
◎❅❀❦🌹KKALAM ULAMA.🌹❦❀❅◎
"Cinta bisa hadir begitu saja. Tanpa alasan, tanpa isyarah, bahkan tanpa pertemuan disebelumnya.
Sebagaimana al-Muhadits al-Hafidz
al-Habib Umar Bin Hafidz-Tarim-Yaman mengatakan:
"Jika seseorang hanya bisa jatuh cinta karena adanya perjumpaan, bagaimana dia bisa mencintai nabi Muhammad Saw yang belum pernah dia jumpai?."
آللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيدِنَا مُحَمَّد وَ عَلَی آلِ سَيدِنَا مُحَمَّدَ 💗
ೋ๑୨୧๑ೋ❅❀❦🌹❦❀❅ೋ๑୨୧๑ೋ
Cindy kehilangan keseimbangannya, hingga tubuhnya hampir saja menyungsep kebawah, namun berhasil di tangkap oleh Rio hingga tubuhnya Cindy langsung menimpa dirinya Sedangkan wajah mereka saling bertemu bahkan bibir mereka saling menempel, membuat mata keduanya saling membulat karena kaget.
Tuk sesaat mereka saling diam, hingga akhirnya suara klakson mobil yang ada di belakang mereka berbunyi, hingga membuat keduanya tersadar dan dengan cepat Cindy menarik tubuhnya.
"Astaghfirullah, bibir gue tidak suci lagi!" Ucap Cindy dengan spontan sambil ia mengelap bibirnya. mendengar hal itu Rio, jadi Tersenyum lucu, namun ia langsung menahannya.
"Apa maksud kamu?, apa itu artinya kamu tidak pernah berciuman?" tanya Rio, sembari ia menghidupkan mesin mobilnya, dan kemudian ia pun mulai melajukannya dengan perlahan.
"Ya nggaklah, karena bagi gue ciuman pertama itu ya harus untuk suami gue nanti, tapi sekarang, huaaaa, hiks.. bapak sudah menodai bibir ku!..hiks .hiks. bapak harus bertanggung jawab!" kata Cindy yang tiba-tiba ia menangis membuat Rio kaget.
"Eh, kenapa jadi gue?, bukankah kamu sendiri yang salah, siapa suruh kamu lewat sini hah?, padahal dari pintu lebih amankan." bales Rio, yang kelihatan sekali ia tak mau di salahkan.
"Huaaah, hiks, tadi bapak juga memeluk saya, itukan dosa hiks..kata ibu saya kalau saling berpelukan bisa hamil tau! hiks..hiks.." Ujar Cindy yang terlihat sekali kepolosannya.
Mendengar perkataan Cindy Rio benar-benar tidak bisa menahan tawanya lagi, hingga akhirnya ia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, dasar anak kecil!, mana ada yang hanya pelukan bisa hamil, kamu jangan ngada-ngada deh!"
"Eh, benarkah?" tanya Cindy polos.
"Kamu berapa sih umurnya?"
"21 tahun pak, hiks.." Balesnya masih terisak.
"Hah?, sudah 21 tahun, masih nggak tahu tentang hal apa yang bisa membikin hamil?," tanya Rio heran, dan di bales oleh Cindy dengan gelengan kepala.
"Kamu tamatan apa?, tanya Rio lagi yang semakin penasaran pada Cindy.
"SMA, karena saat Ingin kuliah ibu saya meninggal, hiks, bundaa..hiks..huhue.. hiks.. Bunda Cindy kangen, bunda hiks.." Tangis Cindy semakin pecah, saat ia teringat akan ibunya.
Dan itu jadi membuat Rio, merasa bersalah.
__ADS_1
"Maaf Cindy, aku tidak bermaksud untuk menyinggung orang tua kamu, aku turut berdukacita " Ujar Rio, yang tiba-tiba hatinya menjadi sakit saat melihat Cindy nangis, tersedu-sedu.
"Lalu kemana Ayah kamu?", tanya Rio yang semakin penasaran akan kehidupan Cindy.
"Ayahku juga sudah pergi hiks..ia mengalami kecelakaan, hiks saat saya masih kecil..hiks..hiks.." Cindy menutupi wajahnya, ia menangis, membuat Rio semakin bingung ingin menghiburnya namun tak tahu harus apa, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk tidak bertanya lagi.
Suasana mobil pun menjadi hening, hanya sesekali terdengar Isakannya Cindy, Rio pun melirik Cindy dan ternyata ia sudah tertidur.
Karena ia tak tahu di mana rumah Cindy, Akhirnya ia melajukan mobilnya ketempat biasa ia merenung, yaitu memandang lautan.
Sesampainya di sana Rio pun memarkirkan mobilnya, kemudian ia pun turun, dan membiarkan Cindy yang masih tertidur di dalam mobilnya, dan sambil ia menunggu Cindy terbangun dari tidurnya, Rio menyempatkan diri untuk menyaksikan keindahan sunset.
Dan tak berapa lama Cindy bangun dan ia pun ikut turun dari mobilnya, dan ia langsung terpesona melihat keindahan alam tersebut.
"Maa syaa Allah, indahnya ciptaan mu ya Rabb." Ucap Cindy dengan mata yang nampak berbinar Melihat pemandangan itu,
Rio, yang mendengar perkataan Cindy dengan spontan ia pun menoleh ke arah, karena saat Cindy turun ia tak mendengarnya, karena ia juga sedang terhanyut akan kekagumannya.
