
⚛⚛⚛💠 KALAM AL-QUR'AN 💠⚛⚛⚛
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
""Janganlah kalian khawatir sesungguhnya Aku bersama kalian, Aku mendengar dan melihat"
(QS. Thaha:46)
Allah memang berada di singgasana atas 'Arsy Namun Dia tetap Dekat,,
So Niat, Ikhtiar, dan Do'a, itu kunci segalanya,,
__Quote_Of_The_Day__
⚛⚛⚛💠⚛⚛⚛⚛💠⚛⚛⚛⚛💠⚛⚛⚛
Mendengar perkataan Rio Daffin jadi penasaran, tapi karena Meira yang masih menangis di dalam pelukannya ia pun memberi kode pada Rio untuk menunda apa yang ingin di sampaikannya dan Rio pun mengerti dan kemudian ia pun meninggalkan Daffin dan Meira.
"Ya sudah sayang, sebaiknya kamu dan Azmy tunggulah di ruang kamu ya, biar aku dan Rio yang mencari anak kita Ok" Ujar Daffin lembut sembari ia memberikan kecupan lembut di dahinya Meira, mendengar perkataan sang suami Meira hanya membalasnya dengan Anggukan saja.
Setelah mendapatkan jawaban dari istri kecilnya, pandangan Daffin beralih pada putra kecilnya. " Sayang kamu jaga ummah ya, ingat kamu harus berada disisinya You understand?!" katanya lagi pada Azmy.
"Yes Biyah Amy understand!" bales Azmy tegas.
"Smart kids! sekarang pergilah bawa ummah ke ruangannya Ok!" kata Daffin lagi pada Azmy.
"Okay Biyah" bales Azmy ia pun membantu sang ibu berdiri di bantu juga oleh Daffin.
"Elsa Bawak mereka keruangan Meira ya!" Titah Daffin pada Elsa.
"Baik pak!" Bales Elsa dan ia pun ikut menuntun Meira bersama Azmy menuju keruangannya.
Sementara Daffin langsung menghampiri Rio yang sedang berada di ruang pemantauan Cctv
"Apa yang aneh yang Lo katakan tadi Ri?" tanya Daffin saat ia sudah berada di dekat Rio.
"Lihat ini, cctv sempat berhenti di jam hilangnya Azia, dan saat gue memeriksa cctv tersembunyi yang ada di luar, sepertinya anak Lo di Bawak dalam keadaan tidak sadarkan diri Fin karena ia di gendong oleh seorang wanita yang seolah dia sedang tertidur dengan orang tuanya dan itu membuat scurity tidak mencurigai wanita itu Fin" jelas Rio panjang lebar.
"Lalu gimana?, apakah Lo sudah dapat melihat flat mobil tersebut?" tanya Daffin yang terlihat jelas wajahnya sedang geram pada yang membawa Azia.
__ADS_1
"Flat mobilnya tidak ada bro, tapi coba Lo perhatikan wajah wanita itu walaupun ia memakai masker apakah Lo nggak bisa dia siapa?" tanya Rio setelah ia membesar gambar pada cctv tersebut.
Daffin mengerenyit melihat gambar tersebut, sepertinya ia sedang mengingat wajah wanita yang di tutupi oleh masker tersebut.
"Dari rambut dan matanya, seperti dia adalah Siska, nyokapnya Hanna RI" Ujar Daffin yang terlihat semakin geram. " Ayo Rio kita kesana sekarang juga!' Ajak Daffin yang langsung berjalan menuju keparkiran tempat mobil mereka terparkir.
Dengan cepat Rio pun mengikuti Daffin, dan di saat ia mau masuk ke mobil..
"Kalian sebagian berjaga di sekolah ini, sedangkan yang lainnya ikut aku!" Titah Rio dan tanpa menunggu balesan dari anak buahnya ia pun langsung masuk ke mobil yang di dalamnya sudah ada Daffin.
Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan maksimal menuju ke rumah Siska, dan karena Rio memang mantan pembalap, jadi walaupun jalanan sedikit padat tidak akan masalah bagi hingga akhirnya mereka sampai di rumah Siska dengan cepat.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna di depan rumah Siska dengan cepat Daffin langsung turun dan menghampiri pintu rumah Siska dan ia pun mulai mengetuk-ngetuk pintu tersebut, namun tak kunjung terbuka pintu tersebut, membuat Daffin semakin marah hingga tetangga sebelah rumah Bu Siska keluar.
"Maaf bapak nyari siapa ya?" kata seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri di sebrang tembok rumah Siska.
"Kami mencari Siska pemilik rumah ini Bu." bales Rio yang kemudian mendekati tembok penyekat antara rumah Siska dan tetangganya.
