Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MEIRA CEMBURU.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Dalam kesakitan teruji Kesabaran, dalam perjuangan teruji Keikhlasan, dalam kedekatan teruji Ketulusan dalam tawakal teruji Keyakinan hidup ini sangatlah indah jika Allah menjadi tujuan"


So, Bersyukur itu Nikmat Sabar itu Indah.


Semoga Allah permudahkan apapun juga yang


menjadi tujuan Kita.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Di Mansion Daffin.


Semenjak Cindy bersedia tinggal, dirumah sahabatnya dan sekaligus sahabat suaminya itu. Cindy tak lagi bersedih, dan juga tidak merasa kesepian lagi. Apalagi Twins selalu menemaninya, kemanapun ia berada. Membuat ia tidak memiliki kesempatan untuk bersedih, karena mengingat Rio. Dan beberapa hari ini juga Cindy terlihat begitu bahagia, atas perhatian keluarga sahabatnya itu.


Tetapi itu hanya sesaat saja, karena entah mengapa, ia merasa sikap Meira kini sedikit berbeda padanya. Dan itu membuatnya menjadi ingin mengetahui, apa penyebab perubahan sikap sahabatnya itu. Rasa penasarannya membuat ia jadi sering memperhatikan wajah Meira yang terkandang, ia ada didepan matanya. Namun ia seperti tak terlihat olehnya.


Disaat seperti itu tiba-tiba Daffin datang menghampirinya. Dengan membawa, baki berisikan segelas susu, serta sepiring buah segar yang telah dipotong kecil-kecil. Dan kemudian ia letakkannya tetap di depan Cindy.


"Minumlah susu kamu Cindy, biar anak kamu yang didalam kandungan kamu sehat. Dan jangan lupa makan buah-buahannya," ujar Daffin terdengar lembut.


"Terimakasih banyak Bang," balas Cindy, yang tanpa sengaja matanya kembali mengarah ke Meira, yang ternyata ia juga sedang menatapnya dengan tatapan yang terlihat begitu dingin. Dan akhirnya ia pun menyadari akan perubahan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Astaghfirullah.. ternyata tanpa aku sadari, aku sudah membuat Meira cemburu. Dan itu karena perhatian suaminya terbagi karena kehadiranku." batin Cindy yang masih terlihat memperhatikan Meira yang sempat membuang mukanya tatkala pandangan mereka bertemu tadi.


"Cindy, kenapa kamu malah melamun sih? Cepat diminum susu kamu, nanti keburu dingin lagi," tegur Daffin.


Cindy, tak langsung menanggapi perkataan Daffin. Ia kembali menatap kearah Meira sesaat, lalu ia pun menundukkan wajahnya.


"Bang, berhentilah memberikan saya perhatian! Karena saya tidak mau, perhatian Abang membuat seseorang menjadi salah paham dengan saya! Dan satu lagi, saya bukanlah wanita lemah, seperti yang Abang pikirkan!" ucap Cindy sembari ia bangkit dari duduknya yang kemudian ia melangkah pergi menuju kamarnya tanpa, menoleh kearah Daffin maupun Meira.


Mendengar perkataan Cindy membuat Daffin kaget, dan dengan spontan ia langsung memandang istrinya yang kebetulan Meira juga sedang menatapnya. Daffin pun langsung menghampiri Meira yang terlihat ia sedang menyuapi ketiga anak kembarnya.


"Sayang, Mas tahu, pasti kamu mengerti dengan ucapan Cindy tadikan? Jadi apakah kamu bisa menjelaskan maksud dari perkataan Cindy hm?" tanya Daffin dengan lembut, sembari ia duduk di sofa tepat di samping istrinya itu.


"Ira nggak tahu Mas! Tanya saja sana sama orangnya! Bukankah Mas, sekarang sudah seperti suaminya juga!" cetus Meira, dengan wajah yang terlihat lagi kesal pada Daffin.


