Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
CINDY MARAH.


__ADS_3

༺*༻༺🌹Mutiara Hikmah🌹༻༺*༻


"Jangan pernh berharap pada Manusia, karena akan berakhir Kecewa


Jangan juga mengandalkan hanya pada kekuatan diri, karena diri ini juga ada batasnya


Cukup berharap dan bersandarlah pada Allah karena Allah satu-satunya yang tak akan pernah meninggalkanmu saat berjuang.


Allah tak akan pernah menyia2kan doa , sekecil apapun kebaikanmu, Allah akan ganti berlipat.


Tetap semangat Ikhtiar terbaik, bukan untuk hasil, tapi niat untuk memantaskan diri agar Allah ridho ♥️


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ


*༻༺*༻༺*༻༺💗༻༺*༻༺*༻༺*


Telah habis Sudah batas waktu cuti bulan madu Rio, dan kini ia sudah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa, begitu juga dengan Cindy ia masih mengajar di sekolah milik Meira, padahal sebenarnya Rio sudah memintanya untuk berhenti, namun ada saja alasannya, seperti pagi ini.


"Sayang? apa kamu tidak lelah kemarinkan habis melakukan perjalanan jauh?" tanya Rio lembut, saat melihat istrinya telah berpakaian rapih.


"Nggak kok kak, Acha nggak merasa capek, lagian dari kita sampai hingga pagi ini Acha sudah banyak istirahat kak" balas Acha yang baru saja menyelesaikan memakai hijabnya.


"Sayang?, kamukan sedang hamil, apa nggak sebaiknya kamu berhenti bekerja saja ya?, karena setahu kak Bian orang hamil mudah sekali lelah sayang, jadi kamu berhenti saja ya sayang?" pinta Rio, yang entah sudah berapa kali ia meminta Cindy untuk tidak mengajar lagi, dengan berbagai alasannya.


"Nggak akh kak, Acha nggak capek kok, malahan kalau Acha berdiam diri saja justru semakin capek kak, makanya Acha mau berhenti akh.. Acha ingin tetap bekerja aja ya kak" balas Cindy, terlihat keras kepala.


"Huh!..kamu tetap keras kepala ya.." gerutu Rio mulai terlihat kesal, "Cha?, memang nggak cukup ya, pemberian kak Bian selama ini?, hingga kamu masih saja ingin bekerja?" tanya Rio yang kini suaranya terdengar datar.


"Cukup kak, bahkan lebih dari cukup kok" balas Cindy lembut.


"Lalu kenapa Cha?.. kamu masih bersikeras untuk berkerja padahal kamu tahu kak Bian bisa memenuhi kebutuhan kamu Cha hm?" tanya Rio, yang memang tabiatnya paling tidak suka mendapatkan bantahan.


"Kak, sebelumnya Acha minta maaf kak, Acha bekerja ini bukan mengharapkan penghasilan kok, tapi di rumah terasa sepi kak, kalau kak Bian tidak di rumah, makanya Acha memilih tetap mengajar karena keceriaan anak-anakkan bisa menghibur Acha kak," dalih Cindy lagi, membuat Rio tak bisa mencegahnya lagi.

__ADS_1


Rio mendengus kesal "Hah!, ya sudahlah terserah sama kamu saja!" katanya terlihat kesal seraya ia berjalan menuju kearah pintu kamarnya, sepertinya ia hendak keluar dari kamarnya dan benar saja Rio keluar dari kamar sambil membanting pintu karena kesal, membuat Cindy yang sedang memoles wajahnya jadi terkejut.


"Astaghfirullah!..kak Bian kayaknya marah ya? ya Allah aku harus apa?" gumam Cindy terlihat bingung dengan sikap suaminya yang suka berubah-ubah, "Ya sudah aku rayu dulu deh, biar kak Bian nggak marah lagi" gumamnya lagi, lalu ia pun melangkah keluar bermaksud menyusul suaminya yang biasanya Rio pasti sarapan pagi dulu sebelum berangkat kerja, namun ia sampai di ruang makan tidak ada siapapun, makanannya masih tertata rapi.


"Loh kemana kak Bian?, apa dia tidak sarapan dulu ya?" gumam Cindy yang kemudian ia mencari keberadaan suaminya namun, sosoknya tak ada di manapun, lalu ia pergi menuju keluar rumah, dan sesampainya di luar tidak ada siapapun juga, bahkan mobilnya juga tidak ada.


"Eh, segitu marahnyakah kak Bian?, hingga aku pun di tinggal begitu saja?" gumam Cindy dengan memasang wajah yang terlihat sedih.