"Oh, Bu Siska dan anaknya tadi pergi pak dan mereka membawa koper segala tadi, katanya sih ingin menyusul suaminya yang ada di luar negeri pak" bales Wanita itu.
"Oh, ya sudah kalau begitu kami permisi ya Bu" pamiit Rio dan mengajak Daffin kembali ke mobil mereka di dalam mobil.
"Oke bos!" bales Rio tegas, dan ia pun langsung menghubungi yang namanya Andre lewat
earphonenya, dan panggilan tak berlangsung lama Rio pun langsung memutuskan sambungannya.
"Sudah Fin " katanya
"Bagus, Sekarang kita ke bandara, tapi sebelum perintahkan berapa anak buah Lo untuk memantau rumah Siska " Ujar Daffin lagi.
"Oke,!" sesuai permintaan Daffin Rio pun memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di rumah Siska lewat earphonenya juga, setelah itu ia pun mulai melajukan mobilnya Kembali dengan cepat mereka bandara..
******
Sementara di sisi lain..
"Kalian bawaklah anak ini sejauh mungkin!, hingga orang tuanya tidak akan pernah menemukannya!" Ujar seorang wanita paruh baya, semabari ia menyerah seorang anak perempuan yang masih kecil yang tidak sadarkan diri dan masih memakai seragam sekolahnya, pada 4 orang pria bertubuh besar di sebuah jalanan yang sepi.
"Baik Bu Siska, lalu bagaimana dengan imbalan kami ?" tanya salah satu pria bertubuh besar juga.
__ADS_1
"Ini imbalan kalian, sudah cukup bukan!" kata wanita yang ternyata adalah Siska itu. sambil menyerahkan amplop coklat yang nampak tebal sekali hingga ke empat pria itu tersenyum puas melihat isi dari amplop tersebut.
"Ini sudah cukup Bu, kalau begitu kami permisi Bu!" pamit salah satu pria dan di Anggukkan oleh Siska dan setelah itu mereka pun langsung naik ke mobil mereka dengan membawa anak perempuan yang tidak sadarkan diri itu.
Setelah mobil yang di tumpangi para pria bertubuh besar itu pergi, Siska pun langsung masuk ke mobilnya juga.
"Gimana mah?" tanya seorang wanita muda yang berada di dalam mobil pada Siska yang baru saja masuk ke mobil itu.
"Beres Han!, Sekarang kita tinggal nonton saja, apakah Daffin masih bisa sombong setelah ini?" ujar Siska dengan senyum sinisnya.
"Hahaha, Hanna Sekarang puas mah, walaupun kita hanya berhasil membawa satu anaknya saja, tapi itu sudah membuat Anna senang mah" Kata Hanna dengan tawa kemenangannya.
"Iya Na, mamah juga puas, ya sudah sebaiknya kita segera ke bandara karena pesawat kita akan berangkat satu jam lagi" Ujar Siska pada Hanna.
"Baik Mah" dan Hanna pun mulai melajukan mobilnya menuju ke bandar yang kebetulan tak begitu jauh dari tempat mereka menyerahkan anak kecil pada para penjahat itu.
Di saat mobil mereka ingin memasuki kawasan bandara mata Hanna seperti melihat ada yang janggal di pintu lobby masuk.
"Mah, bukankah itu mobil Daffin?, dan sepertinya bandara ini sudah di jaga oleh para anak buahnya Daffin, Gimana ini mah?" Ujar Hanna mulai ada rasa takut di dalam hatinya.
"Sebaiknya kita tinggalkan bandara dulu nak, dan kita balik ke villanya Erick saja dulu" Titah Siska yang sebenarnya ia juga mulai panik juga.
"Apa mah?!, tidak Anna tidak ingin melayani pria gila itu mah,!" protes Hanna
"Tidak ada jalan lain nak, hanya Erick yang bisa melindungi kita" Ujar Siska Seperti memaksakan Hanna.
"Tidak, pokoknya Anna tidak mau lagi, kita ke kampung nenek saja di kota B mah" bantah Hanna dan ia pun mulai melajukan mobilnya dan menghiraukan perkataan sang ibu.
"Kamu!, jangan membantah mama Hanna,! kita akan hidup enak bila bersama Erick!"
"Tidak lebih baik Hanna mati!" ujarnya yang nampak kesal hingga ia menyetirkan mobilnya tidak fokus dan itu membuat mobil kehilangan keseimbangannya dan...
GUBRAAAAAK!!
*********
Masih dukung Authorkan guys?
Nah Author akan update lagi loh dalam waktu dua jam, tapi kalau bab ini bisa tembus 200 LIKE dan nambah VOTE, serta di ramaikan KOMENTAR agar menambah inspirasi buat Author, so apakah kalian bisa?"😉
__ADS_1