Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
SEBUAH RENCANA.


__ADS_3

ೋ๑୨💚KALAM ULAMA 💚୧๑ೋ


۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞


"Dari pada kamu memikirkan mereka yang tidak tulus mencintaimu, lebih baik kamu mendo'akan mereka yang setia padamu."


__[Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Kaff]__


ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ


Pagi menjelang subuh..


Cindy yang terbiasa bangun sebelum subuh, ia mulai menggeliat, sambil mempererat pelukan gulingnya dengan mata yang masih terpejam dia pun mulai merasa aneh saat merasakan gulingnya menjadi sedikit berbeda.


"Eh, kenapa gulingku jadi keras begini ya?" gumam, sambil ia menepuk-nepuk tersebut.


"Eh, kok aneh?" gumamnya lagi dan ia pun langsung membuka matanya.


"Hah?!" Mata Cindy terbelalak saat melihat apa yang telah ia peluk. dengan spontan ia pun langsung terduduk.


"Sudah puas meluknya?" tanya Rio dengan suara khas orang bangun tidur, dengan posisi tangan yang ia jadikan bantalnya..


"Eh, kenapa pak Rio bisa ada di sini?!" tanya Cindy dengan tatapan yang terlihat bingung dan kaget.


"Kenapa?, tidak boleh aku tidur dengan calon istriku hm?" tanya Rio balik, dengan begitu santainya.


"Tidak boleh pak, Kitakan belum muhrim!" Ujar Cindy dengan jantung yang rasanya ingin meledak saat mendengar perkataan Rio.


"Ya sudah ayo cepat bersiap kita akan pergi ke KUA sekarang " balas Rio begitu enteng sembari bangkit dari tidurnya.


"Apaa!"sekali lagi Cindy terkaget mendengar perkataan Rio, " Tidak tidak tidak, saya belum memikirkan hal itu Pak! " seru Cindy Sambil menggoyangkan kedua telapak tangannya seperti orang yang yang sedang dadah.


"memikirkan apa lagi Acha?, bukankah kita sudah tidur bersama jadi kita tidak boleh menundanya lagi." Ujar Rio, yang sepertinya ada sesuatu yang ia rencanakan.


"Tapi Pak, kita tidak boleh hidup bersama." Balas Cindy, membuat Rio mengerenyit heran.


"Tidak boleh?, Apa maksudmu Acha? '' tanya Rio penasaran


"Iya pak, kita tidak boleh bersama, karena teman saya sangat menyukai Bapak, jadi sebaiknya bapak bersama dengan teman saya saja." Ujar Cindy,


mendengar perkataan Cindy rahang Rio mengeras ada kemarahan dari raut wajahnya.


"Teman?, jadi kamu mau nyuruh saya ingkar janji pada Bunda kamu hanya untuk teman hah?! dan kamu mau mengabaikan amanah beliau hanya untuk teman juga?, iya Acha?!" Ujar Rio dengan tatapan mata yang tajam kepada Cindy, sangat terlihat sekali ia sangat marah padanya.

__ADS_1


Tubuh Cindy langsung bergetar saat melihat wajah Rio yang memerah karena marah, Ia pun tak berani mengeluarkan kata-katanya lagi dan ia hanya mengangguk saja dan itu membuat Rio semakin geram padanya.


"Baiklah Acha!, kalau itu mau kamu, maka aku akan bersamanya!. siapa nama teman kamu hm?" Tanya Rio, yang sepertinya ia sudah bisa mengendalikan amarahnya hingga ia sudah terlihat lebih tenang.


"Namanya Dila yang sering bersama saya saat di perpustakaan" Ujar Cindy dengan wajah yang tertunduk sedih.


"Okay!, sesuai keinginanmu aku akan bersamanya Dan untuk itu tunggulah undangan dari kami!'' Ujar Rio datar, dan kemudian ia pun membalikan badannya mengarah ke pintu kamar dan kemudian Ia pun berjalan ke arah pintu Seraya berkata


" Selamat tinggal Acha!."' Ucap Rio dan kemudian ia langsung keluar dari kamar Cindy dan langsung menutup pintunya kembali, tapi ia tak langsung pergi, ia masih berdiri di depan pintu kamar tersebut, hingga ia mendengar tangisan Cindy yang pecah selepas kepergiannya.


"Heuheuheu, hiks.. maafkan Acha bunda, hiks..Acha nggak tahu harus berbuat apa hiks.. huhuhu..aakh..hiks..bundaa..hiks.. Acha harus apaa..hiks.. huehuehue hiks.."


mendengar ucapan Cindy, tangisan Cindy, membuat hati Rio terasa sakit, hingga akhirnya ia pun melangkah keluar menuju mobilnya, dan tak berapa lama mobil pun melaju meninggalkan rumah Cindy.


