Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
BOLEHKAH ZIA PULANG?


__ADS_3

✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ೋ๑୨*KALAM ULAMA*୧๑ೋ━ ⃟ ⃟ ⃟✧


BERDOALAH DENGAN NAMA AL-HAYYU AL-QOYYUM


Ibnul Qayyim rahimahulloh mengatakan:


"Sesungguhnya pada nama ALLAH Al Hayyu dan Al Qayyum memiliki pengaruh yang istimewa terhadap pengabulan doa dan terangkatnya berbagai kesulitan. Oleh karenanya dahulu Nabiﷺ apabila beliau bersungguh sungguh dalam doa beliau pun mengatakan :


«Yaa… Hayyu Yaa… Qayyum »


____(Zaadul ma'ad 188/4)____


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ೋ๑୨◎❅❀❦|| 💥 ||❦❀❅◎୧๑ೋ━ ⃟ ⃟ ⃟✧


Setelah mengatakan "Lebih baik Hanna mati mah!" Mobil Hanna pun langsung di sambut oleh sebuah mobil box hingga suara hantaman mobil Hanna yang menabrak mobil tersebut, mengundang perhatian orang di sekitar kawasan di dekat bandara.


"Ada apa di sana?" tanya Rio pada Anak buahnya karena ia melihat sebuah keramain di jalan di dekat gapura masuk kawasan bandara.


"Kami juga tidak tahu bos." jawab salah satu anak buah Rio.


"Cari tahu ada apa di sana!" titah Rio pada salah dari mereka.


"Baik Bos!" Anak buahnya Rio pun pergi menuju ke tempat keramaian itu, dan tak berapa lama ia pun kembali dengan berlari-lari menghampiri Rio.


"Lapor bos!, sepertinya wanita yang kita cari cari berada di sana dan dia mengalami kecelakaan!" Ujar Anak buah Rio saat ia sudah di dekat Rio.


"Apa!," Sentak Rio kaget, lalu ia pun menghampiri Daffin yang sedang duduk di ruang tunggu bersama Andre sahabat Daffin.


"Fin, gawat Siska mengalami kecelakaan di jalan di dekat kawasan untuk memasuki area bandara "ujar Rio


"Apa!, Ayo segera kita lihat! " ajak Daffin yang kemudian dengan langkah cepat ia pun berjalan menuju tempat terjadinya kecelakaan itu.


Sesampainya di sana Daffin begitu terkejut melihat keadaan mobil yang terlihat rusak parah.


"Rio! periksa apakah ada anakku di dalamnya!" titah Daffin yang nampak panik saat melihat keadaan mobil tersebut, karena ia jadi terbayang dengan putri kecilnya yang telah di Bawak oleh Siska.


"Baik bos!" kata Rio dan ia pun mulai memeriksa isi mobil tersebut yang isinya hanya ada dua wanita yang sudah berlumuran darah, terlihat juga oleh Rio, wanita yang paruh baya sudah tidak bergerak lagi sementara Wanita yang muda masih bernafas namun tinggal satu dua nafasnya.


"Anak Lo tidak ada di dalam Fin, dan nampaknya Siska sudah meninggal, tinggal Hanna tapi ia lagi sekarat sekarang" ujar Rio menjelaskan apa yang ia lihat.

__ADS_1


"Awas gue mau bicara pada Hanna!" Daffin mendorong Rio yang berdiri di hadapannya, lalu ia mendekati Hanna yang masih berada di dalam mobilnya dengan posisi duduk sedangkan wajah berada di setir mobilnya.


"Hanna, kamu mendengar aku, di mana anakku Sekarang Hanna?" tanya Daffin setelah ia membenarkan posisi duduk Hanna dengan menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi mobil tersebut.


Hanna yang nafasnya sudah satu dua itu masih bisa mendengar dan melihat Daffin.


"Ma-s Da..Fin?..he..ma..af..an..ak..k.ka.mu..di..


ba.wa.k..em.pa.t..pre..ma.n..ma..s..ya.ng..a.ku.


de..ngar..me.re.ka..akan..me.m.bawak..an.ak..kamu..ke..se.bu.ah..pu..lau..seri..b..ngess.." perkataan Hanna terputus, bersamaan dengan nafasnya yang juga berhenti dan itu menandakan ia telah meninggal dengan mata yang terbuka..