"Kenapa Mas salah ya? Uffs! Iya sih salah! Karena memang kalian belum menikah! Tapi yang tahu itu mungkin cuma Ira! Tapi tidak pada seisi rumah ini, itu terbukti dari perkataan pembantu-pembantu kita, yang menyangka mas adalah Suaminya Cindy! Karena perhatian Mas yang terlihat begitu berlebihan dimata mereka! Termasuk Ira mas!" ungkap Meira dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca. Karena ternyata ia sudah memendam rasa cemburunya selama ini.


"Alhamdulillah.. Yee yee yee.. " sorak Daffin kesenangan hingga ia berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil. Membuat Meira bingung melihat tingkah suaminya itu.


"Kamu kenapa sih Mas?! Jangan kayak orang gila gitu deh!" cetus Meira kesal. Karena memang sebenarnya hatinya saat ini sedang kesal pada suaminya itu.


"Kok gila sih sayang? Suami kamu ini lagi senang tahu sayang. Karena akhirnya istriku yang cantik ini bisa cemburu juga," balas Daffin dengan mata yang berbinar tampak sekali ia begitu senang, karena akhirnya ia melihat istri kesayangan cemburu juga. "Terima kasih ya Allah," ucap lagi sembari ia menadahkan kedua tangannya. Membuat Meira tercengang dengan kelakuan Suaminya itu.


"Iis kamu itu Aneh tahu Mas!" cetus Meira sembari ia bangkit dari duduknya. Dan bermaksud pergi meninggalkan Daffin. Namun dengan cepat Daffin langsung menarik tangan istrinya.


"Kyaaa!!" pekik Meira yang kini ia sudah terduduk di pangkuannya Daffin. "Kamu kenapa sih Mas? Jadi aneh banget tau! Lepaskan Ira! Nanti dilihat anak-anak Mas!" serunya, seraya ia berusaha melepaskan diri dari jeratan tangan Daffin yang kini melingkar di pinggang Istrinya.

__ADS_1


"Biarin Mas Aneh sayang, yang penting Mas anehnya hanya sama kamu doang kok Sayang. Habis kamu kalau sedang cemburu bikin gemas sayang," balas Daffin sembari ia memasuki kepalanya kedalam hijab besar istrinya, yang kemudian entah apa yang dilakukannya membuat Meira mengeluarkan suara lenguhannya.


"Ukhm.. Emas! Lepasin ukh.. Ah...kamu jangan gila deh! Nanti anak-anak kesini Mas! uhmm.. Hentikan Mas! ukhm..." seru Meira sambil berusaha untuk melepaskan diri dari kegilaan suaminya itu. Namun tubuhnya tak selaras dari ucapannya, itu sangat terlihat dari bahasa tubuhnya, yang menggeliat ikut menikmati pergerakan yang diciptakan oleh Daffin di dalam hijab besar istrinya.


"Humm.. akuin dulu kalau kamu cemburu sayang?" balas Daffin yang masih berada di dalam hijab istrinya.


"Aah...! Apaan sih Mas? Kamu ge'eran banget tau nggak sih! Siapa juga yang cemburu? akh.." balas Meira, yang kini wajahnya terlihat memerah, menahan hasrat dan rasa malunya juga.


"Uhmm.. baiklah kalau masih belum mau mengaku! Jangan salahkan Mas yaa ukhm..." ucap Daffin entah apa lagi yang ia lakukan. Sehingga membuat Meira terpekik dengan tubuh mengejang.


"Aaakh.. ! Mas hentikan! Iya iya Ira ngaku.. Ira cemburu! Sekarang cepat lepaskan Ira malu Mas!" Pekik Meira, yang akhirnya Adnan pun mengeluarkan kepalanya dari hijabnya Meira, sambil menyunggingkan senyuman kemenangannya.


"Itu yang Mas Suka sayang!" Ting...


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


Jangan lupa Follow akun Instagram author ya? Dengan nama akun rahmarahma6709 jangan lupa ya guys 😉🥰.

__ADS_1


__ADS_2