Rio masih melanjutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mobil pun memasuki gerbang Mansionnya Daffin. dan setelah mobil terparkir, Rio pun langsung turun dan kemudian ia pun langsung melangkah memasuki Mansion tersebut.


"Assalamu'alaikum " ucapnya memberikan salam, saat ia melihat keluarga sahabatnya sedang menikmati sarapannya di ruang makan.


"Wa'alaikumus salam" jawab mereka secara bersamaan.


"Eh, Om Rio, mana Aunty Cindynya " Tanya Azia dengan mata yang mengarah ke belakangnya Rio seperti mencari sesuatu.


"Aunty, Cindy, lagi tidak enak badan Zia, jadi ia tidak bisa datang." Balas Rio sedikit berbohong pada Azia.


"Sayang sabar ya, Lalu doakan agar Auntynya Kembali sehat ya sayang." Ujar Meira sembari mengusap kepala Azia yang kebetulan duduk di samping kursinya


"Baiklah Umah" Bales Azia, lalu ia pun menengadahkan kedua tangannya keatas dan ia pun langsung berdoa.


Doa untuk Orang Sakit


بسم الله الرحمن الرحيم


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا


Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.


Artinya: "Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi."


(HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no.2191).


Setelah Azia menyelesaikan Doanya, semua yang ada di ruangan makan itu langsung berkata "Aamiin ya Rabbal'aalamin " Secara bersamaan.


"Gitu dong, Azia mah, pintar!, ya sudah karena ini hari libur, kalian sudah boleh nonton TV" kata Meira, membuat Twins bersorak kegirangan,

__ADS_1


"Horree!, Asik boleh nonton TV, terimakasih umah" seru keduanya dan kemudian Ia mereka pun berlari ke ruangan keluarga, yang disana terdapat sebuah TV.


Setelah kepergian Twins, Rio pun langsung duduk di dekat Daffin.


"Fin, gue mau ngomong..."


"Gue tau RI, pasti karena Dila bukan?" tanya Daffin yang langsung memotong perkataan Rio, membuat Rio kaget setelah Daffin menyebutkan nama Dilla.


"Eh, Lo kok bisa tahu?" tanya Rio penasaran.


"Tahulah, itu sudah di tebak oleh bini gue tau?" Ujar Daffin yang Rio langsung memandang Meira.


"Apa yang terjadi sebenarnya Mei?" tanya Rio pada Meira.


"Bang, persahabatan kami berlima memiliki peraturan, dan salah satunya, tidak boleh ikut menyukai gebetan apalagi memilikinya itu tidak boleh, jadi, bila Abang ingin memiliki Cindy, maka ceritakanlah pada Dila yang sebenarnya, dan kemudian mintalah Dilla agar ia bisa membantu Abang." Ujar Meira memberi ide pada Rio.


mendengar perkataan Meira tiba-tiba Rio tersenyum sepertinya yang memiliki sebuah rencana." Fin, Mei, gue butuh bantuan kalian berdua, untuk melakukan sebuah rencana, apakah kalian bersedia?" tanya Rio pada Daffin dan Meira.


"Apapun buat elo, bro, katakan saja apa yang harus gue bantu?" tanya Daffin yang kemudian Rio pun mendekati mulutnya ketelinga Daffin. dan kemudian Ia pun membisikkan sesuatu telinga Daffin dan kemudian Daffin pun mengangguk.


"Oke, gue akan atur semuanya, sebaiknya sekarang Lo temui Dila sana dan kita akan lakukan besok paginya, Lo setujukan?" tanya Daffin lagi.


"Oke baiklah gue setuju, kalau begitu gue langsung aja kerumah Dila ya Fin, Assalamu'alaikum." Pamit Rio.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban dari Daffin, Rio pun langsung melangkah pergi, meninggalkan Daffin dan Meira yang masih berada di ruang makan.


"Rencana apa sih mas?, kok serius banget sih?" Tanya Meira yang jadi penasaran.


"Ada deh, besok kamu juga akan tahu kok." Ujar. Daffin yang sepertinya ia ingin merahasiakan rencana mereka.


"Huh, sudah suka main rahasia ya, baiklah, Ira juga bisa, mulai besok Ira akan selalu main rahasia!." Ancam Meira dengan mulut yang mencibir, persis sekali dengan Azia bila marah membuat Daffin gemas melihatnya.


"Hahaha, wajah kamu lucu banget sih sayang mirip sekali dengan Azia" kata Daffin sambil terkekeh.


"Biarin namanya juga ibunya!" jawab Meira ketus.


"Iya, iya nggak main rahasia lagi, itu loh sayang, besok pagi, Rio akan menikah dengan Dilla sayang " Ujar Daffin yang akhirnya memberi tahu Meira, membuat Meira terkejut.


"Apaa!"


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


Juga tolong VOTE, karya-karya Author please 🙏🙏 SYUKRON 🙏😊.


__ADS_2