
j🌿🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹🌿❇❇
" Ketika engkau menyadari bahwa segala apapun di dunia ini hanyalah sementara,Maka engkau akan mengerti jika keluhmu perlu sujud, Lelahmu perlu ibadah dan usahamu perlu pasrah.
Yang membuat manusia lelah ialah karena ketidak keyakinnya perihal persoalan-persoalan yang sebenarnya sudah ada di genggaman Allah, maka seringlah mengucapkan "La Haula wala quwata ilabillah"
__ Quotes of the day__
¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥
Setelah melakukan perjalanan yang menempuh jarak 40 menit akhirnya mobil yang di kemudikan Rio pun sampai di sekolah Ar-Rahman, dan setelah mobil terparkir dengan sempurna, Daffin berserta keluarganya pun turun dari mobilnya,
Seperti biasa, Daffin mengantarkan Anak-anaknya kedalam kelas mereka setelah itu ia akan mengantarkan Istrinya, sementara Rio akan menunggu di mobilnya. Cindy yang kebetulan turun belakangan ia bermaksud pergi ke perpustakaan, namun Rio memanggilnya.
"Cindy!"
"Iya pak ada apa?" tanya Cindy penasaran.
"Kenapa kamu belum memakai baju tugas mu hati ini?" tanya Rio balik bertanya.
"Eh, itu pak saya belum sempat mencarinya Mungin kalau ada kesempatan nanti sore saya cari pak." Jelas Cindy.
"Oh, ya sudah nanti saya antar kamu, Sekarang kamu boleh pergi." bales Rio datar.
"Eh, saya bisa pergi sendiri kok pak"
"Jangan membantah!, sudah sana pergi!." Bales Rio ketus, membuat Cindy terlihat kesal.
"Baik pak!" katanya dan ia pun langsung membalikkan tubuhnya. " Huh!, dasar Mr galak!, bisanya cuma perintah-perintah saja!." gumam Cindy sembari ia berjalan membelakangi Rio.
"Apa kamu bilang!" suara Bass Rio mengagetkan Cindy, dia pun langsung menoleh kearah Rio, terlihatlah wajah Rio yang terlihat dingin, membuat Cindy bergidik.
"Eh, nggak ada pak!" balesnya dan ia pun langsung ngacir meninggalkan Rio yang masih melihatnya berlari-lari menuju ke perpustakaan.
Rio tersenyum melihat tingkah Cindy yang seperti anak kecil itu. " Heh, dasar anak kecil!" Gumamnya, sembari menggelengkan kepalanya.
"Heh,i anak kecil? tapi anak kecil itu bikin jantung kamu selalu meratonkan?" Ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul, membuat Rio tersentak kaget.
__ADS_1
"Eh!, Bikin kadet aja Lo Fin!" Hardik Rio.
"Makanya, cepat Lo halalkan dia, jadi Lo nggak perlu memandanginya dari jauhkan." Kata Daffin,
"Apaan sih Lo, ngomong kagak jelas, siapa juga yang mandangin dia!" bales Rio yang kemudian ia langsung memasuki mobilnya mengalihkan pembicaraan. Daffin pun ikut masuk ke dalam mobilnya.
'Yah, terserah Lo aja, gue cuma mengingatkan, waktu Lo tinggal 9 hari lagi, kalau Lo belum juga mendapatkan kandidat jodoh, maka siap-siaplah terbang ke Afrika, paham Lo!" Ujar Daffin dengan suara tegas di akhiran.
"Eh, Lo jangan bercanda deh Fin!, mana ada nyari jodoh singkat gitu!" protes Rio, mulai gusar mengingat waktu sudah dekat dari yang di janjikan.
"Bodo Amat, emang gue pikirin!, Ingat gue nggak suka ada bantahan pahamkan Lo!" Bales Daffin membuat Rio terlihat frustasi.
"Haiis, di mana gue harus cari jodoh." gumam Rio terlihat putus asa.
"Mana gue tahu, udah jangan ngeluh cepat jalan!"
"CK. iya iya!" Rio pun akhirnya melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Daffin.
_______
Sementara di sisi lain..
"Eh, Lo kenapa Cin? " Tanya seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan memegang sebuah buku yang ada di atas meja di hadapannya.
"Ah ah, itu Dil, gue kesal banget sama Mr galak, sukanya main perintah Mulu, bikin gedek aja tuh orang!" Ujar Cindy dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
Dila mengerenyit, " Mr galak?, siapa Mr galak Cin, gue kok baru dengar?." tanya Dilla penasaran.
"Itu loh, yang sering sama suami Ana." Ujar seorang wanita yang baru saja masuk, dan langsung bergabung pada Dila dan Cindy.
