Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
2 MINGGU MENDAPATKAN JODOH.


__ADS_3

ೋ๑୨✨ MUTIARA HIKMAH✨୧๑ೋ


"Terkadang kita terlalu membandingkan nikmat yang Allah berikan kepada kita dengan milik orang lain. sampai kita lupa untuk menghargai setiap nikmat yang ada pada diri kita sendiri, padahal yang ada pada kita itulah yang terbaik yang telah Allah berikan.


So Bersyukurlah dan hargai apa yang kita miliki karena tak semua orang memiliki apa yang kita punya 😉


__🔹sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ🔹__


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟


Hari-hari telah berlalu, hubungan Daffin dan Meira pun semakin harmonis, dan keharmonisan mereka membawa dampak yang baik buat Daffin, karena kini ia telah berubah kembali seperti sebelum peristiwa itu lagi, menjadi pria yang ramah murah senyum, dan juga Hambal pada siapapun dan itu membuat para teman, keluarga, dan bahkan para karyawannya ikut senang akan perubahannya.


Apa lagi Rio, yang selaku sahabat dan sekaligus Asistennya itu, sangat terlihat jelas kalau dialah yang paling senang akan perubahan Sahabatnya itu, hingga tanpa sadar ia sering tersenyum sendiri, karena senangnya.


"Lo lagi jatuh cintakah Rio?" tanya Daffin saat mereka sedang berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju arah pulang.


"Eh, jatuh cinta ma siapa?, ngelantur aja dah Lo." bales Rio sedikit kaget dengan pertanyaan Daffin.


"Ya mana gue tau, ya kali ada Wanita gresek yang mau nyasar ma Lo." kata Daffin ngasal.


"Wanita gresek?, apa tuh?" tanya Rio polos.


"Itu Wanita penuh enerjik dan sedikit somplak juga sama ma Lo" bales Daffin masih ngasal.


" Aduuh, tega banget sih Lo, ngarap gue berjodoh dengan wanita kayak gitu!, "


"Bukan ngarap bro, gue cuma kasihan aja ma Lo, umur dah kepala 3 tapi belum juga punya bini, emang lu nggak kepingin apa kayak gue setiap pulang yang disambut anak Bini? atau jangan-jangan Lo gay ya? " Tanya Daffin yang terlihat sepertinya ia mulai khawatir pada temannya itu, yang tak pernah mau berurusan pada yang namanya wanita, dia selalu dingin dan bahkan ia seperti tidak pernah menganggap mereka ada di muka bumi ini.


"Eh, Sembarangan aja si Lo ngomong!, gue normal tau!. cuma gue emang nggak mau mikirin itu Fin, Lo kan tau gue nggak mau mikirin itu sebelum Lo bahagia man."


"Hei, jomblo akut!, emang lo lihat gue nggak bahagia ya?!, justru karena gue udah bahagialah makanya gue ingin lo juga merasakan kebahagiaan gue!, dan untuk itu gue perintahkan Lo harus mencari kebahagiaan untuk diri lo sendiri paham!, ingat ini perintah! jadi gue kasih lo waktu hanya dua Minggu, kalau Lo belum juga mendapatkan jodoh Lo, maka Lo harus tinggalkan gue untuk selamanya dan tinggal di Afrika paham Lo!" Ujar Daffin yang terlihat jelas kalau Ucapannya tidak main-main.


Rio tersentak kaget, "Astaghfirullah!, kejam banget sih lo! emang segampang itu apa cari jodoh dalam waktu dua minggu!, Lo ngelantur deh Fin." protes Riyo yang masih fokus dalam menyetirnya.


"Bodo Amat!, ingat nggak ada bantahan, Lo paham! dan ingat Dua Minggu harus dapat Jodoh !" tegas Daffin, membuat Riyo menjadi frustasi.

__ADS_1


"Haiis, gimana caranya dua Minggu mendapatkan jodoh?, haiis..enak banget sih jadi bos main perintah-perintah doang, nggak mikirin nasib bawahannya, yang suka atau tidak akan printahnya!" gerutu Riyo, dengan suara lirih, namun masih terdengar jelas oleh Daffin.


Daffin mengerenyit, " Apa Lo bilang?!" tanyanya dengan wajah dinginnya membuat Riyo bergidik.


"Eh, nggak ada bos!" bales Riyo sedikit tegang dan saat bersamaan mereka pun hendak melalui lampu lalu lintas yang kebetulan berwarna merah, dan mengharuskan Riyo memberhentikan mobilnya


Disaat mobil telah berhenti, terlihat Daffin mengerenyit saat pandangannya mengarah keluar jendela mobilnya.


"Ada apa itu?, kenapa satu wanita melawan empat pria?, dan anehnya begitu banyak yang nonton Tak ada satupun yang mau membantu wanita itu?. " kata Daffin, membuat Riyo pun ikut mengedarkan pandangannya, ke arah ah yang dikatakan oleh Daffin.


Rio sedikit kaget melihat wanita tersebut, karena sepertinya ia mengenali wanita tersebut, " Bukankah itu teman bini Lo Fin?" tanyanya dengan pandangan yang masih mengarah ke wanita tersebut.