"Ya sudahlah, aku naik taksi aja kalau begitu" Cindy kembali memasuki rumahnya, dan ia juga kembali ke kamarnya untuk mengatasi tasnya, setelah itu ia kembali lagi melangkah menuju arah keluar, namun saat ia mendekati pintu seorang wanita paruh baya memanggilnya.


"Loh neng Cindy mau kemana, kok nggak sarapan dulu neng?" tanya wanita itu dengan sopan.


"Eh Bi Surti, maaf ya Bi, Cindy lagi tidak berselera makan Bi, sebaiknya Bibi makan saja ya, sama yang lain ya biar tidak mubajir, Cindy berangkat ya Bi" jawab Cindy sambil ia hendak membalikkan tubuhnya.


"Tapi Neng, tadi Den Rio berpesan Neng Cindy harus sarapan dulu karena den Rio khawatir sama anak dalam kandungan Eneng kalau nggak sarapan Neng dan saya juga harus memastikan kalau neng benar-benar sarapan" kata wanita yang di panggil Bi Surti itu.


Mendengar perkataan Surti Cindy menghentikan langkahnya "Hanya mengkhawatirkan anaknya sajakah?" gumam Cindy yang entah kenapa hatinya menjadi sedih setelah mendengar perkataan Surti.


Melihat majikannya hanya berdiam diri tanpa membalikkan tubuhnya Surti pun mendekatinya.


"Bi, tapi saya sedang tidak ingin makan, dan Bibi tidak usah khawatir soal kak Bian nanti saya yang akan mengatakannya" kata Cindy yang kemudian ia langsung melanjutkan langkahnya dan pergi keluar rumah meninggalkan Bi Surti yang hanya diam saja menyaksikan kepergian majikannya.


Sesampainya di luar ternyata sebuah mobil hitam sedang menunggu kedatangan Cindy, yang di samping mobil tersebut sudah berdiri seorang pria paruh baya.


"Permisi Nyonya, apakah Nyonya hendak keluar?, saya tadi di perintahkan tuan muda untuk mengantarkan Nyonya kemanapun" ujar pria itu dengan sopan.


"Eh, bapak ini siapa ya?, kayaknya saya baru melihat Anda?" tanya Cindy terlihat heran karena baru sekali ini ia melihat pria itu, dan mobilnya yang terlihat baru di mata Cindy.


"Oh iya perkenalkan saya Sudirman biasa di panggil pak Man, saya supir baru yang di kirim Tuan muda Rio untuk nyonya." jawab Pria yang bernama Sudirman itu.


"Oh, begitu saya Cindy pak Man, tapi Maaf ya pak Man, saya sedang ingin naik taksi, jadi pak Man tidak perlu repot-repot mengantar saya," ujar Cindy menolak pak Man secara halus.


"Tapi Nyonya ini perintah Tuan muda, kalau saya harus mengantar Nyonya" kata Sudirman terlihat kaget saat melihat Cindy main nyelonong begitu saja melewati dirinya.

__ADS_1


"Bilang sama Tuan muda bapak, kalau saya tidak ingin di antar siapapun!" kata Cindy terdengar ketus dan tanpa memperdulikan surdiman lagi Cindy langsung keluar pagar, dan kebetulan saat ia keluar ada taksi yang melintas di depan gerbang rumahnya dan ia langsung menyetopnya, dan langsung naik setelah mobil berhenti tepat di depannya.


Setelah kepergian Cindy, surdiman langsung mengambil benda pipihnya, dan sepertinya ia hendak melakukan panggilan.


"Halo ada apa pak?" tanya seseorang dari seberang saat sambungan telah terhubung.


"Maaf Tuan muda Rio, sepertinya Nyonya sedang marah dan beliau tidak mau di antar pak, tadi dia bilang sama saya, saya di suruh bilang sama Tuan muda kalau Nyonya tidak ingin di antar oleh siapapun pak" balas surdiman menceritakan saat ia bertemu dengan Cindy tadi, pada orang yang di sebrang yang ternyata dia adalah Rio.


"Ya sudah nggak papa pak, sebaiknya bapak kembali saja ke kantor" kata Rio


"Baik pak" balas Surdiman dan tak lama sambungan terputus.


________


Di kantor Daffin.


Terlihat Rio baru saja memasuki benda pipihnya.


"Ada apa Rio? kenapa kamu jadi bengong setelah menerima telepon?" tanya Daffin heran melihat sahabatnya yang terlihat melamun.


"Seperti Cindy marah Fin" balas Rio.


"Hah? kok bisa emang kenapa?"


__________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..

__ADS_1


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


__ADS_2