"Kamu sudah bangun?." tanya Rio dan ia pun langsung menghampiri tempat Cindy berdiri.
"Sudah pak, Terimakasih karena sudah membiarkan saya tidur" kata Cindy polos.
"Cepatlah berkemas Aku menunggu di sini saja" kata Rio, dan langsung di Anggukkan oleh Cindy dan setelah itu Cindy pun turun dari mobil Rio, dan langsung masuk ke dalam rumahnya, dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan membawa sebuah tas ransel.
"Sudah pak" katanya setelah ia masuk ke dalam mobil Rio Kembali.
Rio mengerenyit, saat melihat bawa Cindy "Hanya segitu pakaian kamu?", tanya Rio heran.
"Kenapa?, segini juga yang penting ada pak." Ujar Cindy dengan santainya.
Rio mendengus mendengar perkataan Cindy.
"Terserah kamu dah." katanya dan ia pun langsung melajukan Kembali mobilnya, dan kali ini ia mengarahkannya ke rumah Daffin,
Dan hanya memakan waktu 30 menit akhirnya mereka memasuki gerbang rumah Daffin, setelah mobil terparkir dengan sempurna, Rio pun langsung mengajak Cindy masuk kerumah besar memiliki Daffin.
Sesampainya mereka di ruang keluarga, mereka melihat keluarga kecil Daffin sedang berkumpul di sana.
"Assalamu'alaikum?" Salam keduanya membuat semua orang menoleh ke arah mereka.
"Wa'alaikumus salam" Jawab mereka serentak.
__ADS_1
"Aunty Cindy!" Seru Azia yang langsung berlari menghampiri Cindy,
"Sayangku, Azia." kata Cindy yang langsung menyambut kedatangan Azia dan ia pun langsung menggedong Azia, dan kemudian Azia langsung menciumi pipi Cindy, dan di bales lagi oleh Cindy dengan mencium Azia dengan gemas, membuat Rio yang melihat itu pun tersenyum kagum pada Cindy.
"Heh, ternyata anak kecil, terlihat dewasa juga. dan pintar juga mengambil hati anak kecil, sepertinya Cindy pantas menjadi ibu."_ batin Rio dengan tatapannya yang masih mengarah ke Cindy dan Azia.
Daffin Tersenyum juga saat melihat sahabatnya mulai memperhatikan Cindy. " Ehem!" deheman Daffin menyadari Rio dan dengan cepat ia beralih ke Daffin. " Gimana?, sudah pantaskan dia menjadi ibu?" kata Daffin dengan menaik-turunkan Alisnya Menggoda Rio.
"Eh, apaan sih Lo,!" bales Rio sedikit salah tingkah karena tertangkap basah sedang memperhatikan Cindy, " Tugas gue sudah selesaikan kalau gitu gue pulang ya." kata Rio mengalihkan pembicaraan.
"Kata siapa sudah selesai?, Lo belum menunjukkan kamar untuk dia, jadi pergi bawa dia ke paviliun belakang cepat!" titah Daffin.
"Hah?, haruskah di antar juga?, apa dia nggak bisa pergi sendiri apa?" protes Rio.
"Dia orang baru, jadi sudah kewajiban Lo memberikan arahan padanya paham!" Tegas Daffin.
"Hais.. iya-iya!, ayo Cindy, aku antar kamu ke tempat tinggal baru kamu." Ujar Rio pada Cindy.
"Baik pak!" bales Cindy, "Zia sayang, Aunty taruh, barang-barang dulu ya, nanti baru kita bermain bersama Ok." kata Cindy lagi pada Azia
"Oke Aunty!" setelah mendapatkan jawaban dari Azia, Cindy pun pamit pada Daffin dan juga Meira, dan setelah itu ia pun langsung mengikuti Rio Kembali menuju ke paviliun belakang.
Sesampainya di sana, "Ini tempat tinggal mu yang baru, dan ingat tugasmu hanya menjaga Azia, dan juga Meira dan ini, besok belilah pakaian kerja Ok!." Kata Rio dengan wajah datarnya, sembari ia pun menyerahkan sebuah kartu kredit pada Cindy.
"Eh, sayakan belum kerja pak, kenapa sudah di berikan ini?" tanya Cindy Heran
"Sudah jangan banyak bertanya, ambil saja, dan ingat beli beberapa baju kerja paham!," tegas Rio dengan wajah dinginnya.
"Eh, iya pak" bales Cindy yang tanpa sadar ia bergidik.
"Kenapa kamu bergidik?!''
"Eh nggak papa pak"
"Ya sudah sekarang kamu istirahat sana!" kata Rio dan kemudian ia pun langsung melangkah pergi tanpa menunggu balesan dari Cindy.
"Iikh, Dasar, Mr galak!" gerutu Cindy, sambil bergidik lagi saat melihat punggung Rio, tiba-tiba Rio berhenti dan langsung berbalik.
"Apa kamu bilang?!. tanyanya dengan tatapan tajamnya.
"Eh, nggak ada pak!" kata Cindy dan ia pun langsung berlari memasuki paviliun tempat tinggal barunya, Rio yang melihat tingkah Cindy, pun tersenyum lucu sembari menggelengkan kepalanya.
"Heh, dasar bocah kecil!"
************
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
Hadiahkan Author VOTE, bila suka dengan cerita ini, dan berikan LIKE DAN KOMENTAR agar Author semangat untuk update kembali oke guys 😉🙏 SYUKRON 🙏😊.