"Siapa Mei?, eh apakah pak Rio maksud Lo Mei?" Tanya Dila yang masih penasaran.
"Ya siapa lagi coba?" sambung Meira.
"Eh, tapi ngomong-ngomong, kok Lo bisa berurusan sama pak Rio si cin?" tanya Dila yang dia emang belum tahu kalau Cindy sudah menjadi bodyguardnya Azia.
"Ya itu karena pak Daffin meminta gue, untuk menjaga Azia anak Meira" jawab Cindy jujur.
__ADS_1
"Wah hebat banget Lo!, Iiss, gue jadi iri, Lo jadi bisa sering ke temu dengan pak Rio dong, Aih, kenapa bukan gue sih Mei, guekan mau juga dekat-dekat sama pak Roy, gue tuh ngefans banget sama dia Mei." Ujar Dila dengan mata yang berbinar saat ia teringat pada Sosok Rio.
Melihat tingkah Dila dengan gaya menaruh tangannya di kedua pipinya, dan dengan mata yang mengawang-awang, membuat Cindy dan Meira terperangah.
"Haaah?, Lo mengidolakan pria dingin itu?!" ujar Meira dan Cindy secara bersamaan.
"Hu'um, oh pak Rioo, kau adalah idolaku, aku Trisno karo kue pak Rio." kata Dila dengan matanya merem melek membuat Meira dan Cindy bergidik, apa lagi Cindy, yang sudah beberapa kali berinteraksi pada Rio yang menurutnya Rio itu laki-laki yang menakutkan.
"Iiikh! iikh" Cindy bergidik berkali-kali.
"Apaan sih Lo?, sampai kayak gitu banget!" tegur Dika yang sepertinya tidak suka melihat Cindy seperti itu.
"Aneh, aja Lo bisa ya mengidolakan orang galak kayak gitu, kalau gue mah ogah, lebih baik gue ngidolakan Azia dan Azmy, siapa tau aja kalau gue udah nikah, punya anak kayak anaknya Meira, iya nggak Mei?" Bales Cindy mengungkapkan kesukaannya pada Twins Anak-anak Meira.
"Aamiin, semoga Lo cepat nikah ya" Timpal Meira menjadikan perkataan Cindy menjadi Doa.
"Eh, main bilang cepat nikah aja!, bayangan jodoh aja belum kelihatan Bu, gimana caranya mau cepat nikah?" protes Cindy polos.
"Jodoh itu penuh misteri neng, nggak ada yang bisa menebak, sama hal dengan maut, jadi kita tidak bisa memprediksi hal itu, iyakan?, bisa jadi Anti bilang jodoh Anti belum kelihatan sekarang, namun kalau Allah ingin Anti segera menikah sekarang, maka Dia pasti langsung mengirimkan jodoh ke Anti, dengan cara apapun, suka atau tidak suka, itu sudah menjadi ketetapan-Nya. jadi Anti tidak bisa memproteskan hal itu?" Jelas Meira pada kedua temannya.
"Eh, Jodoh sama dengan maut?, ikh, gue kok jadi seram ya?," Ujar Cindy bergidik.
"Seram kenapa?" tanya Dila.
"Ya seramlah, karena siapa yang akan terlebih dulu melamar gue, maut ataukah Jodoh?" Jawab Cindy yang terlihat sedih.
"Ikh, Lo nih, kan gue jadi ikutan takut" Timpal Dilla.
"Hus, jangan berkata sembarangan, kalau hati merasa resah begitu, seringlah berucap, La Haula wala quwata ilabillah, "tidak ada daya dan kekuatan, terkecuali dengan pertolongan Allah", maka Anti cukup berserah diri saja kepada-Nya, in syaa Allah, Anti akan mendapatkan yang terbaik darinya " Ujar Meira lagi yang membuat Hati kedua temannya menjadi lebih tenang lagi.
"Terimakasih ya Nyonya Daffin, pencerahan Anti membuat hati ana tenang" kata Cindy yang kemudian ia langsung memeluk Meira, namun tiba-tiba Meira langsung mendorongnya, membuat Cindy terjatuh dan terduduk.
"Eh, huaaaa, kejam banget sih Nyonya Daffin, pantat gue sakit tau!" Seru Cindy sembari ia bangkit sambil mengusap-usap bokongnya.
"Maaf-maaf, Hoek..Lo pakai minyak wangi apa sih.. Hoeek..Hoek.. baunya bikin ana Hoek.." Meira langsung berlari ke kamar mandi yang ada di perpustakaan, membuat Cindy dan Dilla saling bertatapan..
**********
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author terus ya guys 🙏😉. Berikan VOTE LIKE DAN KOMENTAR nya Ok 😉 biar Author Semangat Update lagi loh..
Syukron 🙏😘.