"Hah!, benarkah?" Daffin pun langsung memperhatikan wajah wanita yang sedang berkelahi pada kelima pria yang dikatakannya tadi "Eh benar dia teman Meira, si Cindy!, hmm boleh juga tuh anak, sepertinya cocok jadi bodyguardnya Azia RI, " kata Daffin lagi yang terlihat ia kagum agan keberanian wanita itu yang ternyata Cindy temannya Meira.


"Yap benar, sepertinya kemampuan bela dirinya bagi ukuran wanita patut di acungi jempol, dan itu cocok untuk kriteria bodyguard wanita yang lo cari selama ini." sambung Rio yang sepertinya ia juga kagum melihat kemampuan Cindy.


"Pergi bantu dia setelah itu, bawa dia kemari cepat!." Titah Daffin, dan Rio pun langsung memarkirkan mobilnya di dekat perkelahian yang sedang berlangsung. dan setelah itu ia pun langsung turun dan langsung menghampiri Cindy yang sedang melawan lima pria berbadan besar.


"hia!..bugh..iaat!..bagh..hiat!...bugh!...Ha!..bagh..." suara teriak-teriakan Cindy yang menghajar kelima pria berbadan besar begitu nyaring dan dengan kelincahannya ia sudah berhasil menjatuhkan tiga orang pria, membuat Rio semakin kagum melihat kemampuannya.


Cindy tersentak setelah melihat wajah Rio "Eh, pak Rio?!, terimakasih banyak pak, karena sudah membantu saya" Ucap Cindy tulus kepada Rio yang telah membantunya.


"Iya sama-sama, sekarang ikut aku, karena pak Daffin ingin bicara dengan kamu" kata Rio dengan datar.


"Eh, pak Daffin?, ada apa ya pak?" tanya Cindy yang terlihat penasaran.


"Jangan banyak tanya ikuti saja saya!" ucap Rio dingin.


Cindy yang melihat itu.." Ikh, seram amat sih!" gerutunya.


"Apa kamu bilang?!" tanya Rio yang ternyata ia mendengar gerutuan Cindy.


"Eh, Nggak papa pak, tapi tunggu sebentar, ya pak" Ujar Cindy yang kemudian tanpa menunggu balesan dari Rio ia pun langsung menghampiri salah satu pria yang sedang terkapar di lantai dan kemudian ia mengambil sesuatu pada pria tersebut dan ternyata ia mengambil sebuah dompet berwarna hitam dan kemudian ia menghampiri seorang ibu dengan dua anak kecil.


"Ini Bu, dompetnya, lain kali berhati-hati ya Bu." Ujarnya pada sang ibu.

__ADS_1


Melihat itu Rio terlihat kagum pada Cindy "Baik juga nih anak, ia rela melawan lima pria berbadan besar hanya untuk mengambil dompet ibu itu?, luar biasa."_ Batin Rio yang tatapannya masih mengarah Cindy yang sedang bicara pada ibu yang ia bantu tadi.


Setelah Cindy menyuruh sang ibu pergi ia pun kembali menghampiri Rio. " Ayo pak saya sudah siap sekarang" kata Cindy membuat Rio tersadar dari lamunannya.


"Eh, baiklah ayo ikut saya" Ajaknya dan ia langsung melangkah menuju ke mobil Daffin yang ia parkirkan tadi. dan di ikuti oleh Cindy yang berjalan di belakangnya.


Sesampainya di mobil Rio menyuruh Cindy masuk ke dalam mobil yang di sana sudah ada Daffin yang sedang duduk di kursi penumpang.


"Assalamu'alaikum pak Daffin" salam Cindy saat ia masuk ke dalam mobil.


"Wa'alaikumus salam " bales Daffin dan setelah ia melihat Cindy telah duduk di sebelahnya Daffin pun langsung mengungkapkan keinginannya.


"Cindy tadi saya telah melihat kemampuan bela diri mu jadi Daffin berharap kamu mau menjadi bodyguardnya Azia, apakah kamu bersedia?" tanya Daffin.


"Eh, Kenapa harus saya pak? Bukankah Saya ditugaskan untuk mengelola perpustakaan di sekolah Meira juga?." bales Cindy yang kembali bertanya.


"Itu semua bisa di atur, dan kamu tak perlu khawatir masalah gajinya, karena saya akan menggaji mu 3 kali lipat dari gaji mu yang mengelola perpustakaan itu apakah kamu bersedia sekarang?"


Mendengar perkataan Daffin tentang Gaji yang sangat menggiurkan membuat mata Cindy langsung berbinar.


"Baiklah pak, kalau begitu saya setuju" katanya dengan spontan.


"Bagus!, dan ingat itu artinya kamu harus tinggal di rumah saya, kamu paham!"


"Ya saya paham pak!"


"Ya sudah sekarang kamu boleh pulang dan bersiaplah setelah itu kamu langsung datang kerumah saya oke!"


"Oke pak, kalau begitu saya permisi pak, Assalamu'alaikum" pamit Cindy dan ia pun langsung keluar dari mobilnya Daffin, dengan wajah yang terlihat senang, setelah di luar meloncat-loncat kesenangan setelah itu ia pun langsung berlari-lari setengah berloncatan kecil.


Rio yang belum menjalankan mobilnya sempat melihat tingkah Cindy yang seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan Hadiah, dan ia pun tersenyum lucu melihatnya.


"Kamu suka padanya?!"


***********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉 SYUKRON 🙏😘.


__ADS_2