan rumah orang tuanya sendiri, Sebaiknya aku kesana saja deh" gumamnya lagi sambil ia memutarkan mobilnya kearah tujuan ke rumahnya.
Dua puluh menit kemudian mobil Rio pun mulai memasuki halaman rumah Harun Iswanto, yaitu rumah ayahnya Rio. Dan setelah mobil terparkir dengan sempurna dengan cepat Rio bergegas turun, setelah menutup kembali pintu mobilnya ia langsung berjalan memasuki rumah sang ayah.
"Assalamu'alaikum Pah," salam Rio tatkala ia telah berada di dalam rumahnya. ia juga melihat Ayahnya sedang menonton tv seorang diri di ruang keluarga.
"Wa'alaikumus salam" balas Harun yang terlihat sedikit kaget dengan kedatangan anaknya. "Tumben kesini nak?, ada apa?" tanyanya lagi karena memang semenjak ia menikah ia jarang sekali datang ke rumah orang tuanya.
"Pah, apakah Cindy tidak kemari?" tanya Rio dengan pandangan melihat sekeliling rumah bahkan ia juga langsung menuju ke kamar lamanya, namun kamar itu terlihat kosong dan masih rapi dan Rio pun kembali ke ruang keluarga tempat ayahnya berada.
"Eh, tidak ada, emang ada apa Nak? apakah Cindy mengatakan mau kesini tadi ya?" tanya Harun terlihat penasaran.
"Tidak sih Pah" kata Rio sembari ia membanting tubuhnya di salah satu sofa yang ada di ruangan keluarga, wajahnya terlihat suram, lalu Rio mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lalu ada apa?, apakah kalian bertengkar?" tanya Harun semakin penasaran.
__ADS_1
"Ya sedikit sih Pah, tadi pagi aku minta Cindy untuk berhenti bekerja Pah, tapi Cindy tak mau menuruti keinginan Bian, jadi Bian pergi begitu saja tanpa mengantarkan dia terlebih dahulu seperti biasanya, tapi Bian sudah meminta supir untuk mengantarkan dia kemanapun dia mau tapi Cindy menolak dan ia naik taksi kata pak Man" jelas Rio terlihat ada penyesalan di raut wajahnya.
"Kamu sudah menghubunginya?" tanya Harun yang terlihat ikutan cemas.
"Sudah Pah tapi HPnya mati" ujar Rio terlihat sedih
"Apakah pak Man tidak ingat no seri taksi yang membawa Cindy Nak?" tanya Harun membuat Rio langsung bangkit dari duduknya.
"Akh iya taksi!, kalau begitu Bian pamit ya Pah," katanya sambil meraih tangan sang ayah dan menciumnya seraya berkata "Doain Bian ya Pah agar segera menemui Cindy"
"Iya Nak, in syaa Allah kamu hati-hati ya" balas Harun.
"Iya Pah, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus salam." Setelah mendapatkan jawaban dari sang Ayah, Rio langsung meninggalkan sang Ayah yang masih melihat kepergiannya di depan pintu rumahnya.
Sedangkan Rio setelah mobilnya keluar dari gerbang rumahnya, ia langsung menujukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, terlihat sekali ia sudah tidak sabar ingin mengetahui nomor seri mobil taksi yang telah membawa istrinya.
"Ada apa Pak?" tanya salah satu penjaga gerbang di rumahnya.
"Coba kamu perlihatkan layar Cctv sewaktu istri saya pergi" titah Rio yang terlihat sudah tidak sabar.
"Baik Tuan" balas sang penjaga yang kemudian ia langsung melakukan apa yang di minta oleh bosnya dan tak berapa lama Rio melihat di layar monitor sosok Istrinya yang tadi sempat berdebat oleh supir barunya dan Rio juga melihat wajah Cindy saat berjalan kearah gerbang, wajah itu terlihat sedih, dan bahkan saat mobil taksi datang Cindy menyempatkan diri menghapus air matanya, itu berarti istri sempat menangis saat hendak pergi.
"Acha menangis? apakah aku terlalu sudah menyakiti hatinya? " gumam Rio yang hatinya selalu terasa sakit bila ia melihat istri kecilnya menangis.
"Tuan ini nomor seri taksi yang membawa Nyonya" kata sang penjaga sambil menyerahkan kertas kecil pada Rio.
"Terima kasih" ucap Rio yang kemudian ia langsung kembali menaiki mobilnya, dan melajukannya ke pangkalan taksi yang membawa Cindy, karena Rio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat ia tak perlu memakan waktu di jalan, dan kini mobil sudah terparkir di depan kantor pemilik para taksi.Setelah berada di dalam Rio langsung meminta kepala stafnya untuk manggil supir yang membawa Cindy.
"Permisi Pak, ada apa ya bapak memanggil saya?" tanya seorang pria yang baru saja masuk ke ruangan.
__ADS_1
"Sebelumnya saya minta maaf pak, karena saya telah mengganggu pekerjaan bapak," ujar Rio dengan sopan
"Iya Pak, nggak papa tapi ini ada apa ya pak?" tanya supir itu.
"Ini Pak, tadi pagi bapak membawa perempuan inikan?" tanya Rio sambil menunjukkan sebuah foto yang ada di layar hpnya
"Eh iya Pak, tapi dia siapa bapak ya?"
"Dia istri saya pak, sejak tadi dia tak bisa saya hubungi, makanya saya kesini, karena yang tahu istri saya menaiki taksi bapak, jadi saya minta Bapak beritahukan saya dimana bapak mengantarnya tadi?" tanya Rio tanpa basa-basi lagi.
"Oh, Tadi Nona itu meminta saya mengantarnya ke perkuburan daerah xx pak" jawab supir taksi tersebut membuat Rio kaget.
"Ke Pemakaman?" Rio mengerenyitkan dahinya, "Kalau tidak salah daerah itu pemakaman orang tua Acha, Astaghfirullah aku harus segera kesana" Batin Rio
"Baik pak terima kasih banyak, kalau begitu saya permisi " ujar Rio sambil berlari ke arah tempat mobilnya terpakir dan dengan cepat ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi lagi, menuju perkuburan orang tua Cindy.
Hati Rio berdetak kencang sejak mendengar kalau saat ini Cindy berada di pemakaman orang tuanya. setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mobil Rio terparkir di sebuah gerbang pemakaman umum, karena ia juga belum pernah datang ke pemakaman orang tua Cindy, membuat Rio begitu sulit mencarinya hingga akhirnya ia meminta tolong pada sang penjaga makam, yang akhirnya ia pun menunjukkan tempat yang di mintanya.
Dan benar saja dari kejauhan Rio melihat seorang wanita seperti tertidur di tengah-tengah pemakaman yang di tumbuhi rerumputan kecil nan hijau.
"Astaghfirullah Acha!"
____________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
__ADS_1
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.