"Hanna!!" panggil Daffin sembari ia menggoyangkan tubuh Hanna namun, tak ada lagi jawab darinya.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un " Ucap Daffin..


Daffin mendengus kesal, lalu ia pun berlalu meninggalkan mobil Hanna, ia berjalan menuju ke mobilnya. Di dalam mobil.


"Rio apakah kamu mendengar perkataan terakhir Hanna, apakah yang ia maksud pulau seribukah?" tanya Daffin yang teringat perkataan terakhir Hanna yang belum terselesaikan olehnya.


"Bisa jadi Fin, ya sudah gue secepatnya mengerahkan anak buah kita untuk mencari mereka di sana" ujar Rio " Sekarang kita akan kemana Fin? tanyanya lagi.


"Baiklah kalau begitu" Rio pun melanjutkan perjalanannya yang kini mereka menuju ke sekolah milik Meira..


*******


Sementara di sisi lain..


Di sebuah rumah kecil di tengah-tengah hutan nampak empat orang pria bertubuh besar yang salah satunya sedang menggendong seorang gadis kecil, memasuki rumah tersebut.


"Bang jarwo, Lo yakin di sini aman?" tanya salah satu pria berkepala botak pada pria yang bernama Jarwo.


"Lo tenang aja ton, gue pernah bersembunyi di sini beberapa bulan yang lalu, jadi gue pastikan ini tempat yang aman buat kita" Ujar pria yang bernama Jarwo itu. "Ton bilang sama Iwan taruh anak itu di sana," Lanjut Jarwo lagi pada yang bernama Anton


"Oke bang" Anton pun pergi menjalankan titah bosnya.


"Gombloh! kemari" panggil Jarwo pada pria yang berbadan hitam yang sedang duduk di sebuah jendela.


"Iya bang, ada apa?" tanya pria yang bernama Gombloh saat ia sudah di hadapan Jarwo.

__ADS_1


"Nih, pergi ke kota cari makanan dan keperluan anak kecil itu dan jangan lupa minuman buat kita berpesta oke!" Ujar Jarwo sambil memberikan uang pada si Gombloh.


"Oke bang!" bales Gombloh sambil mengambil beberapa uang kertas berwarna merah dari tangan Jarwo. dan kemudian ia langsung beranjak dari tempat itu.


Sementara di kamar sebelahnya..


Seorang pria sedang mengikat kaki dan tangan gadis kecil yang berada di sebuah Amben kayu yang berada di sudut ruangan.


"Om, kenapa Zia di ikat?, kenapa Zia di Bawak kesini om?" tanya bocah kecil itu yang ternyata Azia.


"Eh, kamu sudah sadar?" tanya Iwan sedikit kaget.


"Hmm"


"Baguslah kalau kamu sudah sadar, biar nggak ngerepotin gue Mulu!" Ujar Iwan lagi.


"Om, bolehkah Zia pulang?, Zia kangen Ummah, kangen A'a Amy, sama kangen Biyah, boleh ya om?" tanya Azia dengan tatapan puppy eyesnya


membuat Iwan sedikit terenyuh.


"Nama kamu Zia?" tanya Iwan dan di Anggukkan oleh Azia. " Maaf Zia, kamu tidak di perbolehkan pulang," kata Iwan lagi, mendengar itu wajah Azia langsung berubah, dan ia pun memasang mimik wajah sedihnya.


"Ya sudah deh, tapi bolehkah Zia sholat om, inikan sudah Maghrib" kata Azia lagi masih tetap memasang mata puppynya.


Iwan mendengus.." Tidak boleh!" jawabnya dan bermaksud hendak pergi.


"Tapi om Zia takut Allah marah sama Zia, apakah om tidak tahu kalau umat muslim di wajibkan untuk Sholat dan itu adalah perintah Allah om Seperti di dalam Firman-Nya:"


Lalu Azia pun melantunkan sebuah Ayat dengan sangat merdu membuat Iwan terkesima mendengarnya.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥


"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-'Ankabut Ayat 45)


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2